RSS

Presiden Lithuania

Presiden, “Lithuanian Iron Lady”, dan Single

Dalia Grybauskaitė resmi menjadi Presiden Lithuania sejak 12 Juli 2009. Kunjungan pertamanya ke luar adalah Swedia dan Latvia. Ia menerima setengah dari gaji kepresidenannya sebesar 312.000 litas. Sejumlah penghargaan nasional dan internasional yang pernah diterimanya seperti; The Commander’s Cross of the Order of the Lithuanian Grand Duke Gediminas dari Lithuania (2003), The Order of Vytautas the Great with the Golden Chain dari Lithuania (2009), Glamour magazine Woman of the Year dari Amerika Serikat (2010), dan The Royal Norwegian Order of St Olav dari Norwegia (2011).

Grybauskaitė lahir pada 1 Maret 1956 dalam sebuah keluarga kelas pekerja di Vilnius, Uni Soviet (sekarang Lithuania). Ibunya, Vitalija Korsakaitė (1922-1989) lahir di wilayah Biržai dan bekerja sebagai pramuniaga. Ayahnya, Polikarpas Grybauskas (1928-2008) bekerja sebagai sopir dan tukang listrik. Grybauskaitė belajar di Salomėja Nėris  High School. Dia menggambarkan dirinya sebagai bukan yang terbaik di antara para siswa. Bidang studi yang difavoritkan adalah sejarah, geografi, dan fisika.

Grybauskaitė mulai berpartisipasi dalam olahraga pada usia 11 tahun. Ia menjadi pemain basket yang penuh gairah. Pada usia 19 tahun, ia bekerja di Philharmonic Nasional Lithuania (Lithuanian National Philharmonic) selama sekitar satu tahun sebagai staf inspektur. Dia kemudian terdaftar sebagai mahasiswi ekonomi politik di Saint Petersburg State University dan Universitas Zhdanov. Pada tahun yang sama, ia mulai bekerja di sebuah pabrik lokal. Pada tahun 1983, Grybauskaitė lulus dan kembali ke Vilnius untuk mengambil posisi sekretaris di Academy of Sciences. Setelah bekerja di akademi itu, dia pindah ke Vilnius Party High School untuk mengajar bidang ekonomi politik dan keuangan global. Selama periode 1983-1990, dia menjadi anggota Partai Komunis Uni Soviet (Communist Party of the Soviet Union).

Pada tahun 1988, dia mengajukan tesis PhD di Akademi Ilmu Sosial Komite Sentral Partai Komunis Uni Soviet Moskow (Academy of Social Sciences of the Central Committee of the Communist Party of the Soviet Union) atau yang sekarang disebut Russian Academy of State Service. Pada tahun 1990, segera setelah Lituania mendeklarasikan kemerdekaannya dari Uni Soviet, Grybauskaitė melanjutkan studi di School of Foreign Service di Georgetown University, Washington DC dalam Program Khusus untuk eksekutif senior.

Selama periode 1991-1993, Grybauskaitė bekerja sebagai Direktur Departemen Eropa di Departemen Hubungan Ekonomi Internasional Republik Lituania. Selama tahun 1993, ia bekerja di Departemen Luar Negeri sebagai Direktur Departemen Hubungan Ekonomi. Ia mewakili Lithuania ketika memasuki Perjanjian Perdagangan Bebas Uni Eropa (the European Union Free Trade Agreement). Dia juga memimpin Komite Koordinasi Bantuan (Phare dan G-24). Kemudian, dia menjadi Utusan Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Menteri untuk Misi Lithuania di Uni Eropa. Di sana, ia bekerja sebagai wakil kepala juru perundingan untuk Perjanjian Eropa Uni Eropa dan wakil dari Bantuan Koordinasi Nasional di Brussels.

Pada tahun 1996, Grybauskaitė diangkat menjadi menteri yang berkuasa penuh (Minister Plenipotentiary) di Kedutaan Lithuania untuk Amerika Serikat. Dia memegang posisi ini sampai tahun 1999, ketika diangkat menjadi wakil Menteri Keuangan. Sebagai bagian dari perannya, ia memimpin negosiasi Lithuania dengan Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF: International Monetary Fund). Pada tahun 2000, Grybauskaitė menjadi Wakil Menteri Luar Negeri. Pada tahun 2001, dia menjabat Menteri Keuangan pada pemerintahan Brazauskas Algirdas (Presiden Lithuania periode 25 Februari 1993 – 25 Februari 1998 dan Perdana Menteri Lithuania periode 3 Juli 2001 – 31 Mei 2006). Ketika Lithuania bergabung dengan Uni Eropa pada 1 Mei 2004, Grybauskaitė diangkat dan menjabat di Komisioner Eropa untuk Pendidikan dan Kebudayaan (European Commissioner for Education and Culture) selama periode 1 Mei 2004 – 11 November 2004. Kemudian, dia menjabat Komisaris Eropa untuk Pemrograman Keuangan dan Anggaran pimpinan José Manuel Barroso (Presiden Komisi Eropa periode 22 November 2004-sekarang dan Perdana Menteri Portugal periode 6 April 2002–17 Juli 2004).

Pada November 2005, Grybauskaitė meraih predikat “Commissioner of the Year” dalam jajak pendapat tahunan European Voice Europeans of the Year. Dia menerima nominasi tersebut “karena usahanya yang tanpa henti untuk mengalihkan belanja Uni Eropa ke daerah yang akan meningkatkan daya saing seperti penelitian dan pengembangan.” Tentang hal tersebut, dia berkomentar, “Ini adalah kejutan yang sangat menyenangkan. Saya menganggap perbedaan itu bukan untuk saya pribadi, tetapi untuk semua negara anggota Uni Eropa yang baru, baik kecil dan besar, sebagai pengakuan dari mereka membawa perspektif baru dan segar ke Uni Eropa. Saya berpikir bahwa itu merupakan hadiah untuk memiliki keberanian berbicara tentang kebenaran yang sering sulit untuk menunjukkan harga riil retorika politik di Eropa. Kesepakatan mengenai anggaran untuk 2007-2013, dimana Eropa benar-benar membutuhkan.

Sebagai Komisaris Keuangan dan Anggaran, ia mengkritik keras anggaran Uni Eropa. Ia menyatakan, “…bukan anggaran untuk abad ke-21.” Mayoritas anggaran Uni Eropa dihabiskan untuk program pertanian. Grybauskaitė menyajikan anggaran tahun 2008 untuk Uni Eropa. Hal ini merupakan untuk pertama kalinya dalam sejarah. Pengeluaran untuk pertumbuhan dan lapangan kerja merupakan bagian tertinggi dari anggaran yang jumlahnya melebihi anggaran pertanian dan pemberdayaan sumber alam. Dia sering mengkritik Pemerintah Lithuania pimpinan Gediminas Kirkilas (Menteri Pertahanan Nasional Lithuania periode 14 Desember 2004–18 Juli 2006 dan Perdana Menteri Lithuania periode 4 Juli 2006–9 Desember 2008), karena kurangnya respon terhadap krisis keuangan.

Pada tanggal 26 Februari 2009, Grybauskaitė resmi mengumumkan pencalonannya dalam pemilihan umum presiden Lithuania tahun 2009. Dalam pidato pengukuhan pencalonannya, dia mengatakan, “Saya memutuskan untuk kembali ke Lithuania jika warga Lithuania memutuskan membutuhkan aku di sana sekarang. Saya berpikir bahwa kita semua merindukan kebenaran, transparansi, dan tanggung jawab untuk negara. Kita semua ingin hidup tanpa rasa takut, dengan keyakinan pada diri sendiri, satu sama lain, dan mendatang. Saya bisa. Saya ingin berkontribusi. Dengan pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan, saya mengusir bayangan moralitas, politik, dan ekonomi demi warga negara. Oleh karena itu, saya akan mencalonkan diri sebagai Presiden Lithuania.”

Jajak pendapat yang diambil pada Februari 2009 menunjukkan bahwa Grybauskaitė tampil sebahai pemimpin tak terbantahkan. Dia maju sebagai calon independen, meskipun didukung Partai Konservatif yang dominan. Ia juga didukung oleh Lembaga Swadaya Masyarakat, termasuk Sąjūdis. Kampanyenya menitikberatkan pada isu-isu domestik. Setelah bertahun-tahun mengalami pertumbuhan ekonomi yang kuat, Lithuania menghadapi resesi mendalam, dengan dua digit penurunan dalam indikator ekonomi. Tingkat pengangguran naik menjadi 15,5% pada Maret 2009. Pada Januari 2009, sejumlah protes jalanan digelar terhadap kinerja pemerintah yang berakibat resesi. Protes kemudian berubah menjadi kekerasan. Selama kampanye, Grybauskaitė menekankan perlunya menyelesaikan masalah keuangan dengan melindungi orang-orang yang berpendapatan rendah, menyederhanakan aparat birokrasi Lithuania, dan meninjau program investasi pemerintah. Dia juga menjanjikan pendekatan yang lebih seimbang dalam melakukan kebijakan luar negeri. Karena ini merupakan peran konstitusional utama dari Presiden Lithuania.

Pemilihan Umum Presiden Lithuania yang diselenggarakan pada tanggal 17 Mei 2009 langsung dimenanginya dengan raihan 949.357 (69,08%) suara dari total pemilih sejumlah 1.374.216 (98,73%). Dengan demikian, pemilu putaran kedua yang sedianya diadakan pada tanggal 7 Juni 2009 tidak perlu dilaksanakan. Saingan terberat dalam pencalonan presiden pada pemilu tersebut adalah Algirdas Butkevičius dari Partai Sosial Demokrat dari Lithuania (Social Democratic Party of Lithuania) yang meraih 162.549 (11,83%). Lima calon lainnya meraih dukungan di bawah 7%. Sebanyak 17.634 (1,27%) suara dinyatakan tidak sah.

Kemenangan tersebut menjadikan Grybauskaitė sebagai presiden perempuan pertama Lithuania dengan margin terbesar dalam pelaksanaan pemilihan presiden. Analis politik menyebutkan bahwa kemenangan mudah yang diraih disebabkan oleh kemampuannya untuk menghindari skandal dalam negeri. Pers internasional dengan cepat menjulukinya “Lithuanian Iron Lady” (Wanita Besi Lithuania). Dalam peran politik, dia disejajarkan dengan Margaret Thatcher (Perdana Menteri Inggris periode 4 Mei 1979–28 November 1990) dan Mohandas Karamchand Gandhi (2 Oktober 1869-30 Januari 1948).

Grybauskaitė belum menikah dan tidak memiliki anak (akhiran, aitė pada nama keluarganya adalah untuk menunjukkan wanita Lithuania yang belum menikah). Selain bahasa asli Lithuania, Grybauskaitė fasih berbahasa Inggris, Rusia, Perancis, dan Polandia. Di olahraga karate, Grybauskaitė memiliki sabuk hitam.
(wkd/Epaphroditus Ph. Mariman)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: