RSS

Pejabat Presiden Guinea-Bissau

Raimundo Pereira

Pejabat Presiden Raimundo Pereira. Sumber Foto: beling.net

Kematian Sanhá Hantarkan Pereira Sebagai Presiden Sementara Guinea-Bissau

Malam Bacai Sanhá (5 Mei 1947–9 Januari 2012, Presiden Guinea-Bissau periode 14 Mei 1999–17 Februari 2000 dan 8 September 2009–9 Januari 2012) menggulirkan estafet kepemimpinan di Guinea-Bissau, sebuah negara kecil di tonjolan barat benua Afrika. Raimundo Pereira yang menjabat Presiden Majelis Rakyat Nasional Guinea-Bissau (Presidents of the National People’s Assembly of Guinea-Bissau) didaulat menggantikan kedudukan Sanhá yang meninggal pada pagi hari tanggal 9 Januari 2012 di Paris (Perancis) akibat menderita diabetes. Dari kantor kepresidenan didapat pernyataan yang menyebutkan, “Kantor Kepresidenan Guinea-Bissau menginformasikan kepada masyarakat internasional, dengan perasaan sedih yang mendalam, Yang Mulia Presiden Malam Bacai Sanhá meninggal pagi ini (red, 9 Januari 2012) di Val de Grace (Paris) setelah menjalani pengobatan.”

Pemerintah Guinea-Bissau mengeluarkan pernyataan sebagai hari berkabung nasional. Masyarakat dihimbau memasang bendera setengah tiang selama 7 hari. Seluruh perayaan dan hura-hura seperti konser-konser beserta acara-acara hiburan agar tidak dilaksanakan selama hari berkabung secara nasional. Hal ini sebagai penghormatan atas wafatnya Presiden Sanhá.

Menurut konstitusi, pemilu dijadwalkan akan digelar dalam waktu 90 hari. Untuk mengisi kekosongan kekuasaan, Presiden Majelis Rakyat Nasional Guinea-Bissau, Raimundo Pereira dari partai yang sama menggantikannya sebagai pejabat presiden.

Raimundo Pereira lahir di Dar Salam, Portugis Guinea (sekarang Guinea-Bissau) pada tanggal 9 Februari 1955. Selain sebagai politikus, Pereira juga seorang pengacara. Pada Pemilihan Umum Legislatif tanggal 16 November 2008, Partai Afrika untuk Kemerdekaan Guinea dan Cape Verde (PAIGC: Partido Africano da Independência de Guiné e Cabo Verde atau African Party for the Independence of Guinea and Cape Verde) memenangkan mayoritas parlemen dengan 227.036 (49,75%) atau 67 kursi parlemen. Dengan hasil tersebut, Pereira terpilih di Majelis Rakyat Nasional sebagai  calon dari PAIGC di konstituensi 28 yang terletak di Bissau, ibu kota negara. Dia dipilih oleh PAIGC untuk menggantikan Francisco Benante (Presiden Majelis Rakyat Nasional Guinea-Bissau periode 7 Mei 2004–22 Desember 2008) dari partai yang sama sebagai Presiden Majelis Rakyat Nasional pada 22 Desember 2008.  Dia terpilih dengan menerima 60 suara, sedangkan calon PAIGC lain yang menjadi saingannya, Helder Proenca (-? 5 Juni 2009, mantan Menteri Pertahanan pada kabinet Presiden João Bernardo Vieira) mendapatkan 37 suara.

Pada 5 Juni 2009, Helder Proenca ditembak dan dibunuh oleh pasukan keamanan pemerintah di jalan yang menghubungkan kota Bula di utara dan Bissau, ibukota negara Guinea -Bissau. Mayor Baciro Dabó (12 Maret 1958–5 Juni 2009, Menteri Administrasi Teritorial Republik Guinea-Bissau periode 7 Januari 2009–Mei 2009 dan calon presiden pada pemilihan presiden tanggal 28 Juni 2009) juga dibunuh oleh tentara pemerintah di hari yang sama. Politisikus ketiga, Faustino Imbali (Perdana Menteri Guinea-Bissau ke-10 periode 21 Maret 2001–9 Desember 2001) juga ditangkap. Sopir dan pengawal Proenca juga tewas dalam serangan itu. Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Dalam Negeri Guinea-Bissau menuduh Proenca, Dabo, dan Embali bersekongkol untuk melakukan suatu kudeta. Agen berita negara Portugal, Lusa – Agência de Notícias de Portugal, SA melaporkan bahwa mayat Proenca dibawa ke sebuah kamar di Rumah Sakit Simao Mendes di Bissau setelah pembunuhannya.

Presiden João Bernardo Vieira (27 April 1939–2 Maret 2009, Presiden Guinea-Bissau periode 1 Oktober 2005–2 Maret 2009) terbunuh pada 2 Maret 2009. Setelah pembunuhan itu itu, pihak tentara menyatakan, sesuai konstitusi, Pereira yang menjabat Presiden Majelis Rakyat Nasional akan mengambil posisi yang ditinggalkan Vieira sebagai Presiden sementara Guinea-Bissau.

Pereira dilantik pada tanggal 3 Maret 2009. Menurut konstitusi, sebagai presiden sementara, dia harus dapat menyelenggarakan pemilihan presiden dalam waktu 60 hari. Perdana Menteri Carlos Domingos Gomes Júnior (dikenal Carlos Gomes Junior) dan delegasi Masyarakat Ekonomi Negara Afrika Barat (ECOWAS: Economic Community of West African States) hadir untuk pengambilan sumpah jabatan ketika itu. Pada kesempatan itu, Pereira mendesak masyarakat internasional untuk membantu Guinea-Bissau agar “kembali bangkit sebagai sebuah negara yang stabil”. Partai Renovasi Sosial (PRS: Partido para a Renovação Social atau Social Renovation Party) yang beroposisi mengkritik suksesi Pereira. Pada pemakaman Vieira pada tanggal 10 Maret 2009, Pereira mengatakan bahwa pertemuan dalam batas waktu 60 hari untuk membahas mengenai pemilihan baru sebagai salah satu tantangan terbesar.

Pereira mencari nominasi PAIGC untuk pemilihan presiden. Pada tanggal 25 April 2009, Komite Sentral PAIGC memilih Malam Bacai Sanhá yang menjabat Presiden interim Guinea-Bissau periode 1999-2000 sebagai calon presiden partai. Sanhá menerima 144 suara, sementara Pereira mendapatkan 118. Sanhá kemudian memenangkan pemilihan dan menggantikan jabatan Pereira pada 8 September 2009. (wkd/Epaphroditus Ph. M.)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: