RSS

Ratu Bhutan

Wanita dari Rakyat Biasa Disunting Raja Bhutan

Miss Jetsun Pema (4 Juni 1990-13 Oktober 2011) melangsungkan pernikahan pada tanggal 13 Oktober 2011 dengan Raja Jigme Khesar Namgyel Wangchuck dari Bhutan. Prosesi pernikahan sepasang mempelai kerajaan ini berlangsung di Punakha Dzong di Punakha, Bhutan. Raja Jigme Khesar Namgyel Wangchuck menikahi Jetsun Pema yang berasal dari rakyat biasa dan dimungkinkan akan menjadi Ratu Jetsun Pema.

Raja Jigme Khesar Namgyel Wangchuck telah mengumumkan bertunangan dengan Jetsun Pema yang ketika itu berusia 20 tahun saat pembukaan Parlemen Bhutan pada 20 Mei 2011. Pada saat itu, Raja Jigme Khesar Namgyel Wangchuck menyatakan, “Meskipun masih muda, dia hangat dan baik hati. Karakternya menunjukkan kualitas kebijaksanaan di masa mendatang seturut usia dan pengalamannya. Ia akan menjadi seorang hamba besar untuk bangsanya.”

Menjelang pernikahan, pasangan pengantin menerima berkat-berkat dari machhen (peninggalan suci) dari Shabdrung Ngawang Namgyal. Prosesi tradisional Buddhis yang dimulai sekitar pukul 08:20 waktu setempat ditetapkan astrolog kerajaan ketika raja mengenakan sabuk kuning kerajaan. Sang Raja dan ayahnya memasuki ruang suci tempat jenazah pendiri Bhutan dari abad ke-17 diawetkan. Di sana, mereka menerima selendang Budhhis suci dan piala berisi dadih yang telah diberkati melambangkan keabadian hidup. Mempelai mulai menaiki tangga yang tinggi.

Beberapa menit kemudian, mempelai wanita yang berusia 21 tahun tiba di akhir prosesi biarawan dengan mengenakan jubah merah dan membawa bendera di sebuah jembatan gantung kayu di atas sungai di samping benteng. Prosesi diselenggarakan di dua lokasi. Di satu lokasi dipimpin Je Khenpo yang mendoakan Dag Zhabdrung Nangma. Di lokasi lain dihadiri oleh Dorji Lopon beserta 100 bhikkhu yang membacakan doa Tshepa Mey. Raja kemudian menerima Dar Na Nga, syal sutra dalam lima warna keberuntungan serta Mahkota Raven dari Dinasti Wangchuck. Raja kemudian menerima lagi Dar Na Nga untuk mempelainya dan diberikan bersama dengan mahkota Druk Gyal-Tsuen. Hal ini diikuti oleh proklamasi formal Ashi Jetsun Pema Wangchuck sebagai Ratu Bhutan.

Perhelatan itu diikuti dengan prosesi Ngasoel Tashi di Kuenra Agung yang dipimpin Je Khenpo. Selama prosesi ini, Je Khenpo memanjatkan doa Ngoedrup Langwa agar menerima kebajikan spiritual dan duniawi. Setelah prosesi, perwakilan dari otoritas sipil dan agama secara simbolis mempersembahkan persembahan kepada Raja dan Ratu. Pada akhir prosesi, ucapan selamat (Dzongkha: Tashi lekdar) secara tradisonal dilakukan dengan diikuti perayaan publik di Punakha.

Puncak prosesi berlangsung di Punakha Dzong, yang berarti Istana Bliss, struktur Dzong terbesar kedua di Bhutan. Para Dzong Punakha telah bertugas sebagai biara Budha di benteng itu. Bangunan yang dapat ditempuh melalui jembatan telah direnovasi dan dipercantik untuk prosesi dimaksud. Kebun Dzong Punakha juga ditanami pohon-pohon dan bunga-bunga.

Pernikahan pasangan kerajaan ini menampilkan pakaian tradisional Bhutan. Pengantin wanita, Jetsun Pema mengenakan gaun nasional perempuan Bhutan. Pema memilih salah satu Kiras yang ditenun dari sutra yang diselesaikan beberapa bulan sebelum perhelatan. Sebagian besar para tamu berasal dari anggota keluarga kerajaan Bhutan, House of Wangchuk. Tidak ada bangsawan asing atau kepala negara lain yang hadir. Sejumlah tamu yang dikonformasi termasuk Jigme Singye Wangchuck (Raja Bhutan periode 24 Juli 1972-14 Desember 2006, memerintah selama 34 tahun dan 143 hari), MK Narayanan (Gubernur Bengal Barat periode 24 Januari 2010- ), Jyotiraditya Madhavrao Scindia (Menteri Perdagangan dan Industri India periode Mei 2009- ), dan Pavan K Varma (Duta Besar India untuk Bhutan).

Departemen Dalam Negeri dan Kebudayaan Bhutan menyatakan hari libur nasional pada 13-15 Oktober 2011 sebagai bagian dari perayaan pernikahan. Raja Wangchuck dan Jetsun Pema dijadwalkan tampil pada perayaan di depan publik yang diadakan di Stadion Changlimithang di Thimpu tanggal 16 Oktober 2011, tiga hari setelah pernikahan mereka.

Pernikahan kerajaan dan perayaan terkait merupakan peristiwa yang tak terduga di Bhutan. Menteri Penerangan Bhutan, Dasho Kinley mengatakan kepada wartawan bahwa pernikahan kerajaan terbesar Bhutan adalah peristiwa dalam sejarah media massa. “Kami sudah tidak benar-benar melakukan hal ini sebelumnya. Pada kenyataannya, ini adalah acara media massa internasional terbesar yang pernah dimiliki Bhutan,” kata Kinley. Sekitar 160 wartawan asing dan anggota media lainnya tiba di negara itu. Kelompok wartawan terbesar berasal dari India dan Thailand. Pemerintah menyediakan sedikitnya 11 mini bus untuk kru media asing untuk menyukseskan perhelatan tersebut. Prosesi pernikahan disiarkan secara langsung oleh televisi yang baru diperkenalkan Bhutan pada tahun 1999. Televisi negara Bhutan, Bhutan Broadcasting Service menayangkan liputan paling luas untuk perhelatan tersebut.

Pasangan Raja dan Ratu merencanakan berbulan madu di negara bagian India di Rajastan pada 23 Oktober 2011. Pasangan ini akan melakukan perjalanan laut dengan kapal ke Rajastan yang disewa pemerintah India. Sebelumnya, Raja telah mengunjungi Ranthambore, Rajastan pada bulan Oktober 2010.

Sosok Ratu
Jetsun Pema lahir 4 Juni 1990 di Thimphu, Bhutan. Ayahnya, Gyaltshen Dhondup berasal dari Trashigang yang merupakan cucu dari Trashigang Dzongpon (Gubernur Trashigang) Thinley Tobgye (alias Dopola pada periode 1893-1952). Dhondup lulus dari Sherubtse College, Kanglung dan telah menjadi pilot komersial selama sekitar 22 tahun, semula di Druk Air dan kemudian Bahrain Airways). Ibunya, Sonam Chuki berasal dari Bumthang Pangtey yang adalah putri His Royal Highness Prince Namgyel Wangchuck (setengah-saudara dengan Raja Ketiga Jigme Dorji Wangchuck). Tetapi, dia menganggap dirinya sebagai warga Bhutan biasa meskipun ayahnya merupakan saudara tiri dari ratu Raja Kedua Jigme Wangchuck-Ashi Phuntsho Choden dan Ashi Pema Dechan.

Jetsun adalah anak tertua kedua dari lima bersaudara. Empat adiknya adalah dua bersaudara; Thinlay Norbu (19 tahun) dan Jigme Namgyal (16) dan dua saudari tertuanya adalah Yeatso Lhamo (25) dan adik perempuan Serchen Doma (14) (juga belajar di Sanawar di India). Jetsun Pema memulai belajar di Thimphu di Little Dragon School, Sunshine School (1995-1996) dan Changangkha Lower Secondary School (1997-1998). Kemudian, dia belajar di sekolah biara di Biara St Joseph di Kalimpong, Benggala Barat, di India selama periode 1999-2000. Pendidikan sekolah menengahnya diselesaikan di Lungtenzampa Middle Secondary School, Thimphu selama 2001-2005. Kemudian, ia pindah ke Sekolah Lawrence, Sanawar di Himachal Pradesh di India selama 2006-2008 (menjadi siswa Kelas XI-April 2006). Dalam subyek penelitian, dia memilih Inggris, sejarah, geografi, ekonomi dan lukisan sebagai bidang yang digelutinya. Ia menyelesaikan pendidikan Menengah Tinggi pada 31 Maret 2008. Dia mengejar pendidikan perguruan tingginya di Regents College, London (Inggris) untuk jurusan Hubungan Internasional (IR: International Relations) dan Psikologi serta Sejarah Seni sebagai subyek penelitian kecil.

Jetsun Pema menyukai seni rupa, melukis, dan basket. Dia pernah menjadi ketua tim sekolah dalam permainan basket. Sampai sekarang, dia memelihara bunga. Hiburan sehari-hari di sekolah termasuk turut berpartisipasi pada band sekolah dan bimbingan tarian. Selain Dzongkha, bahasa nasional Bhutan, dia fasih berbahasa Inggris dan Hindi. Ia memiliki kesukaan (hobby) fotografi dan pernah meraih penghargaan untuk seni modern. Dia juga memiliki ketertarikan pada seni musik tradisional Bhutan. Ia sudah mulai menemani Raja dalam lawatan di seluruh negeri. Pada 13 Oktober 2011, ia resmi menerima gelar Yang Mulia Ratu Bhutan, Ashi Jetsun Pema Wangchuck (Her Majesty the Queen of Bhutan, Ashi Jetsun Pema Wangchuck). (wkd/Epaphroditus Ph. Mariman)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: