RSS

Pemilukada DKI Jakarta 2012

Gubernur Jakarta, Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama

Gubernur Jakarta, Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama

SEPENGGAL KISAH PEMILUKADA DKI JAKARTA 2012

Dalam suatu pertemuan di kawasan Blok M (Jakarta Selatan) saat memasuki penjaringan calon gubernur dan wakil gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta tahun 2012, nama Ir Basuki Tjahaja Purnama MM (Ahok) pernah dimunculkan oleh Epaphroditus Ph Mariman (EPM). Di hadapan Markus Hutasoit dan rekan-rekan ketika itu, Epaphroditus Ph M menyatakan, “Jika kalian ingin memenangi Pemilukada DKI Jakarta tahun 2012, berpihaklah pada nama itu. Tetapi, jika mau mendapatkan ‘semangkuk bubur kacang merah’ seperti yang Esau lakukan, merapatlah ke incumbent Gubernur Fauziu Bowo.”

EPM memberi alasan bukan karena kesamaan keyakinan, tetapi track record (rekam jejak) sang tokoh. Nama Ahok juga dinilai selaras jika dipasangkan denganIr H Joko Widodo (Jokowi) asal Solo. Selain, berprestasi di daerahnya masing-masing, kedua tokoh dapat mewakili dua karakter yang berbeda-beda. Jokowi penuh kehati-hatiannya, sementara Ahok dengan gaya bicara yang meledak-ledak. Terlebih, nama Jokowi telah digadang-gadang oleh Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Megawati Soekarnoputri (Presiden Indonesia periode 2001-2004).

Kendaraan politik yang tidak kuat dan ketokohan yang belum mumpuni membuat sejumlah rekannya hanya mampu menampung aspirasi tersebut. Akhirnya, nama Ahok benar-benar dimunculkan oleh Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto. Nama Jokowi-Ahok didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta pada Senin malam, 19 Maret 2012 dan resmi menjadi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur pada Pemilihan Umum Kepala Daerah DKI Jakarta tahun 2012. Pasangan ini disokong oleh PDI-P dan Gerindra yang notabene hanya menguasai 572.457 (15%) suara dan 17 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta. Dengan semboyan “Jakarta Baru” (JB), pasangan Jokowi-Ahok mendapatkan nomor urut 3 dalam pengundian nomor peserta oleh KPUD DKI Jakarta.

Pada putaran pertama, EPM memilih tidak mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang jaraknya sekitar 1 kilometer dari tempat tinggalnya. Ketika mencermati hasil putaran pertama yang mengunggulkan pasangan Jokowi-Ahok dengan 1.847.157 (42,60%) suara, ia belum meyakini jika pasangan ini akan memenangi putaran kedua Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta tahun 2012. Ketika bersama tim meliput acara ibadah syukur “Pinangsungkulan Mapalus ne Toulour” di Aula Asmi (Jakarta Timur) pada 30 Mei 2012 pun masih tetap “biasa saja” meski Ketua Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Cornelis Ronowidjojo mengapresiasi pentingnya eksistensi “orang-orang benar” dalam sambutannya.

Senin siang, 4 Juni 2012 di Gedung Nusantara IV Komplek Parlemen Republik Indonesia. Ketika itu, Joko Widodo menghadiri penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Sinuhun Paku Buwono XIII Hangabehi dan Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Penembahan Agung Tedjowulan. Agak ragu-ragu, Jokowi menerima satu eksemplar Majalah Manado edisi perdana, Juni 2012 dan kartu nama yang diberikan EPMketika itu. “Ia seperti bukan pejabat,” kata seorang Petugas Pengamanan Dalam (Pamdal) MPR/DPR/DPD saat itu.

Ketika meliput Musyawarah Daerah (Musda) Gereja Pantekosta di Indonessia (GPdI) DKI Jakarta di Wisma Pantekosta (Sunter, Jakarta Utara) pada Senin, 6 Agustus 2012, Pendiri sekaligus Pimpinan Umum Majalah Pelita Kasih Binsar Sirait menginformasikan pertemuan awak media Kristiani di Wisma PGI Teuku Umar (Menteng, Jakarta Pusat) pada Selasa siang, 7 Agustus 2012. Cornelis Ronowidjojo yang hadir bersama relawan pemenangan Jokowi-Ahok, Junius Suhadi dan teman-teman menyampaikan materi seputar “Common Enemy” (Musuh Bersama); “Jakarta di Tengah Tantangan Hegemoni Sektarianisme Radikalisme”. “Menang atau kalah, saya mengakhiri tugas pemenangan Jokowi-Ahok pada Kamis, 20 September 2012,” kata Junius.

Sebelum berangkat ke Medan (Sumatera Utara) untuk mengikuti kegiatan kerohanian di Huria Batak Kristen Protestan (HKBP), pengacara TP Jose Silitonga SH MH memberikan dua undangan “Halal Bihalal dan Gelar Do’a Bersama” di Gedung Serba Guna Mulia dan Raja, Jalan Kebon Nanas Nomor 70 (Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur). Selain Jokowi, Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto dan Pendeta Nus Reimas serta para pendukung menghadiri acara yang digelar pada Minggu siang, 9 September 2012 itu. Di dalam undangan terdapat sebuah Compact Disck (CD) tentang Jokowi, kartu sehat dan kartu pintar, serta selembar brosur berjudul “Mengenal Pengalaman & Komitmen Jokowi”. Sementara, di tempat acara telah tersebar foto “Umrah Jokowi bersama Keluarga” dan Koran Jakarta Baru di masing-masing kursi duduk undangan. “Di pasar, ibu-ibu mengatakan, ‘pak Jokowi pasti menang’. Terhadap pernyataan tersebut, hendaknya hati-hati,” pesan Jokowi dalam sambutannya.

Untuk sampai di acara Halal Bihalal warga Kelapa Gading (Jakarta Utara) dan sekitarnya di Area Parkir Balai Sudirman (Kelapa Gading) pada Rabu sore, 12 September 2012, Joko Widodo mengaku terjebak kemacetan selama lebih dari 2,5 jam. Praktis, acara yang dijadwalkan pada pukul 15.00-19.00 WIB terpaksa molor karena Jokowi baru tiba di tempat acara pada pukul 19.20 WIB. Kehadiran aktor kawakan Roy Marten dan sejumlah penyanyi turut menyemarakkan suasana tersebut. “Jika yang di sana manas-manasin, mohon jangan terpancing,” demikian Jokowi kembali berpesan kepada para pendukungnya.

Tiga hari masa kampanye pemilukada putaran kedua pada Jumat-Minggu, 14-16 September 2012 dimanfaatkan EPM untuk mendorong kepada calon pemilih agar menjatuhkan pilihan terhadap pasangan Jokowi-Ahok. Di mana pun tempat dan kesempatannya selalu dipergunakan untuk meyakinkan para calon pemilih. Di lain sisi, hingga pada hari pencoblosan tanggal 20 September 2012, dia sendiri belum memiliki “Surat Pemberitahuan untuk Memilih” (Model C6-KWK.KPU). Namun, seusai mengikuti acara makan bersama di Kantor Majalah Manado di Jalan Bungur Besar Nomor 80 D (Senen, Jakarta Pusat) pada pukul 11.30 WIB, Epaphroditus Ph M langsung meluncur dengan bus Trans Jakarta Koridor 2 dari Halte Sentral Senen menuju Halte Bermis.

Setelah berjalan kaki sekitar 10 menit, dia langsung menuju rumah Ketua RT 011 Kelurahan Pulo Gadung, Bapak Sardjono. Ketika ditunjukkan bahwa yang dimaksud empunya nama sedang berada di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di beranda Mushola samping rumahnya, EPM langsung menuju lokasi pemungutan suara. “Halo, pak wartawan. Apa kabar?” sapa petugas pendaftaran pemungutan suara yang juga pengurus RT setempat.

Tak lama kemudian, petugas pendaftaran mencari dan mendapati Surat Pemberitahuan untuk Memilih. Setelah menyerahkan surat tersebut, satu lembar surat suara pun diterima olehnya. Surat suara dicoblos di bilik suara dan dimasukkan di kotak surat suara. Jari kelingking sebelah kiri dicelupkan pada tinta sebagai penanda telah menentukan pilihan yang langsung, umum, bebas, dan rahasia pada pukul 12.45 WIB.

Tepat pukul 13.00 WIB, TPS 022 Kelurahan Pulo Gadung, Kecamatan Pulo Gadung (Jakarta Timur) ditutup untuk seluruh aktivitas pencoblosan. Penghitungan suara yang dilakukan sejak pukul 13.05 WIB telah berakhir pada pukul 13.46 WIB. Hasil akhir menunjukkan, pasangan Jokowi-Ahok mendapatkan 222 suara, sedang Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli meraih 68 suara. Terdapat 2 suara dinyatakan tidak sah. Total pemilih mencapai 292 orang.

Bersama Agus Maulana (20 tahun), Epaphroditus Ph M menyusuri jalan perkampungan dekat bekas lapangan Djabesmen Jalan Perintis Kemerdekaan (Kelapa Gading) yang dipergunakan untuk acara “Lebaran Betawi” pada Sabtu-Minggu, 9-10 September 2012 oleh pendukung pasangan incumbent Gubernur Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dan menemui TPS 014 Kelurahan Kelapa Gading Timur (Kelapa Gading, Jakarta Utara). Di TPS tersebut, pasangan Jokowi-Ahok meraih 115 suara, sedang Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli mendapatkan 127 suara. Terdapat 2 suara dinyatakan tidak sah dari total pemilih sejumlah 242 orang.

Sebelum sampai di kediamannya di komplek Jalan Kelapa Sawit VIII Kelapa Gading, Epaphroditus Ph M menjumpai tiga TPS yang sudah menyelesaikan seluruh aktivitasnya. Sesaat berada di rumah, dia langsung meluncur di sebuah warung sederhana di kawasan Kelapa Gading untuk memantau hasil hitung cepat (quick count) sejumlah lembaga survei yang ditayangkan sejumlah stasiun televisi. Pada seluruh tayangan, raihan suara pasangan Jokowi-Ahok berada di atas. Perbandingan suara berkisar 53%:47% untuk keunggulan pasangan tersebut.

Kemenangan pasangan Jokowi-Ahok resmi ketika KPU Provinsi DKI Jakarta menyelesaikan rekapitulasi hasil penghitungan suara pada Jumat, 28 September 2012. Hasil rekapitulasi menunjukkan bahwa pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama unggul dengan memperoleh 2.472.130 (53,82%) suara, sedangkan pesaingnya, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli mendapatkan 2.120.815 (46,18%) suara. Selisih perolehan suara di antara kedua pasangan sebesar 7,64%. Total pemilih menurut Daftar Pemilih Tetap (DPT) mencapai 6.996.951 orang (pria: 3.561.227, wanita: 3.435.724) dan sejumlah 4.647.304 (pria: 2.273.780, wanita: 2.373.524) pemilih di DPT yang menggunakan hak pilih. Sebanyak 2.349.647 (pria: 1.287.447, wanita: 1.062.200) pemilih di DPT yang tidak memilih. Jumlah suara sah kedua pasangan mencapai 4.592.945 (Foke-Nara: 2.120.815, Jokowi-Aho: 2.472.130). Sebanyak 74.996 suara dinyatakan tidak sah.

Seperti dalam pemilkada putaran pertama, pasangan Jokowi-Ahok menang di seluruh wilayah DKI Jakarta, kecuali di wilayah Kepulauan Seribu. Perbandingan kedua pasangan calon gubernur-wakil gubernur adalah di Jakarta Timur, Jokowi-Ahok meraih 695.220 (53,21%) suara dan Foke-Nara mendapatkan 611.366 (46,79%) suara dari total suara sah sebanyak 1.306.586 dan sejumlah 676.036 orang golput. Di Jakarta Barat, Jokowi-Ahok sebanyak 577.232 (54,89%) suara, sedang Foke-Nara mendapatkan 474.298 atau 45,11% dari total suara sah sebanyak 1.051.530 dan tidak menggunakan hak pilihnya (golput) sejumlah 446.981 orang.

Di Jakarta Pusat, Foke-Nara meraih 256.529 (50,70%) dan Foke-Nara memperoleh 249.427 (49,30%) dari total suara sah sebanyak 505.956 dan sebanyak 276.062 orang tidak menggunakan hak pilih mereka (golongan putih). Di Jakarta Selatan, Jokowi-Ahok mengumpulkan 507.257 (51,55%) suara dan Foke-Nara meraih 476.742 (48,45%) dari total suara sah sejumlah 983.999 dan 516.833 memilih untuk tidak memilih (golput). Selisih pengumpulan suara tertinggi diperoleh Jokowi-Ahok di wilayah Jakarta Utara dengan 432.714 (59,04%) suara, sedang Foke-Nara mendapatkan 300.188 (40,96%) dari total suara sah sebanyak 732.902 dan sejumlah 429.249 orang golput.

Di Kepulauan Seribu, Jokowi-Ahok memperoleh 3.178 (26,55%), sementara Foke-Nara meraih 8.794 (73,45%) dari total suara sah sebanyak 11.972. Jumlah golongan putih (golput) mencapai 4.486 orang. “Semoga, warga Jakarta dapat menerima hasil penghitungan suara ini,” tutur Ketua KPU Jakarta, Dahliah Umar pada Jumat, 28 September 2012 seusai menggelar rekapitulasi penghitungan suara di Jakarta seperti dikutip pers.

Hasil tersebut kemudian ditetapkan melalui Surat Keputusan Nomor 31/Kpts/KPU-Prov-010/2012 tentang Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Tingkat Provinsi KPU Provinsi DKI Jakarta. Berdasarkan Keputusan KPU Provinsi DKI Jakarta Nomor 32/Kpts/KPU-Prov-010/2012 tentang Penetapan Hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2012 Putaran Kedua tanggal 29 September 2012 ditetapkan pasangan Calon nomor urut 3 (tiga) Ir H Joko Widodo-Ir Basuki Tjahaja Purnama MM sebagai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih periode 2012-2017.

Setelah menemui Dr Erwin A Pohe di kediamannya Jalan Tendean (Jakarta Selatan), bersama Markus A Hutasoit, Epaphroditus Ph M berangkat ke Kota Solo pada Senin malam, 1 Oktober 2012. Sementara, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surakarta menggelar Sidang Paripurna Pengunduran Diri Joko Widodo sebagai Wakil Walikota Solo periode 2010-2015. Keputusan diambil secara aklamasi berlangsung selama sekitar 40 menit. Perjalanan dari Jakarta dengan mengendari bus penumpang ditempuh ke Solo sedianya untuk menghadiri dan mencermati kondisi terakhir sebagai Walikota Kota Solo periode 2010-2012 tersebut.

Setiba di Kota Solo pada Selasa sore pukul 17.00 WIB, 2 Oktober 2012, kemudian langsung menuju Rumah Dinas Walikota Solo. “Bapak sudah ke Jakarta,” kata seorang Petugas Satuan Pengamanan di Rumah Dinas itu. Tidak menjumpai mantan Walikota Solo Jokowi, perjalanan dilanjutkan ke Rumah Dinas Wakil Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo. Setelah menunggu, sekitar pukul 18.45 WIB, Wakil Walikota yang kemudian mengambil alih jabatan Walikota yang ditinggalkan Jokowi menemui di ruang utama Rumah Dinas Wakil Walikota. Walikota yang baru, FX Hadi Rudyatmo menyerahkan 2 buku berjudul “Calender of Cultural Event Solo 2012”. Epaphroditus Ph M dan Markus A Hutasoit sudah kembali ke Jakarta pada Rabu siang, 3 September 2012 pukul 11.00 WIB.

Jika tidak ada gugatan ke Mahkamah Konstitusi, pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih dilakukan pada Minggu, 7 September 2012. Sejumlah harapan ditumpukan kepada pemimpin baru tersebut. Kemacetan pada jam-jam sibuk di ruas-ruas jalan protokol seperti di Jalan Daan Mogot (Jakarta Barat) dan Mampang (Jakarta Selatan) segera diurai dengan penambahan sedikitnya 1.000 armada bus Trans-Jakarta dan penegakan disiplin secara menyeluruh bagi pengendara. Penambahan armada bus Trans-Jakarta tersebut juga mengantisipasi berjubelnya penumpang terutama pada jam-jam sibuk di halte-halte transit seperti Harmoni dan Dukuh Atas. Pemberlakuan pemerintah daerah tentang larangan merokok di dalam gedung dan sejumlah tempat lain hendaknya semakin dipertegas pelaksanannya. Terlebih para kriminalitas jalanan seperti pencopet, perampasan, dan penodongan yang berkedok orasi dan sejenisnya di dalam angkutan umum perkotaan seperti bus, metromini, mikrolet harus diganjar seberat-beratnya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: