RSS

Presiden Argentina

Presiden Wanita Pertama Argentina yang Terpilih Kedua Kali

Presiden Argentina ke-55 incumbent Cristina Fernández de Kirchner kembali terpilih setelah memenangi pemilihan umum presiden dan legislatif secara nasional pada 23 Oktober 2011. Dia menjadi presiden wanita pertama Argentina yang terpilih kedua kali dan presiden perempuan kedua setelah María Estela Martínez Cartas de Perón (Ibu Negara Argentina periode12 Oktober 1973–1 Juli 1974, Ketua Partai Justicialist Argentina periode 1974–1975, Wakil Presiden ke-28 periode 12 Oktober 1973–1 Juli 1974, dan Presiden Argentina ke-42 periode 29 Juni 1974–24 Maret 1976). Dia juga mencatatkan sejarah sebagai wanita ketiga terpopuler di negaranya setelah María Eva Duarte de Perón (7 Mei 1919-26 Juli 1952, Ibu Negara Argentina periode 4 Juni 1946–26 Juli 1952 dan Menteri Kesejahteraan Sosial dan Tenaga Kerja periode 4 Juni 1946–26 Juli 1952 serta Menteri Kesehatan periode 4 Juni 1946–26 Juli 1952 dan juga Presiden Perempuan Partai Peronis periode 1947–1952) dan María Estela Martínez Cartas de Perón.

Selain juga sebagai istri mantan presiden dan kemudian menggantikan suaminya sebagai presiden sebelumnya seperti María Estela Martínez Cartas de Perón yang menggantikan Juan Domingo Perón (8 Oktober 1895–1 Juli 1974, Wakil Presiden ke-20 periode 8 Juli 1944–10 Oktober 1945, Presiden Argentina ke-29 periode 4 Juni 1946–21 September 1955, dan Presiden Argentina ke-41 periode 12 Oktober 1973–1 Juli 1974). Transisi kekuasaan dari Néstor Kirchner kepada Cristina Fernández juga pertama kali ketika seorang kepala negara yang demokratis digantikan oleh istrinya sebelum meninggalnya salah seorang pasangan suami-istri. Néstor Kirchner tetap aktif dalam politik meskipun tidak menjadi presiden dan bekerja bersama Cristina Kirchner.

Cristina Fernández meraih periode kedua jabatan itu dengan diusung Front Kemenangan (Spanyol, FPV: Frente para la Victoria atau Front for Victory) dan meraih 11.593.023 (54%) suara pemilih. Saingan terdekatnya, Gubernur Santa Fe incumbent Hermes Juan Binner yang diusung Partai Sosialis (Socialist Party atau Partido Socialista) mendapatkan 3.624.518 (19,6%) suara. Sementara, Ricardo Alfonsín (putra Presiden Argentina periode 1983-1989, Raul Alfonsín) yang dicalonkan Radical Civic Union (UCR: Unión Cívica Radical) memperoleh 2.395.056 (11,2%) suara. Ia terpilih bersama pasangan calon presiden, Amado Boudou yang telah menjabat Menteri Perekonomian sejak tahun 2009.

Cristina Elisabet Fernández de Kirchner lahir 19 Februari 1953 di Ringuelet, sebelah barat pinggiran kota La Plata, Provinsi Buenos Aires. Secara umum, namanya dikenal sebagai Cristina Fernández atau Cristina Kirchner (atau hanya Cristina). Ia adalah anak perempuan dari Eduardo Fernandez (Spanyol) dan Ofelia Esther Wilhelm (Jerman). Ia belajar hukum di Universitas Nasional La Plata selama periode tahun 1970-an. Selama studi kampus tersebut, ia bertemu dengan Néstor Kirchner. Mereka menikah pada tanggal 9 Maret 1975 dan memiliki dua anak, yaitu Maximo dan Florencia. Néstor (25 Februari 195–27 October 2010, Presiden Argentina ke-54 periode 25 Mei 2003–10 Desember 2007) yang digantikannya meninggal pada tanggal 27 Oktober 2010 setelah terkena serangan jantung. Mereka pindah ke Santa Cruz untuk berprofesi sebagai pengacara.

Fernández memulai karier politik pada gerakan Pemuda Partai Peronis Justicialist di 1970-an. Selama periode pemerintahan otoriter di negerinya, bersama sang suami, dia keluar dari politik dan membuka praktek hukum di Río Gallegos. Dia kembali ke politik pada akhir tahun 1980 dan terpilih di Legislatif Provinsi Santa Cruz pada tahun 1989. Berulang kali, dia terpilih menjadi anggota Kongres Nasional Argentina, baik sebagai Deputi Nasional (dari Santa Cruz periode 10 Desember 1997–9 Desember 2001) maupun Senator (dari Santa Cruz periode 10 Desember 1995–3 Desember 1997 dan 10 Desember 2001–9 Desember 2005 serta dari Buenos Aires periode 10 Desember 2005–28 November 2007).

Pada pemilihan umum presiden dan parlemen hari Minggu, 27 April 2003, dia tampil bersama sang suami dalam kampenye pencalonan presiden. Pada putaran pertama pemilu presiden 2003 tersebut, Carlos Saúl Menem (Presiden Argentina ke-50 periode 8 Juli 1989–10 Desember 1999) meraih dukungan tertinggi sebesar 4.740.907 (25%) suara. Sedangkan, Néstor Kirchner meraih  4.312.517 (22,24%) suara. Putaran kedua pemungutan suara sedianya digelar antara Menem (peraih suara tertinggi) dan Néstor Kirchner (peraih suara tertinggi kedua) dijadwalkan pada 18 Mei 2003. Merasa yakin akan menghadapi kekalahan pemilihan suara, Menem memutuskan menarik diri dari pencalonan presiden. Hal ini secara otomatis membuat Kirchner terpilih menjadi presiden baru dengan 22% suara. Perolehan tersebut merupakan dukungan terendah dalam sejarah Argentina. Adolfo Rodríguez Saá Páez Montero (Gubernur San Luis periode 10 Desember 1983–22 Desember 2001 dan Presiden Argentina ke-52 periode 23 Desember 2001–30 Desember 2001) hanya berada di urutan keempat dengan 2.735.829 (14,11%) suara.

Selama suaminya, Néstor Kirchner menjabat Presiden Argentina pada periode 2003-2007, dia bertindak sebagai First Lady (Ibu Negara Argentina). Dalam posisi tersebut, ia bekerja sebagai duta keliling selama masa penugasannya. Pidatonya yang sangat agresif dengan gaya politik Argentina terpolarisasi mengingatkan gaya Eva Perón. Meskipun berulang kali menolak dibanding-bandingkan, Cristina Fernández pernah mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa ia mengidentifikasi dirinya “dengan Evita yang berrambut disanggul seperti kepalan tinju atau mikrofon” (gambaran khas Eva Perón selama pidato di depan publik) melebihi “Keajaiban Eva” yang datang “untuk mendapatkan pekerjaan dan hak untuk memilih bagi perempuan”. Sebagai First Lady yang kemudian menjadi presiden, ia telah menjadi ikon wanita dan penganjur terkemuka hak asasi manusia, kesadaran kemiskinan, dan peningkatan kesehatan.

Pada Pemilihan Umum Legislatif Nasional Minggu, 23 Oktober 2005, Fernández menjadi calon utama partainya sebagai Senator di sebuah kabupaten di Provinsi Buenos Aires. Dia berkampanye yang dipanaskan oleh Hilda González de Duhalde, istri mantan Presiden Eduardo Duhalde. Fernández memenangkan pemilu dengan 45,77% dan diikuti oleh González de Duhalde dengan 20,43%.

Ia terpilih setelah Front Kemenangan mencalonkannya sebagai presiden pada pemilihan umum nasional presiden dan parlemen tanggal 28 Oktober 2007. Ketika itu, dia meraih dukungan sebesar 8.651.066 (45,3%) suara dan Julio César Cleto Cobos sebagai wakilnya. Dia memimpin 22% dari saingan terdekatnya, Elisa María Avelina Carrió dari Civic Coalition (Coalición Cívica) yang mendapatkan 4.401.981 (23%) suara. Sementara, di posisi ketiga diduduki Roberto Lavagna dari UNA (Una Nacion Avanzada atau “An Advanced Nation”) yang memperoleh 3.229.648 (16,9%) suara. Peraihan suara tersebut menghindarkannya bersaing di putaran kedua pemilu presiden tahun itu. Pada tanggal 14 November 2007, presiden terpilih mengumumkan nama-nama kabinet baru dan dilantik pada 10 Desember 2007. Dari 12 menteri yang ditunjuk, tujuh orang menteri sebelumnya telah duduk dalam pemerintahan Néstor Kirchner. Lima menteri lainnya adalah pejabat baru untuk pertama kalinya. Tiga kementerian lainnya dibentuk kemudian.

Presiden terpilih yang memulai jabatan selama jangka waktu empat sejak 10 Desember 2007 menghadapi tantangan besar termasuk inflasi, tuntutan serikat pekerja untuk gaji yang lebih tinggi, investasi swasta di bidang utama, kurangnya kredibilitas kelembagaan (dicontohkan oleh kontroversi seputar biro statistik nasional, INDEC), utilitas menuntut perusahaan untuk meningkatkan biaya otorisasi mereka, rendahnya ketersediaan kredit murah sektor swasta, dan negosiasi utang luar negeri dengan Paris Club. (wkd/Epaphroditus Ph. M.)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: