RSS

Sukses adalah Koalisi Besar Kemampuan Diri dan Makhluk Lain Plus Legalisasi Tuhan

EPA

Oleh: Epaphroditus Ph. Mariman

(S = D + M + T)

Tahukah Anda berapa umur nenek Texana Hollis? Detroit News edisi minggu ketiga bulan Januari 2012 dan menjadi berita kolom harian nasional terbitan Jakarta serta situs kompas.com menulis, usia nenek Hollis sekitar 101 tahun. Dalam kondisi “sepuh”, nenek Hollis terpaksa menjalani kehidupan yang cukup tidak mengenakkan. Pada September 2011, ia diusir dari rumahnya karena tidak lagi sanggup membayar cicilan. Rumah satu-satunya disita dan ia ditinggalkan sendirian di kursi roda di luar rumah beserta sejumlah barang miliknya. Mengetahui sahabat lamanya mengalami penderitaan, Pollian Cheeks (69 tahun) membuka diri memberikan tumpangan untuk tinggal. Cheeks kemudian membuka kotak pos untuk menampung sumbangan bagi sang nenek. Ternyata, banyak orang menaruh simpati dan sumbangan terus berdatangan melalui kotak pos tersebut. “Saya berkata kepadanya, banyak orang menyumbangkan uang,” kata Ckeeks.

Bahkan, Tyler Perry yang dikenal sebagai aktor, sutradara, penulis drama, pengusaha, penulis skenario, produser, dan penulis lagu Amerika menelepon dan berbicara dengan Hollis. Perry yang menulis dan memproduksi drama panggung selama periode 1990-an hingga awal 2000-an kemudian menelepon perusahaan konstruksi di St Clair Shores untuk membuat lintasan kursi roda agar memudahkan sang nenek dapat keluar dan masuk. “Lihat, saya yakin sekali, Tuhan tidak pernah berbuat kesalahan. Jika pintu yang satu tertutup, masih ada pintu lainnya yang jauh lebih baik untuk siap dibuka,” kata Hollis.

Ketika mencoba mencari catatan dalam Rekor Dunia Guinness (Guinness World Records) tidak ditemukan daftar nenek Hollis bercokol di sana. Guinness World Records mencatat 100 orang dengan usia hidup terpanjang dan lima orang sebagai catatan tambahan. Dalam catatan tersebut, manusia dengan usia “terpendek” (113 tahun, 289 hari) ditempati oleh Mississippi Winn (31 Maret 1897-14 Januari 2011) asal Amerika Serikat. Sementara, Jeanne Louise Calment (dikenal Jeanne Calment) yang lahir di Arles (Perancis) pada tanggal 21 Februari 1875 sempat merayakan hari ulang tahunnya yang ke-121 pada tahun 1996. Nenek Calment meninggal pada 4 Agustus 1997 dalam usia 122 tahun dan 164 hari. Hingga Februari 2012, Besse Berry Cooper (dikenal Besse Cooper) asal Amerika Serikat menjadi manusia tertua ke-15 yang masih hidup. Cooper lahir pada 26 Agustus 1896, sehingga kini usia nenek Cooper mencapai lebih 115 tahun. Usia “termuda” dan masih menjalani kehidupan adalah Kame Nakamura asal Jepang yang lahir pada tanggal 8 Maret 1898 tercatat lebih 113 tahun.

Bagi Samantha Garvey (17 tahun) dan keluarganya, awal tahun 2012 tidak seperti malam-malam tahun baru sebelumnya. Bertepatan dengan malam Tahun Baru, mereka terusir dari rumah akibat tidak mampu membayar sewa. Olga Coreas Garvey, ibunda Samantha yang pernah menjadi asisten perawat tidak bekerja pasca-kecelakaan mobil bulan Februari 2011. Ayahnya, Leo tidak bisa menutupi tagihan dari gajinya sebagai sopir taksi. Sebelum ke tempat penampungan tunawisma di Bay Shore, selama sekitar satu minggu, mereka berada di penginapan. Kecerdasan Samantha kemudian mengubah kondisi kehidupan keluarga. Kabar sebagai semifinalis kompetisi berhadiah U$ 100.000 pun sampai di keluarga Samantha.

Kisah kegigihan Samantha sempat menjadi sorotan acara bincang-bincang The Ellen De-Generes Show dan membuat pimpinan Dinas Sosial Suffolk Country, Steve Bellone datang dengan sejumlah bantuan terutama rumah sewa bersubsidi. Keluarga Samantha yang terdiri dari lima orang anggota keluarga kemudian pindah ke rumah sewa bersubsidi tersebut. Steve Bellone juga menawarkan kerja magang pada isu-isu kelautan perikanan di Suffolk Country. “Putri saya diberkati,” kata ibunda Samantha. “Saya tidak pernah bosan berterima kasih kepada Tuhan yang memberikan bakat kepadanya. Tak seorang pun mampu menghentikannya,” kata Olga Coreas lagi.

10 Persen Legalisasi Tuhan
Ada beberapa titik makna kehidupan dari kedua kisah tersebut. Kehidupan nenek Hollis dan keluarga Samantha suatu kali diperhadapkan dengan kondisi sulit, yaitu terusir dari rumah akibat tidak dapat melanjutkan pembayaran sewa. Pada saat tepat, kehidupan mereka cukup mengalami perubahan ketika ada peran dari Tuhan (10%) dan orang lain (40%). Jika hidup bisa digambarkan dalam satu garis lurus dan bertumpu pada dua titik kelahiran dan akhir kehidupan (kematian), maka perjalanan hidup yang telah lalu dapat menjadi cermin untuk kehidupan yang akan dijalani setiap insan manusia. Dalam menjalani hidup, setiap orang telah belajar, baik formal maupun non-formal. Ketika diperhadapkan untuk dapat menghasilkan sendiri, masing-masing orang memiliki liku yang berbeda.

50 Persen Milik Anda
Ketika Tuhan sudah memberi garansi atau legalitas sebesar 10 persen untuk kesuksesan setiap pribadi, tiba gilirannya orang itu harus dapat menemukan nilai lebih yang kisarannya mencapai 50 persen. Prosentase ini adalah terbesar dalam sebuah kesuksesan seseorang. Kelebihan masing-masing orang terdapat pada dua hal, yaitu faktor fisik dan non-fisik. Faktor fisik mudah terlihat secara kasat mata dan tidak perlu menggunakan kacamata, meski jika menggunakan juga tidak salah.

Tracy Trinita yang saya jumpai pada Jum’at malam, 17 Februari 2011 seusai mengisi acara talk-show di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Glow Fellowship Centre Jakarta. Di hadapan jemaat, ketika itu, Tracy menyatakan, merasa minder ketika usia sekolah, tingginya sudah mencapai 175 cm. Tinggi badan yang dimiliki Tracy tersebut terlihat mencolok dibanding teman-temannya. Sementara, ibunya memandang dari sisi yang berbeda. Tinggi badan Tracy justru sebagai nilai lebih atau plus. Sang ibu kemudian mengajak Tracy untuk ikut lomba model. Akhirnya, Tracy dikenal sebagai model asal Indonesia yang turut bergabung dengan agen model Internasional di bawah payung Elite Model Management.

Pada lain kesempatan, saya memperhatikan presenter fenomenal televisi Tukul Arwana (nama lahirnya, Tukul Riyanto) dan bintang komedi Sule (nama lahirnya, Entis Sutisna). Dua sosok pria yang kemudian dikenal publik Indonesia lewat adegan-adegannya di layar televisi ketika mengisi acara hiburan. Dua pribadi tersebut kemudian mampu menampilkan kemampuan tersembunyi masing-masing, sehingga menjadi figur yang disukai masyakarat. Dari kejelian dalam mengasah kemampuan, keduanya mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah yang dapat memberikan kehidupan bagi dirinya maupun orang-orang yang dicintainya.

Siapakah pimpinan negara tercantik atau terganteng versi Anda? Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dapat dipandang sebagai sosok pimpinan negara yang memiliki kelebihan secara fisik. Hal sama juga dimiliki oleh Abhisit Vejjajiva (Perdana Menteri Thailand ke-27 periode 17 Desember 2008–5 Agustus 2011). Keduanya adalah pemimpin negara yang memiliki kelebihan secara fisik. Presiden Republik Kosovo ke-3 Atifete Jahjaga juga memiliki kelebihan secara fisik. Tentu bukan hanya dengan kecantikan, Jagjaga kemudian dipilih Parlemen Kosovo untuk menjadi pemimpin negara (presiden).

Sejumlah pemimpin negara berikut menjadi referensi untuk mengembangkan kemampuan yang tersembunyi dalam pribadi Anda. Pemimpin-pemimpin berikut secara fisik kurang memiliki kelebihan, tetapi mereka kini tercatat sejarah sebagai para pimpinan negara dengan masa terpanjang dalam mempertahankan kekuasaannya. Orang bijak akan mampu belajar dari sisi kebaikan dan meninggalkan sifat-sifat buruk dari seorang pemimpin. Karena, pemimpin akan hadir pada saat atau periode tertentu. Pandangan publik menilai pemimpin berkharisma dan baik karena sang pemimpin dimaksud mampu melakukan hal-hal di luar kemampuan orang lain. Di lain waktu, pemimpin yang memiliki kemampuan seperti Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler atau Kepala Negara dan Pemerintahan selama periode 30 Januari 1933–30 April 1945) menjadi bagi banyak orang karena tindakan-tindakannya.

Fidel Castro adalah penguasa terlama yang tidak berasal dari dinasti kerajaan. Castro menjadi Presiden Kuba sejak 16 Februari 1959 hingga benar-benar meletakkan jabatan pada 19 April 2011. Praktis, dia menggenggam kekuasaan di negaranya selama 52 tahun lebih 62 hari. Dari 34 pemimpin atau penguasa yang didaftar oleh wikipedia.org, penguasa terpendek adalah Maumoon Abdul Gayoom. Abdul Gayoom menjadi Presiden Maladewa ke-3 dan terlama di negaranya selama periode 11 November 1978–11 November 2008. Presiden Paul Biya dari Republik Kamerun yang menjabat sejak 6 November 1982 menjadi penguasa ke-9. Kekuasaan Biya yang telah mencapai lebih 36 tahun tidak diketahui kapan akan berakhir.

Ali Abdullah Saleh dari Yaman yang berkuasa sejak 22 Mei 1990mengakhiri kekuasaannya pada 27 Februari 2012 setelah didera gelombang aksi protes massa rakyat. Saleh berada ditampuk kekuasaan Yaman tidak kurang 33. Kekuasaan Saleh semakin rontok setelah menandatangani perjanjian Gulf Cooperation Council pada bulan November 2011 untuk memberikan jalan wakilnya menjadi Penjabat Presiden hingga 21 Februari 2012. Presiden Indonesia ke-2 Suharto (8 Juni 1921–27 Januari 2008) yang menjabat selama 27 Maret 1968–21 Mei 1998 menempati urutan ke-29 dengan kekuasaan selama 31 tahun lebih 70 hari.

40 Persen Milik Makhluk Lain
Bayangkan, bagaimana jika nenek Hollis tidak mendapatkan pertolongan oleh sahabatnya? Bagaimana juga nasib keluarga Samantha jika Samantha tidak tergolong anak cerdas dan mendapatkan pertolongan suku dinas? Pertolongan yang sederhana dengan membuatkan kotak pos untuk amal menghantarkannya diketahui atau dikenal oleh seorang aktor. Karena kepintarannya, kepala suku dinas kemudian mendatangi keluarga Samantha dan memberikan bantuan tempat tinggal untuk keluarga.

Tidak jarang saya mendengar bahwa untuk mencapai sebuah kesuksesan diperlukan suatu kerja keras. Terkait hal ini, saya memilih untuk tidak berdiri pada kelompok tersebut. Saya menarik pidato pelantikan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden Republik Indonesia ke-6 pada tanggal 20 Oktober 2004. Dalam pidato kenegaraan yang di Istana Merdeka dan dikutip oleh berbagai media cetak ketika itu serta saya kutip dalam buku saya yang berjudul “Lambang Pemerintahan di Bahunya” (2006) dikatakan, “Marilah kita bekerja keras untuk menghadapi segala tantangan berat.” Dua bulan setelah menjabat, tepatnya tanggal 26 Desember 2004, Aceh dilanda gempa bumi berkekuatan 9,1 Skala Richter disertai tsunami menerjang Aceh. Sedikitnya, 126.741 orang tewas dan sebanyak 93.285 hilang. Selain menerjang wilayah Indonesia tersebut, tsunami juga menerjang sejumlah negara yaituSri Lanka, Tamil Nadu (India), Thailand, Maladewa, dan pantai timur Afrika terutama di Somalia. Jumlah korban tewas secara keseluruhan mencapai sekitar 230.210– 310.000 dan termasuk dalam enam besar dalam sejarah bencana dengan korban terbanyak di dunia semenjak tahun 1290 yang ketika itu terjadi di China (korban mencapai sekitar 100.000 orang.

Gemba Aceh dalam skala besar terus terjadi. Pada 11 April 2012 terjadi kembali gempa yang berpusat di Simeuleue pada pukul 15.38 WIB dan memicu kepanikan di sepanjang pesisir barat Sumatera. Gempa berikutnya terjadi pada pukul 17.43 WIB berkekuatan 8,8 skala Richter. Para ahli mengkhawatirkan gempa beruntun ini akan memicu gempa yang lebih besar.

Tiga bulan setelah gempa di Aceh tahun 2004 terjadi gempa susulan akibat gemba bumi disertai tsunami di Pulau Nias. Pada tahun 2006, Gunung Merapi meletus. Letusan gunung yang diikuti gempa bumi tersebut melanda Yogyakarta. Kemudian terjadi wabah flu burung dan semburan lumpur di Sidoarjo (Jawa Timur) yang tak diketahui kapan akan berakhir. Selama 2–12 Februari 2007, Jakarta yang merupakan ibukota negara Republik Indonesia dilanda banjir. Sekitar 54 orang diperkirakan meninggal dunia akibat banjir tersebut. Kerugian diperkirakan tidak kurang $400 juta. Dampak banjir meliputi Jakarta, Jawa Barat, dan Provinsi Banten. Kala itu, Presiden Yudhoyono mengizinkan Sutiyoso (ketika itu menjabat Gubernur DKI Jakarta) untuk membuka Pintu Air Manggarai dengan resiko banjir juga menerjang Istana Kepresidenan Jakarta. Selain, pesawat Adam Air yang hilang tanpa diketahui hingga kini serta sejumlah malapetaka lainya. Belum usai masalah korupsi yang melibatkan sejumlah kader partainya, Partai Demokrat termasuk Angelina Sondakh sudah muncul isu kenaikan harga bahan minyak (BBM) pada 1 April 2012.

Seperti judul di atas, Sukses adalah Koalisi Besar Kemampuan Diri dan Orang Lain Plus Legalisasi Tuhan (S = D + M + T). Ketika Anda memutuskan untuk menjadi apa saja, apakah Anda ingin menjadi presiden, menteri, usahawan sukses, atau pelaku kriminal kelas atas, Tuhan tidak pernah melarang secara langsung. Secara tersirat, bahkan diberikan legalisasi sebesar 10 persen. Apakah tindakan yang Anda ambil bijak dan menguntungkan sebagai makhluk ciptaan sepenuhnya akan dipertanggungjawabkan di pengadilan akhir nanti. Tetapi, cita-cita atau harapan indah seringkali berbelok karena godaan-godaan yang mengitarinya. Hal ini menghambat atau membuang kesuksesan yang telah mendapat legalisasi Tuhani, sehingga langkah meraih kesuksesan menjadi tersendat atau gagal. Karena mengembangkan kemampuan sebesar 50 persen tidaklah mudah. Belum lagi meraih simpati atau dukungan orang-orang yang besarnya mencapai 40 persen.

Langkah awal adalah mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan prinsip-prinsip bisnis secara global. Berbicara bisnis tidak terlepas membicarakan hasil atau keuntungan. Hasil akan diraih jika seseorang mampu menonjolkan seluruh kelebihannya, baik secara fisik maupun non-fisik. Kemampuan non-fisik sering muncul dari proses pemikiran dan analisasi. Otak mampu memberikan ide-ide atau gagasan-gagasan cemerlang untuk diaplikasikan dalam kehidupan masing-masing pribadi. Itu, jika Anda merasa tidak memiliki kelebihan secara fisik. Selamat menggapai sukses.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 27 April 2012 in Uncategorized

 

Teladan Zhū Róngjī dan Hakim Illinois

Erwin Pohe

Dr Erwin Pohe A Pohe MBA. Foto: Epaphroditus Ph. Mariman

Oleh: Dr Erwin A Pohe MBA bersama Epaphroditus Ph. M.
Korupsi di Indonesia telah demikian mengakar. Bahkan, telah menjadi budaya. Hingga kini, pimpinan negeri ini masih mencari-cari suatu langkah atau kebijakan untuk menanggulanginya. Mengenai pemimpin negara harus memberikan hukuman yang menimbulkan efek jera, penulis ingat pada seorang tokoh pemimpin China bernama Zhū Róngjī.

Karena dampak rusak korupsi begitu besar, Perdana Menteri Zhū Róngjī mengutarakan agar disediakan 100 peti mati untuk para koruptor. Ketika dilantik Zhū Róngjī (Perdana Menteri Republik Rakyat Cina ke-5 periode 17 Maret 1998–16 Maret 2003) melontarkan gagasan, “Berikan saya 100 peti mati, 99 akan saya kirim untuk para koruptor. Satu buat saya sendiri jika saya pun melakukan hal itu.” (petikannya bisa dibaca di kaskus.us dan blogspot.com). Ucapan sang pemimpin kemudian dibuktikan. Cheng Kejie (mantan Wakil Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional) dijatuhi hukuman mati karena terlibat suap senilai US$ 5 juta. Permohonan banding yang disampaikan ditolak pengadilan. Bahkan istrinya, Li Ping dihukum penjara karena membantu suaminya untuk meminta suap (korupsi).

Di awal tugas, Zhu mengirim peti mati kepada koleganya sendiri. Hu Chang-ging yang pernah menjabat Wakil Gubernur Provinsi Jiangxi pun mendapat jatah satu peti mati itu. Chang-ging ditembak mati setelah terbukti menerima suap berupa mobil dan permata senilai Rp 5 miliar. Xiao Hongbo (lelaki 37 tahun) yang menjabat Deputi manajer cabang Bank Konstruksi China (satu bank milik negara) di Dacheng (Provinsi Sichuan) dijatuhi hukuman mati karena korupsi. Xiao telah merugikan bank sebesar 4 juta yuan atau sekitar Rp 3,9 miliar sejak 1998 hingga 2001. Uang itu digunakan untuk membiayai kehidupan delapan orang pacarnya. Xiao Hongbo menjadi seorang di antara lebih dari empat ribu orang di Cina yang telah dijatuhi hukuman mati sejak 2001 karena terbukti melakukan kejahatan, termasuk korupsi.

Angka 4000 itu, menurut Amnesti Internasional (AI), jauh lebih kecil dari fakta sesungguhnya. AI mengutuk cara-cara seperti itu dan menyebut sebagai suatu tindakan yang mengerikan. Tetapi, bagi Zhu Rongji, itu adalah jalan untuk menyelamatkan Cina dari kehancuran negara dan bangsa. Ratusan bahkan mungkin ribuan peti mati telah terisi, tidak hanya oleh para pejabat korup, tapi juga pengusaha, bahkan wartawan. Selama empat bulan pada periode 2003, setidaknya 33.761 polisi dipecat. Mereka dipecat tidak hanya karena menerima suap, tapi juga berjudi, mabuk-mabukan, membawa senjata di luar tugas, dan kualitas di bawah standar. Agaknya Zhu Rongji paham betul pepatah Cina: bunuhlah seekor ayam untuk menakuti seribu ekor kera. Dan, sejak ayam-ayam dibunuh, kera-kera menjadi takut. Sejak itu, pertumbuhan ekonomi Cina mencapai 10,6 persen per tahun dengan nilai pendapatan domestic bruto sebesar 1.000 dolar AS. Cadangan devisa China mencapai USD 2,454 triliun pada akhir Juni 2010.

Harian Kompas, Senin, 28 November 2011 merilis daftar beberapa koruptor di China yang divonis mati, yaitu Wakil Gubernur Provinsi Anhui divonis mati pada Februari 2004 karena suap sebesar USD 623.000 dan tidak mampu menjelaskan asal-usul uang sebesar USD 600.000 di rekeningnya. Bi Yuxi (administrator jalan raya Beijing) divonis pada Maret 2005 karena suap sebesar USD 1,2 juta dan penggelapan sebesar USD 360.000 dana publik. Li Baojin (mantan jaksa penuntut di kota Tianjin Utara) divonis pada Desember 2007 karena suap dan penggelapan senilai USD 2,66 juta saat ia menjabat kepala jaksa dan wakil kepala polisi di Tianjin. Zheng Xiaoyu (pejabat Dinas Kesehatan dan Makanan) divonis Juli 2007 karena suap USD 850.000 sebagai imbalan untuk menyetujui obat belum teruji dan obat-obatan palsu. Chen Tonghai (mantan Ketua China Petroleum and Chemical Corporation) divonis Juli 2009 karena suap lebih dari USD 28 juta. Li Pelying (mantan Presiden Capital Airports Holding Company) divonis Agustus 2009 karena suap sebesar USD 4,1 juta. Wen Qiang (mantan wakil kepala polisi dan kepala keadilan di Chongqing) divonis pada Juli 2010 karena menerima suap untuk melindungi “gangster”. Zhang Chunjiang (mantan petinggi China Mobile) divonis pada Juli 2011 karena suap sebesar USD 1.150.000.

Pada Desember 2011, James Block Zagel (hakim yang bertugas pengadilan di Negara Bagian Illinois) menjatuhkan hukuman 14 tahun penjara terhadap Rod R Blagojevich (Gubernur Illinois ke-40 periode 13 Januari 2003–29 Januari 2009). Blagojevich diputus bersalah oleh para juri dalam 18 kasus korupsi termasuk berusaha “menjual” kursi senator di Amerika Serikat yang kosong setelah ditinggalkan Barack Obama dengan imbalan jabatan kabinet di Washington. Blagojevich juga berusaha memaksa pemilik surat kabar The Chicago Tribune memecat para wartawannya yang kritis terhadap berbagai kebijakan selama menjabat gubernur di Illinois.
Blagojevich didakwa oleh juri agung federal pada bulan April 2009 dan dinyatakan bersalah pada 17 Agustus 2010. Pada 27 Juni 2011, jaksa menemukan dari 17 dari 20 tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Dia ditemukan bersalah atas semua tuduhan yang berkaitan dengan kursi senat dan suap. Pada Rabu, 7 Desember 2011, Blagojevich dijatuhi hukuman 14 tahun di penjara federal. Berdasarkan aturan federal, Blagojevich akan menjalani 85% atau 12 tahun dari masa hukumannya. Dia akan mulai menjalani masa hukuman pada tanggal 16 Februari 2012.

Sebelum dijatuhi hukuman, sejumlah tokoh nasional seperti Barack Obama ( Presiden Amerika Serikat ke-44), Dick Durbin (Senator Amerika Serikat untuk Illinois), Patrick Joseph “Pat” Quinn III (Gubernur Illionois ke-41, penggantinya), dan Howard Brush Dean III (Gubenur Vermont ke-79 periode 14 Agustus 1991–8 Januari 2003) menyerukan pengunduran dirinya sebagai gubernur. Seruan pengunduran diri juga disuarakan oleh sejumlah tokoh Partai Republik dan Demokrat di Amerika Serikat.

Hukuman bagi Blagojevich merupakan hukuman terberat dibandingkan para pendahulunya. Lima dari sembilan gubernur terakhir yang memimpin Illinois dihukum penjara karena korupsi, termasuk George Homer Ryan Sr (Gubernur ke-39 periode 11 Januari 1999–13 Januari 2003). Karir politik Ryan rusak oleh skandal suap sejumlah perizinan oleh pemerintah. Ryan memilih tidak mencalonkan diri untuk dipilih kembali pada tahun 2002. Sebanyak 79 mantan pejabat negara, pelobi, dan lain-lain telah dimintai keterangan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 76 orang dijatuhi hukuman.

Skandal korupsi yang menyebabkan kejatuhan Ryan dimulai penyelidikannya oleh hukum federal satu dekade sebelumnya atas kasus kecelakaan mematikan di Wisconsin yang menewaskan enam anak dari Rev Duane “Scott” Willis dan istrinya, Janet. Penyelidikan menunjukkan bahwa sekretaris Ryan yang mengemudikan truk tidak mengantongsi SIM (Surat Ijin Mengemudi) seperti yang disyaratkan seorang pengemudi di jalanan. Associated Press menulis dalam laporannya, “Penyelidikan dilakukan selama delapan tahun dan menjadi sebuah investigasi korupsi yang panjang hingga akhirnya menyebut nama Ryan yang menjabat gubernur.”

Pada Maret 2003, Scott Fawell yang menjadi manajer kampanye dan pernah menjadi kepala staf Ryan dihukum bersama atas tuduhan pemerasan dan penipuan terhadap dana kampanye Ryan. Mantan wakil manajer kampanye, Richard Juliano mengaku bersalah atas tuduhan terkait dan bersaksi di pengadilan melawan Fawell. Penyelidikan akhirnya mengarah pada seorang mantan gubernur. Pada Desember 2003, Ryan dan pelobi Lawrence Warner dijadikan terdakwa sebanyak 22 kasus hukum federal. Kasus tersebut termasuk pemerasan, penyuapan, pemerasan, pencucian uang, dan penipuan pajak. Dalam surat dakwaan menuduh bahwa Ryan mengarahkan kontrak beberapa negara yang menguntungkan segelintir orang. Ryan dituduh berbohong kepada penyelidik dan menerima uang tunai, sejumlah hadiah, dan pinjaman sebagai imbalan atas kebijakannya sebagai gubernur. Akhirnya, pada akhir tahun 2005, kasus tersebut sampai ke pengadilan.

Pada tanggal 17 April 2006, hakim menemukan tindakan menyimpang yang dilakukan Ryan dan koleganya. Pada tanggal 6 September 2006, Ryan dijatuhi hukuman dan diharuskan menjalaninya selama 6,5 tahun hukuman penjara. Ryan dijebloskan ke penjara pada tanggal 4 Januari 2007, tetapi pengadilan banding memberikan keringanan dengan bebas bersyarat. Putusan kemudian dikuatkan oleh Pengadilan Banding Sirkuit Ketujuh pada 21 Agustus 2007 dan review oleh Sirkuit Ketujuh menolak pada 25 Oktober 2007. Sirkuit Ketujuh kemudian menolak upaya Ryan untuk tetap bebas ketika Mahkamah Agung Amerika Serikat belum menjatuhkan putusan tetap yang terbukti bersalah. Akhirnya, Mahkamah Agung menolak perpanjangan jaminan dan Ryan dijebloskan ke Kamp Penjara Federal di Oxford (Wisconsin) pada tanggal 7 November 2007. Pada 29 Februari 2008, dia dipindahkan dengan fasilitas keamanan menengah di Terre Haute (Indiana) setelah Oxford mengubah hukumannya karena alasan kesehatan bagi tahanan di atas 70 tahun. Ryan terdaftar sebagai tahanan federal dengan nomor 16627-424 dan dijadwalkan pembebasannya pada 4 Juli 2013.

Korupsi di Indonesia
Seorang wartawan bercerita bahwa suatu kali ketika sedang terjebak oleh kerumunan orang di antrean Bus Transjakarta (Busway) menuju arah Terminal Pulo Gadung, dia memaksa diri mengikuti anteran panjang di halte Busway Dukuh Atas. Ketika tiba giliran untuk maju, dengan santainya, wartawan ini melangkahkan kaki tidak seperti para antrean lainnya yaitu dengan cepat-cepat merapat tetapi dengan irama yang telah diaturnya sendiri. Dia santai saja. Siapa pun yang mendahuluinya dipersilahkan. Setelah mencoba menghitung sejak orang pertama yang mendahuluinya hingga menjelang antrian di pintu masuk ke dalam bus, tidak kurang 30 orang sudah mendahuluinya. Ternyata, dengan orang pertama yang mendahuluinya dengan sang wartawan tersebut bisa naik Bus Transjakarta dalam satu kendaraan. Hebatnya, sang wartawan juga tidak tidak mendapat tempat berdiri tetapi dapat menikmati tempat duduk yang agak eksklusif itu. Di akhir cerita sang wartawan bertanya, siapa yang pintar? Apakah dia sebagai orang Jawa yang terkenal agak membutuhkan waktu lebih ketika melakukan sesuatu. Ternyata tidak? Jawa (Indonesia) asli adalah orang atau keturunannya. Namanya mengambil nama dari bahasa atau tokoh Yunani. Dia berpikir mengikuti cara orang Jerman, sehingga mampu melontarkan sejumlah gagasan kreatif. Menghargai orang lain sudah menghindarkan diri dari perbuatan korupsi. Hebat benar si wartawan ini.

Di satu sisi, pemerintah DKI Jakarta telah menerbitkan peraturan untuk tidak merokok di dalam ruangan. Ternyata, di mall-mall atau pusat-pusat  perbelanjaan dan kendaraan-kendaraan umum serta perkantoran ekslusif di Jakarta masih sangat sering didapati orang-orang yang merokok di dalam gedung yang berpendingin udara (AC). Di Gedung MPR/DPR/DPD sejumlah puntung rokok bertebaran di mana-mana. Bahkan, suatu kali wartawan menginformasikan kepada saya, ketika sedang menjalani tugas jousnalistik, dia mendapati tiga orang anggota DPR sedang merokok di dalam ruang rapat Komisi saat rapat dengar pendapat segera digelar.

Tindakan anggota dewan dan banyak orang yang mencoba menantang peraturan pemerintah tersebut sudah termasuk korupsi tempat. Tak heran jika pada tahun 2011, majalah Forbes menyusun daftar dan menempatkan para pengusaha rokok berada di posisi teratas dalam hal kekayaan. Bagi saya, memproduksi rokok dan turunannya turut menyebarkan benih-benih korupsi. Selain korupsi tempat (karena merokok tidak pada tempatnya juga berpotensi menyuap pengelola negara dengan kekayaan yang dimiliki pengusaha rokok). Kabarnya, peredaran uang dari rokok di Jakarta per hari mencapai Rp 5 miliar. Berapa nilai edar dalam sebulan, setahun, hingga satu periode kepemimpinan seorang pejabat daerah seperti gubernur? Tak heran jika sejumlah calon berlomba-lomba untuk maju dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta pada tahun 2012. Jika yang mengaku ahli saja tak sanggup menghindarkan korupsi yang terjadi pantas dipertanyakan dimana letak keahliannya. Tetapi jika ingin kaya, tirulah pendiri Facebook yang dalam beberapa tahun saja kekayaannya telah mencapai Rp 800 triliun. Di mana kunci sukses pendiri Facebook? Kuncinya tidak lain adalah faktor memberi atau amal. Pernahkah di antara para pengguna Facebook ditarik iuran ketika Facebooknya akan diaktifkan? Lebih sering memberi akan mendekatkan seseorang pada kekayaan, setidaknya telah kaya hati. Lebih sering memikirkan diri sendiri mendekatkan seseorang pada tindakan korupsi di berbagai sendi kehidupan.

Korupsi di jalan? Wow, sangat mencolok terlihat. Jalan yang sudah diatur oleh petugas jalan raya dipergunakan para pengendara dengan seenaknya. Jalur yang seharusnya diperuntukkan untuk kendaraan beroda empat atau Bus Transjakarta tetap dilalui pengguna kendaraan beroda dua. Seringnya terjadi kecelakaan sehingga mengakibatkan seseorang meninggal tak membuat pengendara lain untuk tunduk pada peraturan tetapi justru seperti menantang aparat. Sementara, para aparat yang tidak menegakkan disiplin juga dapat digolongkan korupsi karena tidak menjalankan tugas yang diberikan negara dengan baik.

Demi meminimalisir tindakan korupsi, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud Md melontarkan gagasan untuk membangun “kebun koruptor”. Calon pemimpin KPK, Bambang Widjojanto menyatakan setuju dengan gagasan tersebut. Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsudin mendukung usulan itu. “Pendeknya, mereka harus menjalani neraka dunia karena telah menjadi koruptor,” kata Din Syamsudin seperti dikutip Koran Seputar Indonesia edisi Selasa, 29 November 2011. Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo mengatakan, hukuman efektif untuk para koruptor adalah dengan menyita harta kekayaannya. Dengan pemiskinan, koruptor tidak tidak lagi mempunyai harta sehingga menderita pada sisa hidupnya. “Aparat hanya perlu menyita hartanya,” kata Bambang Soesatyo dalam kutipannya dengan wartawan.

Penangkapan terhadap Muhammad Nazaruddin, mantan bendahara Partai Demokrat yang ketika itu masih menjabat Anggota Dewan Perwakilan Rakyat periode 2009-2014 di Kolumbia pada 7 Agustus 2011 bukan menyiutkan nyali bagi pelaku-pelaku korupsi dan suap di Indonesia untuk menyerahkan diri kepada aparat penegak hukum. Potret hampir serupa ditunjukkan saat penangkapan Nunun Nurbaetie di Thailand dengan mengenakan kerudung di kepala, kacamata hitam, dan memakai masker di mulut. Nunun menyembunyikan diri dari Indonesia karena dikejar aparat Komisi Pemberantaran Korupsi (KPK) akibat sejumlah cek yang diterima oleh anggota-anggota Komisi IX DPR periode 1999-2004.

Teladan untuk berlaku tidak korupsi sebenarnya sudah didengungkan oleh Bapak Pendiri Bangsa Indonesia, Soekarno. Peringatan semacam itu telah disampaikan melalui lagu khas daerah Jawa yang berjudul “Kuwi Apa Kuwi” (Itu Apa Itu atau Apakah Itu?). Seorang wartawan menginformasikan kepada saya, bahwa pesan moral Presiden Republik Indonesia pertama tersebut dikumandangkan pada sebuah pagelaran wayang kulit di komplek MPR/DPR/DPD-RI beberapa waktu lalu. Ketika itu, seorang penyanyi Jawa (disebut Sinden) menyanyikan lagu karya Soekarno dalam empat versi bahasa, yaitu Jawa, Indonesia, Inggris, Jepang, dan Arab. Di tengah syair tersirat agar segenap anak bangsa untuk tidak melakukan korupsi, karena hal itu akan menghancurkan negara.

Meluruskan pohon yang sudah bertumbuh puluhan tahun perlu usaha sangat keras. Meski akar pohon yang berumur ratusan atau ribuan tahun sudah menembus berjuta-juta lapisan tanah dan batu keras pun, pada akhirnya mati karena usia. Tetapi, ketika moral manusia sudah mengakar hingga turun generasi ke generasi yang saling sambung menyambung tidak mudah untuk diluruskan. Langkah ekstrim, misalnya melenyapkan satu atau dua generasi pun tidak menjamin untuk berubah menjadi karakter yang baik. Yang perlu hanya satu, pemimpin tegas menegakkan hukum-hukum kebenaran dan keadilan bagi segenap elemen berbangsa dan bernegara. Ketika peraturan sudah dibuat hendaknya dijalankan dengan sebenar-benarnya, bukan seperti pedang yang tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Pedang itu harus bermata dua, ke bawah tajam dan ke atas justru lebih tajam lagi karena yang di atas adalah pengemban amanat Tuhan. Para pengelola negara harus paham betul bahwa mereka adalah wakil Tuhan di bumi ini. Ketika mereka tidak menjalankan dengan betul, maka Tuhan akan menuntut pertanggungjawabannya kelak.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16 April 2012 in Uncategorized

 

Wanita Pertama Bersidang Bersama Putri Kecilnya

Licia Ronzulli

Licia Ronzulli. Sumber Foto: liciaronzuli.it

Pada 17 Februari 2012 pukul 18.34 waktu Eropa, situs inprofunzime.md menampilkan gambar atau foto seorang wanita sedang duduk di bangku nomor 765 sedang mengangkat tangan kanannya yang diikuti oleh anak perempuan berusia sekitar 1,5 tahun di pangkuannya. Wanita bernama Licia Ronzulli tersebut adalah seorang anggota Parlemen Eropa dari Italia. Foto tersebut juga dipublikasikan koran QN pada edisi Kamis, 16 Februari 2012 di halaman 19. Hasil scan atau repro koran QN di diunggah di situs pribadinya, liciaronzulli. Foto-foto sejenis juga mudah terakses di google.co.id. Koran Berita Kota juga menampilkan foto tersebut di halaman 12 untuk rubrik Ragam dengan judul “Bayi 18 Bulan Ikut Sidang Parlemen Eropa”.

Seluruh aktivitas Licia bersama anak perempuannya yang masih kecil di gedung parlemen dalam sidang pleno Parlemen Eropa di Strasbourg pada Rabu, 15 Februari 2012 tersebut terekam oleh kamera foto. Ketika duduk di kursi bernomor meja 765, di samping kanan dan kiri adalah anggota parlemen laki-laki dengan nomor 764 dan 766. Tampak di depannya, tiga orang anggota parlemen laki-laki dengan nomor meja 678, 679, dan 680.

Licia Ronzulli lahir di Milan (Italia) pada tanggal 14 September 1975. Dia memenangkan kursi parlemen pada Pemilihan Umum Parlemen Eropa tahun 2009 dari Italia. Pemilu Eropa untuk memilih 72 anggota Parlemen Eropa (MEP) yang mewakili Italia diadakan pada hari Sabtu dan Minggu, tanggal 6-7 Juni 2009. Hasil pemilu diputuskan pemerintah Italia pada tanggal 18 Desember 2008. Pada hari yang sama juga dilaksanakan pemilihan umum di tingkat lokal. Jabatan anggota Parlemen Eropa dari Italia dimulai sejak 7 Juni 2009 dari Partai Kebebasan Rakyat (PdL: Il Popolo della Libertà atau The People of Freedom) pimpinan Silvio Berlusconi (Perdana Menteri Italia periode 10 Mei 1994–17 Januari 1995, 11 Juni 2001–17 Mei 2006, dan 8 Mei 2008–16 November 2011) dan menjadi anggota komite Urusan Ketenagakerjaan dan Sosial (Committee on Employment and Social Affairs).

lLicia Ronzulli dengan Victoria

lLicia Ronzulli dengan Victoria. Sumber Foto: inprofunzime.md

Dia mengajak putrinya, Victoria dalam berbagai kegiatan di Parlemen Eropa. Dia menikah dengan Renato Cerioli yang juga sebagai anggota dari partai yang sama. Ia menjadi anggota komisi keamanan lingkungan, kesehatan, dan keamanan pangan di Strasbourg. Sebelum menjadi direktur rumah sakit dan kemudian beralih ke politik, dia bekerja sebagai perawat di Milan dan Bangladesh.

Keikutsertaan Victoria di sidang parlemen tidak merepotkan dan terlihat nyaman mendampingi sang ibu menjalankan tugas-tugas kenegaraan. Victoria telah diajak menghadiri sidang oleh ibunya ketika baru berumur enam minggu pada September 2010. Ketika itu, Victoria sedang tidur dengan tenang di gendongan ibunya. “Ini bukan tindakan politik, tapi langkah seorang ibu. Karena, saya ingin bisa selama mungkin bersana anak. Ini juga untuk mengingatkan masyarakat bahwa masih banyak ibu yang tidak beruntung, karena tidak bisa membawa anaknya ke tempat kerja,” kata Licia seperti dikutip pers Indonesia. (wkd/Epaphroditus Ph. M.)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 20 Februari 2012 in Uncategorized