RSS

Selebriti-Politisi Indonesia

Memilih Bisnis Setelah Tak Aktif Berakting

Setelah biduk rumah tangganya berjalan sekitar tujuh tahun, akhirnya bersepakat berpisah dengan sang suami secara baik-baik. Sejak akhir tahun 2010, Cynthia Maramis telah berpisah ranjang. Proses perceraian bintang sinetron Untukmu Segalanya II (1996) ini belum atau tidak terungkap ke publik hingga Januari 2012.

Selain kasus tersebut, Cynthia Maramis diperhadapkan dengan masalah asset pribadinya di suatu lokasi di Jakarta Selatan. Pada 9 Desember 2010, artis periode 1980-1998 ini mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan dengan didampingi pengacara. “Panitera Sekretaris Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Novran Verizal SH MH mengajukan bahwa ‘ada keleliruan’ mengenai obyek sengketa aset ibu Cynthia Maramis yang rencananya akan diadakan lelang,” kata Jenrey Simamora, pengacara Cynthia Maramis di kantor advokat Jenrey Simamora & Associate.

Keberatan dari kuasa hukum dan Cynthia Maramis didasari atas proses pelelangan yang tidak sah mengingat aset yang hendak dilelang masih dalam tahap perkara kasasi di Mahkamah Agung (MA). “Kesimpulannya bahwa lelang ditangguhkan atau ditunda, karena belum ada keputusan yang tetap mengenai perkara aset tersebut,” kata Jenrey.

Kasus berpisah terjadi karena merasa sudah tidak ada kecocokan lagi. “Ya, karena sudah tidak ada kecocokan lagi,” kata Cynthia Maramis pada suatu kesempatan di sebuah mall. Sekedar mengilas balik, prosesi pernikah-an Cynthia Maramis dengan sang suami, Adrian Tapada SE, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2004-2009 dari Fraksi Partai Damai Sejahtera (F-PDS) yang dilaku-kan pada Januari 2003 telah luput dari liputan pers. Pesta pernikahan pun jauh dari hingar-bingar selebriti pada umumnya. Hanya kalang-an dekat saja yang diundang untuk menghadiri acara itu. Selama tujuh tahun menikah, pasangan ini telah dikaruniai tiga anak laki-laki. Selama ini, mereka tinggal di sebuah apartemen di kawasan Jakarta Barat.

Tentunya, publik tidak melupakan kabar media infotainment tentang hubungan khusus wanita kelahiran Jakarta ini dengan Laksmana TNI (Purn) Soedomo yang menjabat Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA) periode 1993-1998. Kabar itu pun sirna dengan sendirinya dan Cynthia juga tidak pernah memberikan pernyataan pers secara terbuka. Beberapa kali merencanakan pernikahan, tetapi gagal. Kemudian, dia memutuskan menikah dengan Adrian, seorang pria yang dikenalnya pada suatu kesempatan.

Karier “Entertainment”

Dunia entertainment sepertinya membawa kesuksesan tersendiri baginya. Kesenangan-nya pada seni suara telah terbentuk sejak ia duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Talenta ini semakin terasah ketika dia duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Pada saat itu, putri pertama dari lima bersaudara dari pasangan Hendrick Maramis dan Bertha Pauline Huppe ini sudah merilis album pop Indonesia yang diproduksi DS Record dan Win Record.

Pada tahun 1986, Cynthia meluncurkan album karya A Riyanto (alm) dengan judul Air Mata Rindu. Pada 1994, dia bermain sinetron (sinema elektronik) yang berjudul Untukmu Segalanya I dan ditayangkan di layar kaca “Rajawali Citra Televisi” (RCTI). Stasiun televisi swasta pertama di Indonesia ini kembali menayangkan aktingnya dalam sinetron Senja Makin Merah (1995) dan Untukmu Segalanya II (1996). Lewat sinetron ini, ia meraih penghargaan sebagai nominator pemeran pembantu utama wanita terbaik. Aktingnya dalam sinetron berjudul Sebuah Permintaan (1997) ditayangkan “Surya Citra Televisi” (SCTV).

Pada 1998, stasiun televisi “Indosiar” menayangkan aktingnya dalam judul sinetron Kupu-kupu Kertas dan Takdir. Sinetron berjudul Kupu-kupu Kertas kemudian menghantarkan-nya meraih penghargaan sebagai nominator pemeran utama wanita terbaik. SCTV kembali menayangkan aktingnya dalam sinetron berjudul Kasih Tiada Batas pada tahun 1998. Pada tahun itu juga, dia merilis album ciptaan Rudy Loho yang berjudul Tinggal Satu Bulan dan Maxie Mamiri dengan judul Perasaan Wanita.

Setelah sekitar 12 tahun tidak tampil, pada 7 April 2010, dia kembali terjun ke dunia akting. Sinetron perdananya berjudul Kesetiaan Cinta yang ditayangkan SCTV setiap hari Senin-Kamis pada tengah malam atau sekitar pukul 22.30-23.30 WIB. Rencana semula, dia akan menjalani kontrak dengan MD Entertainment sebanyak 300 episode. Tetapi, belum sempat menembus angka itu, dia menyatakan break hingga waktu yang tidak ditentukan. Dalam sinetron tersebut, dia berperan sebagai ibu/tante/nyonya Farida yang kaya tetapi menderita dalam batin karena sejumlah masalah yang menerpa kehidupan dan keluarganya. Sinetron yang turut dibintanginya diputar di salah satu stasiun televisi swasta sepanjang bulan Romadhon 1432-H ini.

Bidang Sosial

Pada suatu kesempatan, Cynthia pernah mengatakan bahwa bidang pelayanan seolah lekat dengan dirinya. Selain pernah tampil menyanyikan lagu-lagu religius kristiani, dia juga menyediakan tempat persekutuan doa dan ibadah kepada Yang Maha Kuasa. Setidaknya, ada dua tempat yang pernah dipakai untuk beribadah setiap tengah atau akhir minggu, yaitu di Kondominium Kelapa Gading dan Rumah Toko (Ruko) di Jalan Letnan Jenderal Soeprapto, Jakarta Pusat.

Dia juga pernah merilis album rohani kristiani dengan judul Hanya Yesus yang Kuperlu produksi “Shekinah Glory Family” dan sebuah album lain yang diproduksi “Bethlehem Record”. Untuk menampung aspirasi dan ide kreatifnya, dia membentuk Yayasan Shekinah Glory Family (YSGF). Periode 2008-2009, dia merealisasikan gagasan dengan memimpin “Tabloid Shekinah”.

Pendidikan dan Politik

Dalam catatan yang diberikannya awal Oktober 2010, Cynthia pernah meniti pendidikan di Taman Kanak-kanak (TK) “PNIEL” (Saman-hudi, Jakarta Pusat), Sekolah Dasar (SD) Kristen V (Samanhudi, Jakarta Pusat), Sekolah Mene-ngah Pertama (SMP) Kristen I (Pintu Air, Jakarta Pusat), dan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) I (Boedi Oetomo, Jakarta). Pada 1989, dia sempat kuliah di Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta. Pada 2010, ia sedang berusaha menyelesaikan pendidikan S-1 dan S-2 untuk bidang Sastra Inggris dan Program Jurnalistik.

Menjelang Pemilihan Umum Legislatif 2004, dia memutuskan bergabung dengan Partai Damai Sejahtera (PDS) dan menjabat Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) DKI Jakarta. Ketika menjadi calon anggota legislatif tingkat I Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, perolehan suaranya termasuk yang tertinggi di daerah pemilihan (dapil) Jakarta Timur. Perolehan suara yang tertinggi dari seluruh caleg separtai pun tidak menghantar-kannya duduk sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta periode 2004-2009, karena terhalang persyaratan nomor urut kecil.

Pada September 2010, dia menemui anggota DPR periode 2009-2014 dan seorang pejabat teras partai besar. Sejak itu, dia mulai mempertimbangkan bergabung dengan partai itu dan menyatakan siap mencalonkan diri dalam Pemilihan Umum Legislatif 2014 untuk masa keanggotaan 2014-2019 di DPR-RI. (Epaphroditus Ph Mariman)

 

One response to “Selebriti-Politisi Indonesia

  1. Pdt. Rolly Rorong, S.Th

    19 Februari 2012 at 16:52

    Saya doakan kiranya Tuhan berkenan supaya suksex.Karena semua ditangan Tuhan(Daniel 2:21)Tuhan beserta dan memberkati amin

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: