RSS

Presiden Zambia

Michael Sata Jadi Presiden Zambia ke-5

Setelah berjuang selama tiga kali pemilu presiden, Michael Chilufya Sata atau dikenal Michael Sata akhirnya terpilih menjadi Presiden Zambia. Pemilihan Umum Presiden Zambia yang diselenggarakan pada tanggal 20 September 2011 tersebut, Sata unggul dengan 1.170.966 (41,98%). Sementara, Rupiah Banda (Presiden Zambia ke-4 periode 29 Juni – 23 September 2011) mendapatkan 987.866 (35,42%) suara.

Sata disumpah menjadi presiden kelima pada 23 September 2011. Kemenangan itu diraih setelah sekurangnya sepuluh tahun menjadi oposisi dalam pemerintahan Banda. Ia dikenal sebagai politisi yang berbicara keras dalam menentang perusahaan pertambangan asing, terutama dari China. Ketajaman ucapan yang juga dilontarkan pada tahap awal kampanye, kemudian melunak menjelang akhir masa kampanye kepresidenannya.

Michael Sata lahir tahun 1937 dan dibesarkan di Mpika (Rhodesia Utara) yang kini masuk wilayah Zambia. Dia pernah menjadi anggota kepolisian, pengawas rel kereta api, dan pengurus serikat perdagangan selama pemerintahan kolonial. Sata mulai aktif dalam politik di Rhodesia Utara pada tahun 1963. Setelah kemerdekaan, ia mengerjakan pekerjaan kasar seperti tukang sapu di Stasiun Victoria (London, Inggris). Pada tahun 1985, dia menjadi Gubernur Lusaka dari Partai Kemerdekaan Nasional Serikat (UNIP: United National Independence Party). Sebagai Gubernur, ia mendekati warga dengan kerja dari tangannya. Ia membersihkan jalan raya. Jembatan yang rusak diperbaiki dan membangun jalan dalam kota.

Setelah itu, ia menjadi Anggota Parlemen untuk konstituensi Kabwata di Lusaka. Meskipun dekat dengan Kenneth Kaunda (Presiden Zambia pertama periode 24 Oktober 1964-2 November 1991), tetapi dia menyatakan kecewa dengan gaya presiden yang diktator. Ia pun meninggalkan UNIP dan bergabung dengan Gerakan untuk Demokrasi Multipartai (MMD: Movement for Multiparty Democracy) selama kampanye politik multi-partai pada tahun 1991. Setelah Frederick Chiluba mengalahkan Kaunda pada tahun 1991, Sata menjadi seorang tokoh langsung Zambia yang dikenal. Di bawah MMD, ia menjabat menteri di bidang tenaga kerja dan menteri tanpa portofolio (1995).

Pada tahun 2001, dia memilih beroposisi dengan pemerintah dan membentuk serta memimpin Front Patriotik (PF: Patriotic Front). Sebagai pemimpin oposisi, Sata dikenal sebagai “King Cobra“, karena ucapannya yang tajam. Ia muncul sebagai penantang presiden dan oposisi saingannya, yaitu Levy Mwanawasa pada pemilu 28 September 2006. Pada tanggal 2 Oktober 2006, Komisi Pemilihan Zambia mengumumkan, Mwanawasa meraih 1.177.846 (43%) suara dan Sata mendapatkan 804.748 (29,4%) suara. Posisi berikutnya secara berturut-turut diraih Hakainde Hichilema dari Aliansi Demokrat Bersatu (United Democratic Alliance) mendapatkan 693.772 atau 25,3% suara, Godfrey Miyanda dari Partai Pewaris (Heritage Party) meraih 42.891 (1,6%), dan Winwright Ngondo dari APC meraih 20.921 atau 0,8% suara. Sebanyak 48,936 suara dinyatakan tidak sah dari jumlah total suara 2.789.114.

Sata ditangkap pada awal Desember 2006 dan dituduh membuat pernyataan palsu mengenai asetnya saat mendaftar untuk mencalonkan diri sebagai presiden pada bulan Agustus. Dia diinterogasi polisi dan dibebaskan dengan jaminan. Di pengadilan, dia mengaku tidak bersalah. Pada tanggal 14 Desember, tuduhan itu dijatuhkan atas dasar bahwa pelaporan aset tidak dibuat di bawah sumpah.

Pada 15 Maret 2007, Sata dideportasi dari Malawi tak lama setelah kedatangannya. Sata mengatakan bahwa ia hanya ingin bertemu dengan komunitas bisnis. Sata menderita serangan jantung pada tanggal 25 April 2008 dan dievakuasi ke Rumah Sakit Milpark di Johannesburg, Afrika Selatan. Kondisinya dinyatakan stabil pada 26 April. Pada Mei 2008, dia melakukan rekonsiliasi (perdamaian) dengan Presiden Mwanawasa. Pada tanggal 31 Maret 2010, dia diwawancarai oleh Christopher Hopkins dari Universitas Oxford.

Setelah Mwanawasa menderita stroke dan dirawat di rumah sakit di Perancis, Sata mempertanyakan kesehatan Mwanawasa pada 15 Juli 2008. Dia menyerukan untuk membentuk tim dokter untuk mengawasi kesehatan sang presiden. Mwanawasa meninggal ketika masih menjabat presiden pada bulan Agustus 2008. Pada tanggal 25 Agustus, Sata berusaha menghadiri upacara pemakaman Mwanawasa di Chipata di Provinsi Timur. Tetapi, Maureen Mwanawasa (istri/janda Mwanawasa) memerintahkan Sata untuk meninggalkan tempat upacara pemakaman dan mengatakan bahwa Sata mempolitisir peristiwa kematian sang suami dan tidak pernah berdamai dengannya. Sata yang diusir dari tempat pemakaman oleh petugas keamanan mengatakan bahwa kedatangannya hanya untuk berkabung atas meninggalnya Mwanawasa dan berharap untuk menghantar jenazah sang presiden dibawa ke ibukota provinsi di Zambia. Dia mempertahankan bahwa rekonsiliasi dengan Mwanawasa cukup untuk membenarkan kehadirannya. Dia juga mengatakan bahwa Maureen Mwanawasa telah bertindak tepat.

Sata menerima suara secara bulat untuk dipilih sebagai calon PF dalam pemilu presiden pada pertemuan Komite Sentral tanggal 30 Agustus 2008. Meskipun ia memimpin di awal penghitungan suara, tetapi hasil akhir pemilu 30 Oktober 2008 menempatkan Rupiah Banda dari Multi-Partai Demokrasi (Multi-Party Democracy) meraih 718.359 (40,09%). Sata yang berada di urutan kedua meraih 683.150 (38,13%). Secara berturut-turut, posisi berikutnya ditempati oleh Hakainde Hichilema dari Pembangunan Nasional (National Development) meraih 353.018 atau 19,70%) dan Godfrey Miyanda dari Pewaris (Heritage) mendapatkan 13.683 (0,76%). Dengan total 1.791.806 suara sah, sebanyak 1.768.210 (98,68%) suara dinyatakan sah dan sebesar 23.596 (1,32%) suara dinyatakan tidak sah.

Pada pemilu 2011, dia menggandeng  Dr Guy Scott dari Front Patriotik sebagai Wakil Presiden. Scott adalah seorang politikus Zambia berkulit putih. Duet mereka pun berhasil memenangkan pemilu 2011. (Wik/Epaphroditus Ph. Mariman)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: