RSS

Cynthia Maramis

Cynthia Maramis

Cynthia Maramis

Akhir Cinta Romeo-Juliet

Biduk rumah tangga yang dijalani artis periode 1980-1998, Cynthia Maramis dengan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2004-2009 dari Fraksi Partai Damai Sejahtera (PDS), Adrian Tapada SE benar-benar sudah tidak dapat dipertahankan lagi. Sidang gugatan cerai yang diajukan Cynthia Maramis berproses di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dua kali sidang gugatan cerai pada akhir Oktober 2012 digelar tanpa dihadiri Adrian Tapada sebagai tergugat. “Sidang ditunda pada Kamis, 8 November 2012 dengan acara pemanggilan terakhir dengan peringatan. Apabila si Tergugat tidak datang, agendanya dilanjutkan dengan sidang Verstek,” demikian pesan singkat dari Pengacara Farhat Abbas kepada Cynthia Maramis yang diforward kepada pers.

Pada tahun 2010, Cynthia Maramis pernah menyampaikan hal itu kepada awak media. Ketika itu, nominator pemeran pembantu utama wanita terbaik sinetron Untukmu Segalanya II (1996) ini hanya menyatakan, ingin berpisah secara baik-baik karena sudah tidak ada ketidakcocokan lagi. Namun, pada akhir Oktober 2012, ibu tiga putra dari perkawinan dengan Adrian Tapada ini mengutarakan sejumlah alasan perihal perceraian itu.

“Selama dua tahun sejak tahun 2010, saya diam. Tetapi, dengan diam itu, ternyata tidak cukup menolong kehidupan. Saya mendengar ada isu-isu yang tidak mengharumkan nama saya. Isu selingkuh, tidak melayani suami, atau hal-hal miring lainnya. Rupanya, kali ini saya harus bersuara untuk membuka sekaligus membantah bahwa isu yang berembus di kalangan keluarga Kawanua tidak benar,” kata wanita kelahiran Jakarta, 4 Juniu 1966 ini.

“Bahwa, kabar tidak menyejukkan hati saya pertama kali bersumber bukan dari kalangan pers atau wartawan. Jikalau ada insan pers yang berhasil menemui saya pada akhir bulan Oktober 2012 untuk meminta hak jawab saya, itu merupakan kehendak Tuhan. Jika ada niat baik dari AT, mengapa tidak menghadiri proses cerai yang sedang berjalan di pengadilan. Jika sibuk dibuat sebagai alasan, justru kesibukan itu yang saya pertanyakan. Sibuk bekerja atau untuk urusan-urusan lainnya. Konsekuensi bekerja adalah hasil. Faktanya, berbulan-bulan uang sekolah tiga anaknya tidak terbayar. Akibat pembayaran bulan Juli-Desember 2011 yang belum dilunasi, pihak sekolah memulangkan 2 anak saya (Sem dan Jojo). Selama sembilan bulan saya menantikan penyelesaiannya, ternyata tidak ada realisasi. Pada bulan Juli 2012, Adrian langsung memindahkan ke sekolah lain dengan kondisi meninggalkan hutang di sekolah yang pertama. Guru les tutor mereka setiap hari butuh biaya Rp 500.000,- juga tidak terbayarkan. Kebutuhan hidup saya yang besar otomatis tidak mampu terpenuhi,” kata Cynthia.

“Agar kehidupan rumahtangga tidak lebih memprihatinkan lagi, kemudian saya menerima tawaran untuk kembali bermain sinetron. Ada dua judul, yaitu “Kesetiaan Cinta” dan “Perempuan Pembawa Berkah” selama tahun 2009 dan 2010. Ketika kontrak sinetron selesai, dan belum ada penghasilan yang masuk, saya menjual dua mobil mewah dan perhiasan-perhiasan emas yang saya hasilkan ketika belum menikah,” tutur pelantun tembang Air Mata Rindu karya A Riyanto (alm) tahun 1986 ini.

Cynthia Maramis bersama putra-putranya; Samuel, Joseph, dan Avraham

Cynthia Maramis bersama putra-putranya; Samuel, Joseph, dan Avraham

Tiga Alasan

Cynthia melanjutkan, pada tahun 2010, semuanya terkuak. “Saya mendapatkan bukti bahwa AT memiliki Kartu Kredit. Setelah dicek bersama di Bank Mandiri, saya mendapatkan 70 lembar bukti transfer. Dari catatan, 70 lembar print bank, tidak satu pun tertera bukti transfer atas nama Cynthia Maramis. Ternyata, pembukaan rekening itu dilakukan pada Oktober 2003 dan tanpa sepengetahuan saya sebagai istri waktu itu. Jika dikatakan bahwa seluruh penghasilan untuk saya seorang, print bank membuktikan hal itu,” katanya.

“Pada tahun 2007, sebanyak tiga kali, Adrian Tapada mencoba melakukan pelecehan seksual atau percobaan pemerkosaan terhadap keponakan saya atau anak adik saya. Dua kali dilakukan di lift dan satu kali di ruangan tamu apartemen yang saya beli dari berkarier entertainment saat belum menikah. Sebenarnya, mau empat kali. Tetapi, keponakan saya langsung mengalihkan perhatian dengan menerima telepon temannya dan segera pergi meninggalkan apartemen. Demi nama baik, hal ini saya tutup hingga tahun 2010. Karena saya menghargai, seburuk-buruknya perilaku seseorang, saya berpikir bahwa meskipun ada bekas suami, tetapi tidak ada bekas ayah untuk anak-anaknya,” tandas Cynthia.

“Dua tahun terakhir, saya juga mendengar, baik dari suster saya, tetangga, satpam, maupun temen-temen pers serta mantan asisten pribadi saya tentang pelecehan seksual itu. Semakin tidak heran, karena pernah pada suatu malam, saya sengaja menunggu kedatangannya di rumah tetapi tidak pulang. Ternyata, pada malam kedua, Adrian berada di Hotel Maharani (Jakarta Selatan). Saya mendapatkan itu benar-benar merupakan suatu keajaiban di dalam doa. Saat itu, Adrian langsung mengangkat telepon dan mengatakan, ‘Hallo..’” dan saya mengatakan: ‘Bagus, ya, kamu,’” urai Cynthia.

Kisah Romeo-Juliet

Cynthia mengemukakan, alasan menikah pada usia 37 tahun adalah untuk meraih kebahagiaan. “Meskipun lahir di Jakarta dan tumbuh serta berprofesi di Kota Metropolitan, saya tetap memiliki hubungan batin dengan keluarga Kawanua di Sulawesi Utara. Saya memutuskan menikah pada usia 37 tahun. Bagi saya, apa nikmatnya tidur di atas uang berlimpah, jikalau saya tidak memiliki keluarga. Cerita masa lalu, saya tinggalkan untuk suatu kehidupan mulia yang Tuhan kehendaki,” kata Pendiri Yayasan Shekinah Glory Family (YSGF) sekaligus Pemimpin Umum “Tabloid Shekinah” ini.

“Saya memutuskan menikah dengan seorang pria yang tidak memiliki jabatan dan latar belakang ekonomi yang baik. Untuk biaya pernikahan sebesar Rp 5 juta saja, saya pinjam dari seseorang beserta bunganya. Ada jemaat yang menyumbang konsumsi makanan prasmanan untuk para tamu tanpa minta dibayar. Untuk menguatkan argumentasi ini bisa didengar tanggapan dari jemaat di Gereja Bukit Zaitun (Jakarta Pusat). Mey Mey Beauty Salon juga turut meminjamkan mobil pengantin untuk saya sebagai pengantin wanita ketika itu. Saya menerima Adrian Tapada apa adanya. Saya ingin, dia menjadi suami yang baik. Jika saya menuntut suami yang baik, berarti saya juga harus baik,” kata pelantun lagu religi Kristiani Hanya Yesus yang Kuperlu produksi “Shekinah Glory Family” ini.

Adrian Tapada with his girlfriend was tagged on 22nd Oct 2011 by Teddy Matheos

Adrian Tapada with his girlfriend was tagged on 22nd Oct 2011 by Teddy Matheos

Tanggapan Adrian Tapada

Terhadap semua pernyataan miring yang dilontarkan kepada pers, Adrian Tapada menyatakan, tidak ingin berdebat kusir dengan Cynthia Maramis. “Saya tidak pernah turut campur masalah ibu. Tuduhan bahwa saya menyebarkan isu perselingkuhan, sama sekali tidak benar. Saya tidak pernah ngomong ke siapa-siapa soal kisruh rumahtangga,” kata Adrian Tapada.

“Soal rekening sendiri bahwa 80% untuk ibu. Jadi, tidak perlu klarifikasi. Jangan coba-coba menuduh saya! Jangan membangunkan Macan tidur! Jangan memunculkan hal-hal yang tidak baik di masyarakat! Siapa yang memberitahu ibu bahwa ada orang-orang yang ngomong soal perselingkuhan sewaktu ada acara di Hotel Aerotel Kawanua pada Sabtu, 20 Oktober 2012 yang diadakan Keluarga Kerukunan Kawanua (KKK)? Apakah itu keluar dari mulut saya? Kan, tidak. Waktu disampaikan ke ibu, ibu emosi dan disangka saya yang menyebarkan isu. Sehingga, ibu mengeluarkan semua uneg-unegnya. Lalu, muncul kabar percobaan perkosaan terhadap keponakannya. Pelecehan terhadap pembantu yang mana? Apakah saya sekejam itu? Jika dua hal itu dimunculkan, kasihan anak-anak. Jadi, saya tidak usah klarifikasi,” tambah Adrian.

“Ibu mau ngomong, saya tidak mau melawan. Setiap orang punya hak bicara. Ibu emosional dan terpancing wartawan yang menginginkan sebuah berita. Seolah-olah ada yang ngomong begini-begitu. Yang ngomong itu siapa? Apakah itu keluar dari mulut saya? Mengapa kemudian ibu curhat tentang pembantu?” tandas Adrian. (Epaphroditus Ph. M.)

 

3 responses to “Cynthia Maramis

  1. meggi

    20 Desember 2012 at 12:25

    Dari gereja mana ini orang? Si suami anggota DPR dari PDS ya. malu-maluin gw aja!

     
    • Cynthia Maramis

      24 Desember 2013 at 10:01

      Adrian Tapada menjadi anggota DPR pada periode 2004-2009 menggantikan Jeffry Massie pada tahun Januari 2009 s/d Oktober 2009 (9 bulan) dari PDS. AdrianTapada bergereja di GPdI sedangkan wanita yang ada di foto tersebut, ditengarai, bergereja di Gereja Tiberias Indonesia (GTI).

       
  2. kurniawan

    22 Desember 2012 at 06:49

    maaf saya mau bicara, kenapa foto tante saya.. ada bersama Adrian.. pake di tulis girlfriend segala.. itu tidak benar tante saya.. sudah nikah.. dan menurut pengakuan tante saya pak Adrian hanya rekan bisnis, jangan bikin gosip yang ga karuan, terus gak boleh memasukan foto tanpa seiizin orang tersebut..

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: