RSS

Presiden Guatemala

Otto Pérez Molina

Presiden Otto Pérez Molina. Sumber Foto: partidopatriota.com

Aksi Pembunuhan Hantarkan Pendukung Kudeta ke Kursi Presiden

Selain memilih Presiden dan Wakil Presiden, Pemilihan Umum Guatemala tanggal 11 September 2011 juga memilih anggota Kongres nasional dan kabupaten, anggota Parlemen Amerika Tengah serta Walikota dan dewan untuk semua kota di Guatemala. Seluruh jabatan terpilih untuk mengisi jabatan selama empat tahun. Dari 158 calon anggota kongres, setidaknya 126 calon anggota kongres harus mengikuti pemilihan ulang dan 56 calon yang terpilih kembali. Sebanyak 102 anggota Kongres baru terpilih untuk pertama kali sejak pemilihan demokratis bergulir di Guatemala. Sekitar 65% dari anggota parlemen adalah perwakilan pertama kali dan ini terjadi sejak pemilu 1995.

Menariknya, Sandra Julieta Torres Casanova (dikenal Sandra Torres) yang merupakan mantan istri Álvaro Colom Caballeros (Presiden Guatelama periode 14 Januari 2008–14 Januari 2012) mencoba untuk maju dalam pencalonan presiden. Menurut Konstitusi Pasal 186 (huruf c), kerabat presiden tidak diperbolehkan berpartisipasi dalam pemilihan presiden saat sedang menjaba. Sandra Torres (istri Álvaro Colom yang sedang menjabat) memilih cerai untuk maju dalam pencalonan presiden. Ada sejumlah hal yang turut meghalangi Sandra Torres dalam pemilu presiden. Pada tanggal 9 Agustus 2011, Mahkamah Konstitusi menguatkan putusan Mahkamah Agung sehingga Sandra Torres tidak dapat berpartisipasi dalam pencalonan.

Jenderal (purnawirawan) Otto Pérez Molina dari Partai Patriotik (Patriotic Party atau Partido Patriota) kemudian muncul dengan perolehan suara tertinggi sejumlah 1.611.493 (36,01%) suara. Saingan terberatnya, Dr Manuel Antonio Baldizón Méndez (dikenal Manuel Baldizón) dari Pembaharuan Demokrat Pembebasan (LIDER: Libertad Democrática Renovada atau Renewed Democratic Liberty) meraih 1.038.287 (23,20%) suara. Delapan calon presiden lainnya tersingkir pada putaran pertama dengan raihan suara di bawah 20%. Bahkan, wanita Guatemala peraih Nobel Perdamaian tahun 1992, Rigoberta Menchú Tum (dikenal Rigoberta Menchú) yang diusung koalisi Broad Left Front, Winaq, Persatuan Revolusioner Nasional Guatemala (URNG-MAIZ: Unidad Revolucionaria Nacional Guatemalteca atau Guatemalan National Revolutionary Unity), dan Alternatif Bangsa Baru (Alternativa Nueva Nación atau New Nation Alternative) hanya menduduki peringkat 6 dengan 146.353 (3,27%) suara.

Pada penghitungan awal, Molina meraih jumlah suara tertinggi dengan dukungan sekitar 36% dari sekitar 80% suara telah dihitung. Karena tidak ada calon presiden yang mendapatkan mayoritas mutlak suara (50% + 1 suara), sehingga mendorong pemilu presiden putaran kedua yang dilaksanakan tanggal 6 November 2011. Pada pemilu presiden putaran kedua, Molina meraih 2.300.874 (53,74%) dan Manuel Baldizón mendapatkan 1.980.819 (46,26%) dari jumlah keseluruhan suara yang mencapai 4.281.982. Sebanyak 398.962 (putaran pertama) dan 58.202 suara untuk putaran kedua dinyatakan kosong. Sebanyak 219.713 (putaran pertama) dan 124.934 suara pada putaran kedua dinyatakan tidak sah. Jika pada pemilu putaran pertama diikuti oleh 5.093.230, pada putaran kedua diikuti oleh 4.465.118 pemilih. Jumlah pemilih berkisar 69,38% atau 60,83%.

Beberapa saat setelah pemilu putaran kedua, yakni pada tanggal 6 November 2011, Molina menyatakan kemenangan dan mengatakan, “Untuk semua warga Guatemala yang telah menaruh kepercayaan, saya mengucapkan terima kasih banyak. Untuk orang-orang Guatemala yang tidak memilih Otto Perez, saya menyerukan agar bersatu dan bekerja sama dalam empat tahun ke depan, mengesampingkan warna partai.”

Presiden untuk Pendukung Kudeta
Otto Pérez Molina lahir di Kota Guatemala (Guatemala) pada tanggal 1 Desember 1950. Ia lulusan dari Guatemala’s National Military Academy (Escuela Politécnica), School of the Americas, dan Inter-American Defense College. Selama periode sebagai tentara, dia menjabat direktur intelijen militer dan inspektur jenderal tentara. Pada 1983, ia menjadi anggota kelompok perwira militer pendukung Óscar Humberto Mejía Victores (Presiden Guatemala ke-27 periode 8 Agustus 1983–14 Januari 1986) yang ketika itu menjabat Menteri Pertahanan melakukan kudeta terhadap presiden de facto Efraín Ríos Montt (Presiden Guatemala ke-26 periode 23 Maret 1982–8 Agustus 1983).

Ketika menjabat direktur intelijen militer pada tahun 1993, dia memiliki peran memaksa Jorge Serrano Elías (Presiden Guatemala ke-29 periode 14 Januari 1991–1 Juni 1993) meninggalkan negaranya setelah Presiden Serrano berusaha melakukan kudeta dengan melarutkan Kongres dan menunjuk anggota baru ke Mahkamah Agung Guatemala. Dalam kondisi tersebut, hak asasi manusia ombudsman Guatemala, Ramiro de León Carpio (Presiden Guatemala ke-31 periode 6 Juni 1993–14 Januari 1996) menjadi presiden dan menunjuk Pérez Molina sebagai kepala staf presiden. Jabatan ini dalam genggamannya sampai tahun 1995. Molina juga mewakili militer dalam negosiasi yang menghasilkan Kesepakatan Damai tahun 1996, sehingga mengakhiri Perang Sipil Guatemala yang telah berlangsung selama sekitar 30. Selama periode 1998-2000, dia mewakili Guatemala di Dewan Pertahanan Inter-Amerika. Pada Januari 2000, dia pensiun dari tugas kemiliteran dengan pangkat Brigade Jenderal.

Pada 24 Februari 2001, dia mendirikan Partai Patriotik. Pada pemilihan umum tanggal 9 November 2003, partainya bergabung dengan dua partai lainnya ke dalam Aliansi Besar Nasional (GANA: Gran Alianza Nacional atau Grand National Alliance) dan Molina terpilih menjadi anggota Kongres dalam daftar anggota Kongres nasional. Pada pemilihan umum presiden tanggal 9 September dan 4 November 2007, dia dikalahkan Álvaro Colom Caballeros (Presiden Guatemala periode 14 Januari 2008–14 Januari 2012) dengan 771.175 (23,51%) dan 1.294.645 (47,18%) suara. Ketika itu, dia mengkampanyekan slogan “Mano dura, cabeza y corazón” (“Firm hand, head and heart” atau Tegas, kepala, dan hati) dan mendorong pendekatan terhadap pelaku garis keras semakin meningkatkan kriminalitas meningkat di negara itu. Akhirnya, pada November 2011, ia terpilih sebagai presiden dengan raihan 54% suara.

Pada Juli 2011, organisasi adat Waqib Kej mengirimkan surat ke Perserikatan Bangsa-bangsa dan menuduh Pérez Molina melakukan genosida dan penyiksaan yang diduga dilakukan di Quiché pada tahun 1982. Dalam sejumlah bukti, mereka mengutip sebuah film dokumenter tahun 1982 yang memperlihatkan seorang perwira militer dan diyakini adalah Pérez Molina terlihat berada dekat 4 mayat tahanan yang diduga karena penyiksaan.
Pada 11 November 2000, anaknya, Otto Pérez Leal diserang oleh orang bersenjata saat mengemudi bersama istri dan bayi perempuannya. Pada tanggal 21 Februari 2001, tiga hari sebelum Pérez Molina dijadwalkan untuk meluncurkan partai politik baru, sejumlah orang bersenjata dengan mengenakan topeng menyerang dan melukai Lissette, putrinya. Pada hari yang sama, pelaku bertopeng dan bersenjata menembak dan membunuh Patricia Castellanos Fuentes de Aguilar yang baru saja meninggalkan rumahnya setelah pertemuan dengan istrinya, Rosa María Leal. Kelompok-kelompok HAM menyatakan bahwa serangan itu bermotif politik.

Selama kampanye presiden 2007, beberapa anggota Partai Patriotik juga dibunuh oleh penyerang bersenjata, termasuk seorang wanita Aura Marina Salazar Cutzal berumur 33 tahun yang menjadi sekretaris delegasi kongres partai dan asisten Pérez Molina. (wkd/Epaphroditus Ph. M.)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: