RSS

Golkar Menuju Puncak 2014

Ketua Umum Partai Golkar, Ir H Aburizal Bakrie

Ketua Umum Partai Golkar, Ir H Aburizal Bakrie

Suara Golkar, Suara Rakyat!!!

Setelah lolos verifikasi faktual partai politik, Partai Golongan Karya (Partai Golkar) atau The Party of the Functional Groups meraih nomor urut 5. Nomor tersebut diperoleh melalui pengundian dua putaran dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) langsung menetapkan seluruh 10 partai politik peserta Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2014 pada Senin, 14 Januari 2013 di Kantor Pusat KPU, Jakarta. Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie (ARB) membentangkan nomor urut tersebut bersama 9 partai politik lain melalui Ketua Umum/Sekretaris Jenderal masing-masing, termasuk Partai Nasional Demokart (1), Partai Kebangkitan Bangsa (2), Partai Keadilan Sejahtera (3), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (4), Partai Gerakan Indonesia Raya (6), Partai Demokrat (7), Partai Amanat Nasional (8), Partai Persatuan dan Pembangunan (9), dan Partai Hati Nurani Rakyat (10).

Keputusan KPU tertuang dalam Surat Keputusan bernomor 06/Kpts/KPU/2013 tentang Penetapan Nomor Urut Partai Politik Peserta Pemilu Anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.

Partai Golkar yang semula bernama Golongan Karya (Golkar) merupakan gabungan Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar) resmi berdiri pada 20 Oktober 1964. Golkar berhasil mendudukkan dirinya pada posisi puncak (pemenang) pada Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 1971 yang baru pertama kali diikuti. Kemenangan tersebut berulang selama masa Orde Baru (Orba) pimpinan Soeharto melalui pemilu tahun 1977, 1982, 1987, 1992, dan 1997 dengan raihan di atas 62% atau tidak kurang 236 kursi di legislatif. Bahkan, pada pemilu 1997, Golkar mampu mendulang sebanyak 84.187.907 (74,51%) suara atau setara dengan 325 (76,47%) kursi di lembaga legislatif.

Hembusan angin reformasi pada tahun 1998 dengan menurunkan posisi Soeharto (8 Juni 1921–27 Januari 2008, Presiden ke-2 periode 27 Maret1968–21 Mei 1998) dari posisi kekuasaan Republik Indonesia turut menggeser partai berlambang pohon Beringin ini di urutan kedua pada pemilu 7 Juni 1999 dengan raihan 23.741.749 (22,46%). Praktis, raihan kursi Golkar di lembaga legislatif mengalami penurunan tidak kurang 205 kursi. Pun demikian, pemenang pemilu tahun 1999, PDI-Perjuangan hanya mampu meraih 35.689.073 (33,76%) atau 153 kursi legislatif. Ir Akbar Tandjung menjadi sosok yang tangguh hingga mampu menghantarkan partai pimpinannya di posisi terelit partai-partai yang pernah berdiri di Indonesia.

Lambang Partai Golkar

Lambang Partai Golkar

Kejayaan Golkar kembali menggeliat pada pemilu 5 April 2004. Dengan lebih dari 20 partai politik yang bersaing pada pemilu tersebut, Golkar mampu meraih simpati rakyat dengan mengumpulkan suara sebanyak 24.480.757 (21,58%) atau 128 (22,44%) kursi legislatif. Raihan kemenangan tersebut mampu menghantarkan kadernya, Drs H Muhammad Jusuf Kalla (Wakil Presiden ke-10 periode 20 Oktober 2004–20 Oktober 2009)menduduki jabatan eksekutif kedua pada pemilu presiden 5 Juli dan 20 September 2004 bersama pasangannya, Susilo Bambang Yudhoyono (Presiden ke-6 sejak 20 Oktober 2004) dengan raihan 69.266.350 (60,62%) dari 114.257.054 pemilih secara langsung.

Pada pemilu 9 April 2009, Golkar memposisikan dirinya tetap di jajaran puncak dengan meraih 15.037.757 (14,45%) atau 107 kursi di lembaga legislatif dan menduduki urutan kedua. Estafet kepemimpinan partai dari Moh Jusuf Kalla kepada Ir H Aburizal Bakrie pada tahun 2009 melalui Kongres Partai di Pekanbaru (Riau) menjadi ujian penting bagi kelangsungan partai. Selain ujian bagi pimpinan puncak partai yang ditumpukan kepada ARB. Kebersamaan visi dan misi serta tujuan diharapkan mampu menyatukan seluruh kader untuk tetap berpijak bahwa Indonesia tetap terus maju dengan pembangunan yang telah dirintis pada pendahulu mereka. Harian Berita Kota edisi Selasa, 15 Januari 2015 mempublikasikan prediksi peruntungan Partai Golkar bagus dengan kisaran prosentase 17-18% suara.Suara Golkar, Suara Rakyat! (Epaphroditus Ph. M)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: