RSS

Glow Pro’s 2012

Tracy Trinita

Tracy Trinita. Sumber Foto: kapanlagi.com

Talk Show “Love is Step of Success” Hadirkan Tracy
Waralaba (franchise) dan hiburan (entertainment). Hingga kini, khususnya di Indonesia, kedua bidang tersebut tidak memiliki hubungan secara langsung. Wikipedia menjelaskan, waralaba merupakan bentuk praktek bisnis sukses yang lain. Kata ‘waralaba’ berasal dari derivasi Anglo-Perancis atas Franc yang diartikan bebas dan digunakan sebagai kata benda dan kata kerja. Bagi pemilik waralaba, waralaba merupakan sebuah alternatif jaringan toko bangunan yang mendistribusikan barang dan menghindari kewjaiban berinvestasi secara berkesinambungan. Keberhasilan franchisor (pelaku waralaba) tergantung pada keberhasilan dari franchisee. Franchisee dikatakan memiliki insentif yang lebih besar dibandingkan karyawan langsung karena waralaba memiliki saham langsung dalam bisnis.

Amerika Serikat adalah pemimpin dalam bisnis waralaba. Sebuah bisnis yang telah ditintis sejak tahun 1930-an dengan menggunakan metote penyajian cepat saji di restoran-restoran, makanan dan penginapan. Kemudian begeser ke motel pada saat Depresi Besar. Pada tahun 2005, ada 909.253 perusahaan waralaba didirikan dan menghasilkan $ 880,9 miliar output dan akuntansi untuk 8,1 persen dari seluruh sektor dan pekerjaan non-pertanian bagi swasta. Jumlah ini berkembang menjadi 11 juta pekerjaan dan 4,4 persen dari seluruh output merupakan sektor swasta. Sepuluh waralaba berpengaruh teratas meliputi Subway (sandwich dan salad) dengan biaya awal (startup costs) $ 84.300 – $ 258.300 (22.000 mitra di seluruh dunia pada tahun 2004), McDonald dengan startup costs pada tahun 2010 sebesar $ 995.900 – $ 1.842.700 (37.300 mitra pada 2010), 7-Eleven Inc (toko nyaman/convenience stores) dengan startup costs pada tahun 2010 sebesar $ 40.500 – 775.300 (28.200 mitra pada tahun 2004), Hampton Inns & Suites (midprice hotel) dengan startup costs pada tahun 2010 sebesar $ 3.716.000 – $ 15.148.800, Besar Klip (salon rambut) dengan startup costs pada tahun 2010 sebesar $ 109.000 – $ 203.000, H & R Block (tax preparation and now e-filing) dengan startup costs sebesar $ 26.427 – $ 84.094 (11.200 mitra pada tahun 2004), Dunkin Donuts pada tahun 2010 dengan startup costs sebesar $ 537.750 – $ 1.765.300, Jani-King (kembersihan komersiil) dengan startup costs sebesar $ 11.400 – $ 35.050 (11.000 mitra di seluruh dunia pada tahun 2004), Servpro (asuransi dan pemulihan bencana beserta pembersihan) pada tahun 2010 dengan startup costs sebesar $ 102,250 – $ 161.150, dan Minimarket (toko dan pompa bensin) pada tahun 2010 dengan startup costs sebesar $ 1.835.823 – $ 7.615.065. Di beberapa jenis waralaba teratas tersebut telah dijumpai di berbagai lokasi dan wilayah, dari pusat kota dan keramaian hingga perumahan dan kampung-kampung.

Hiburan atau entertainment lebih merupakan kegiatan menghibur diri di waktu senggang. Hiburan umumnya pasif, seperti menonton sebuah tayangan televisi atau film. Hiburan dapat memberikan kesenangan, kenikmatan, dan tawa. Industri yang menyediakan hiburan disebut industri hiburan. Ada berbagai bentuk hiburan, seperti bioskop, teater, permainan olahraga, tarian, dan lainnya. Panggung boneka, petunjukan badut, pantomim, dan kartun cenderung menarik minat anak-anak, meskipun banyak orang dewasa juga dapat merasa terhibur atas penampilan pelaku-pelaku seni tersebut.

Program pembinaan iman umat bertajuk “Glow Pro’s (Glow Profesional)” di bawah payung Gereja Bethel Indonesia (GBI) Glow Fellowship Centre (GFC) yang digawangi Dr Erwin A Pohe MBA menghadirkan pemerhati dua bidang yang berbeda tersebut dalam Talkshow bertama “Love is Step of Success” (Cinta adalah Langkah Sukses) pada Jum’at malam, 17 Februari 2012 di Glow Sanctuary Thamrin Residences Lt 3A, Jalan Kebon Kacang Raya, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Levita Ginting Supit dari Wali (Waralaba dan Lisensi Indonesia) dan Tracy Trinita (model) menampilkan sosok profesional di bidang masing-masing. Levita yang menjabat Ketua Asosiasi Waralaba dan Lisensi Indonesia menyatakan, kesuksesan merupakan anugerah Tuhan. “Jika kemudian saya disebut ‘Ratu Waralaba’ itu adalah anugerah Tuhan. Hal itu tidak lain adalah karena saya memiliki kerinduan untuk menjadi berkat bagi banyak orang,” tandas Levita di hapadan jemaat GBI GFC Thamrin Residences, Jum’at malam.

Levita (46 tahun) yang berasal dari Sumatera Utara bersuamikan pria asal Manado, Sulawesi Utara memiliki latar belakang pendidikan bidang hukum. Ibu 3 anak ini mengaku tidak memiliki keahlian memasak. Selama sekitar 15 tahun, Ita (begitu biasa dipanggil) menjadi majelis gereja di sebuah gereja di Jakarta. Pertama kali membuka bisnis waralaba dengan modal milyaran, 10 bulan kemudian modal sudah kembali. Usaha waralaba-nya kemudian berkembang di beberapa wilayah Jakarta dan Manado, Sulawesi Utara. “Apapun kondisinya, tetaplah bersyukur kepada Tuhan. Karena, setiap orang diberikan karunia atau talenta masing-masing oleh Tuhan. Ketahuilah bahwa tidak semua orang harus menjadi pengusaha dan tidak semua orang harus menjadi pendeta,” tandas Levita.

Sementara, Tracy Trinita dikenal publik sebagai sosok model kelahiran Indonesia. Tracy lahir di Surabaya (Jawa Timur) pada tanggal 29 September 1980. Dalam diri Tracy mengalir darah campuran dari Tionghoa, Perancis, Kalimantan, dan Minahasa. Di usia beranjak 14 tahun, tingginya mencapai 175 cm. “Hal ini membuat saya minder. Tetapi, ibu saya menemukan bakat yang tersembunyi di balik kelebihan saya itu. Saya kemudian didaftarkan untuk ikut lomba-lomba model dan berhasil menjuarai berbagai kompetisi. Hingga kemudian dapat melanglangbuana ke berbagai negara,” tandas Tracy dalam perbincangan yang dipandu dua host GBI Glow Fellowship Centre Thamrin Residences.

Tracy menjuarai Cover Girl Majalah Mode. Ketika usia 13 tahun, tingginya sudah mencapai 173 cm. Hingga dewasa, tinggi badan sekitar 181 cm. Pada tahun pada 1995, dia diajak ikut lomba yang diadakan oleh agency model internasional, Elite Model Management yang berbasis di New York. Pada ajang itu, Tracy kembali meraih juara I dan mewakili Indonesia ke kompetisi berikutnya. Dari 77 peserta yang berasal dari 65 negara, Tracy menempati urutan ke-7. Sampai tahun 2006, dia menjadi satu-satunya wanita Indonesia yang pernah meraih prestasi itu. Kemudian, dia berkesempatan bekerja di agency Elite Model di seluruh dunia. Tracy juga sempat bermain dalam sinetron berjudul “Aku dan Dia” (2001) dan FTV spesial Imlek berjudul “Wo Ai Ni Indonesia” (2004). “Semula, saya pikir, dengan kaya dan terkenal akan mendatangkan kebahagiaan. Hal itu tidak ada pada diri saya. Kemudian, seorang teman saya mengajak saya untuk beribadah di gereja,” kata Tracy.

Dalam khotbahnya, Pdt Gilbert Lumoindong menandaskan bahwa kesuksesan membutuhkan cinta. “Orang sukses yang tidak mendapatkan cinta pasti bermasalah,” tandas Gilbert. Masalah dimaksud seperti pelarian pada narkoba dan obat-obatan terlarang lainnya. “Pelarian pada narkoba biasanya dilakukan oleh orang-orang yang memiliki latar belakang yang sukses, tetapi mereka tidak mendapatkan cinta itu,” katanya. Dengan mengutip Yohanes 14:15-21, Gilbert menjelaskan bahwa cinta aktif membutuhkan fondasi atau landasan kuat. “Landasan dimaksud adalah kasih. Sebab, kasih memberikan kekuatan dan keberanian, meluruskan sikap, membuang keinginan untuk mengeluh dengan bersungut-sungut, dan selalu mendatangkan ide-ide dan hikmat,” tegas Gilbert.

Setelah mendampingi para nara sumber, Dr Erwin Pohe yang mengambil duduk di posisi kiri mimbar. Kepada pers Erwin Pohe menyatakan, “Ibadah Glow Pro’s mengalami pergeseran dari hari Kamis ke hari Jum’at mengingat berbagai kegiatan yang padat dilakukan di GBI Glow Fellowship Centre Thamrin Residences. Kegiatan itu seperti Kingdom School yang dilaksanakan setiap hari Senin hingga Kamis malam. Belum lagi kegiatan-kegiatan lainnya, termasuk ibadah syukur “20 Tahun Pernikahan Bapak Gembala”,” kata Erwin Pohe kepada reporter EPM NEWS INTERNATIONAL, Untuk Kedamaian Dunia.

Dr. Erwin A. Pohe, MBA.

Dr. Erwin A. Pohe, MBA. Foto: Epaphroditus Ph. Mariman

 

GFC Bentuk GPRS

 

Apakah Anda belum bekerja? Mengapa karier Anda terhenti pada jabatan sekarang? Atau mungkin perusahaan Anda membutuhkan karyawan? Ketika Anda ingin membagikan pengetahuan dan pengalaman kepada yunior atau generasi berikut. Seluruh problema atau berbagai pertanyaan tersebut dapat Anda temukan jawabannya dalam GPRS (Glow Professional Recruitment Service). Koordinator program Dr Erwin A Pohe MBA dalam uraiannya menyatakan, salah satu tujuan GPRS adalah memberikan pengetahuan lebih bagi jemaat yang ingin menaikkan karier. “Program ini dicetuskan oleh Pdt Gilbert Lumoindong selaku Gembala Sidang Gereja Bethel Indonesia Glow Fellowship Centre. Tujuan mendasar GPRS adalah membuka pelatihan bagi siapa saja yang belum bekerja. Pelatihan diselenggarakan dalam 8 modul atau sekitar 1 bulan penuh. Mengenai tempat dan waktu dikondisikan kemudian. Program modul pelatihan dilaksanakan mulai bulan Maret 2012,” kata Erwin Pohe kepada undangan dan kembali ditandaskan untuk pers seusai acara Open House Program.

Open House Program GPRS diselenggarakan pada hari Sabtu, 11 Februari 2012 pukul 13.00-14.30 WIB di Gedung Ibadah GBI Glow Fellowship Centre, Jalan Thamrin Boulevard, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat dihadiri sekitar 100 orang. Sony Tan CHRP yang tampil sebagai pimpinan dan pembicara awal menjelaskan latar belakang dan sekilas tentang segala hal terkait dengan program. “Latar belakang GPRS adalah bahwa ada banyak usia produktif tetapi belum bekerja atau belum mendapatkan penghasilan sendiri. Karier tidak berkembang. Perusahaan kesulitan mendapatkan tenaga kerja. Mau berbagi pengalaman keberhasilan kepada orang lain. Kepedulian institusi gereja dan mau memberikan solusi,” tandas Sony Tan dalam urainnya yang ditampilkan dalam screen.

Jika di dalam satu wadah kita sebut Gereja Bethel Indonesia (GBI) Glow Fellowship Centre perlu diketahui bahwa di dalamnya terdapat orang-orang yang belum bekerja, karier mandek, butuh pekerja, dan mau berbagi ilmu. Terkait dengan orang-orang yang belum bekerja. Mengapa ada orang-orang yang belum mendapatkan pekerjaan? Di antara mereka yang belum bekerja ada beberapa faktor, di antaranya; gugur dalam saringan masuk (hampir menyerah), kesempatan belum terbuka bagi yang belum pengalaman, berhenti karena gaji tidak cukup, tidak punya uang untuk melamar pekerjaan, tidak punya keahlian sama sekali, tidak tahu melamar ke mana dan bagimana caranya, dan mental tidak siap (malas, minder, manja).

Terkait bagi karier yang mandek adalah bahwa sistem penilaian kinerja di perusahaan tidak obyektif, bos pilih kasih, perusahaan kecil sehingga tidak memiliki prospek yang bagus, tidak menyukai pekerjaan, milih-milih penugasan atau pekerjaan, dan sikap kerja tidak profesional. Bagi yang membutuhkan karyawan perlu diketahui bahwa tidak banyak pekerja atau karyawan yang mampu menyesuaikan diri dengan kultur perusahaan, perusahaan berlokasi di daerah terpencil, standar gaji dan fasilitator yang ditawarkan oleh perusahan di bawah pasar, skil yang dibutuhkan melebihi standar umum, lingkungan kerja perusahaan tidak sehat (polutif, konflik berkepanjangan, serikat pekerja dominan, dan lain-lain), dan sebagainya. Bagi yang mau membagikan ilmu atau pengetahuan, bahwa; banyak orang punya passion mengajar, banyak orang mau berbagi tanpa mengharapkan imbalan materi, dan belum ada kesempatan atau forum untuk berbagi ilmu dan pengalaman.
“Seperti telah dijelaskan pimpinan GPRS, bahwa gereja di bawah naungan GBI Glow Fellowship Centre membuka jalan dan kesempatan bagi siapa saja. Apakah Anda belum bekerja atau karier Anda mandek (terhenti)? Ataukah Anda sedang mencari atau membutuhkan karyawan? Atau Anda memiliki pengetahuan dan ingin dibagikan kepada siapa saja? Jadi, semua ada kesempatan untuk melayani,” tandas Erwin Pohe. Untuk informasi selanjutnya, Anda bisa menghubungi pengurus di: 021-29937555 atau sms 087885984030 (Ibu Tika). (Epaphroditus Ph. Mariman)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: