RSS

Miss Universe 2011

Miss Universe 2011 Leila Lopes bersama kontestan lain

Leila Lopes (tengah) bersama kontestan lain. Foto Resmi Miss Universe 2011

Lopes Tak Terkait Pemalsuan Dokumen Kontes Kecantikan

Laporan media Inggris menyebutkan, Leila Lopes (Miss Universe 2011) diperhadapkan dengan tuduhan serius yang mempertanyakan dokumen palsu digunakan sebagai persyaratan untuk masuk dalam sebuah kontes kecantikan sebelumnya, sehingga menghantarkan kemenangannya pada ajang kompetisi ke-60 Miss Universe 2011 di Credicard Hall (São Paulo, Brasil) pada 12 September 2011 dan dinobatkan oleh Miss Universe 2010, Jimena “Ximena” Navarrete Rosete (dikenal Ximena Navarrete) dari Meksiko. Surat kabar Infobae asal Argentina juga menerbitkan sebuah laporan pada tanggal 17 September 2011. Dalam laporannya dituliskan bahwa media Angola menyatakan Lopes seharusnya tidak diijinkan ikut berkompetisi dalam kontes kecantikan Miss Angola Inggris bagi warga Angola yang tinggal di Inggris, meskipun dia tidak pernah tinggal di luar Angola.

Tuduhan baru mengklaim bahwa dokumen dipalsukan untuk menunjukkan status kependudukan hukum di Inggris dan mendapatkan kualifikasi kontes Miss Angola Inggris. Jika tuduhan tersebut terbukti benar, kemungkinan Lopes akan kehilangan gelar Miss Universe 2011. Laporan tersebut menyatakan bahwa seorang pria bernama Charles Mukano, promotor Angola membantu memalsukan dokumen identitas diri sebagai mahasiswi manajemen bisnis di sebuah sekolah Inggris dan dimungkinkan menyuap juri di Inggris untuk memastikan kemenangan Lopes dan memungkinkan dia masuk dan memenangkan kontes kecantikan di Inggris. Meskipun tuduhan tersebut belum terbukti kebenarannya secara akurat, pada tahun 2009, Charles Mukano tetap dituduh memberikan Miss Angola lainnya dengan dokumen palsu.

Dalam wawancara dengan Morning News PIX11 pada 19 September 2011, Lopes menyatakan bahwa kontroversi tersebut tidak benar. “Bahwa semua dokumen itu nyata,” katanya. Pada Oktober 2011, Lopes kembali membantah tuduhan penambahan tempat tinggal di Inggris selama empat tahun, tapi hanya belajar bisnis selama dua tahun. Namun, Organisasi Miss Universe menyatakan tidak terkait dengan peristiwa ketika Leila Lopes menyandang gelar Miss Angola Inggris sebagai modal untuk mendapatkan kualifikasi dalam kompetisi Miss Angola di Luanda yang hampir bersamaan dengan pelaksanaan pemilu 2011 yang pada gilirannya masuk dalam acara Miss Universe 2011.

Leila Lopes. Foto resmi Miss Universe 2011

Leila Lopes. Foto resmi Miss Universe 2011

Leila Luliana da Costa Vieira Lopes (dikenal Leila Lopes) lahir Provinsi Benguela (Angola) pada tanggal 26 Februari 1986. Ibunya berasal dari Provinsi Benguela dan ayahnya lahir di Provinsi Sul Cuanza. Lopes belajar manajemen bisnis di Kampus Universitas Suffolk di Ipswich, Inggris. Ia meraih gelar Miss Angola Inggris pada tanggal 8 Oktober 2010 sebagai wakil resmi masyarakat Angola di Inggris dalam kontes kecantikan Miss Angola 2011 yang berlangsung dua bulan kemudian di Luanda.

Ia memenangkan gelar Miss Angola Inggris pada tanggal 8 Oktober 2010 dan memperoleh hak untuk ambil bagian dalam pemilihan Miss Angola 2011. Kemenangan yang diraihnya menuai protes dalam komunitas Angola di Inggris, karena dapati bukan penduduk Inggris, sehingga dia tidak memenuhi syarat sebagai pemenang. Kemenangan penting di Inggris memberikan kesempatan memasuki kontes Miss Angola 2011 dan memenangkan gelar Miss Universe 2011.

Pada kontes Miss Angola yang diselenggarakan di Luanda pada tanggal 18 Desember 2010, dia memperoleh hak untuk mewakili Angola pada kontes Miss Universe 2011. Pada kontes tersebut, dia juga memperoleh Penghargaan Photogenic. Pada puncak penyelenggaraan kontes ke-60 Miss Universe 2011 di Credicard Hall (São Paulo, Brasil) pada tanggal 12 September 2011, wanita dengan tinggi 1,79 meter (5 ft 10 1⁄2 in) ini meraih gelar Miss Universe 2011. Ia menerima estafet penugasan dari Miss Universe 2010, Ximena Navarrete asal Meksiko.

Raihan gelar tersebut menjadikan dia sebagai wanita pertama Angola yang meraih gelar Miss Universe sejak didirikan pada tahun 1952 oleh peusahaan pakaian Pacific Mills asal California. Kontes kecantikan ini paling banyak dipublikasikan di berbagai negara di dunia dengan tidak kurang 600 juta pemirsa televisi dan jutaannya lainnya pembaca surat kabat dan internet. Sebelum diambil alih Donald Trump pada tahun 1996, semula kontes tersebut menjadi bagian dari  Kayser-Roth dan kemudian Gulf and Western Industries. Pada tahun 1998, Miss Universe berubah nama dari Miss Universe, Inc oleh Organisasi Miss Universe dan kantor pusat pindah dari Los Angeles (California) ke Kota New York. Donald Trump membawa sebuah tim profesional baru untuk kontes yang dipimpin oleh CEO baru, Miles Molly dan presiden Maureen Reidy. Kontes ini mengangkat slogan “Redefined for Today” (Didefinisikan kembali untuk Hari Ini) sebagai promosi ajang pemilihan.

Lopes adalah wanita keempat Afrika yang memenangkan gelar sejak awal kontes seluruh dunia diselenggarakan (Afrika Selatan, 1978; Namibia, 1992; Botswana, 1999; dan Angola, 2011) dan keturunan Afrika kedua yang memenangkan gelar setelah Mpule Kwelagobe, Miss Universe 1999 dari Botswana. Lopes juga menjadi wanita pertama dari Angola yang meraih posisi “Empat Besar” kontes kecantikan dan wanita Afrika kulit hitam pertama yang memenangkan gelar Miss Universe di milenium baru. (wkd/Epaphroditus Ph. M.)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: