RSS

Sekjen UNESCO

Irina Bokova Georgieva

Sekjen UNESCO Irina Bokova Georgieva

Wanita Pertama Pimpinan Organisasi Dunia UNESCO

Sebagian besar media Bulgaria mendukung langkah Irina Bokova dalam memimpin Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-bangsa (UNESCO: United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization atau dalam bahasa Perancis-nya, L’Organisation des Nations unies pour l’éducation, la science et la culture) terhadap reaksi negatif berdasarkan beberapa isu lintas budaya dari komunitas elit anggota totaliter. Penulis Iliya Troyanov yang keturunan Bulgaria-Jerman mengkritik pemilihan Bokova sebagai Direktur Jenderal UNESCO di Frankfurter Allgemeine Zeitung menyebut sebagai “skandal” dalam terang masa lalu Bokova. Namun, New York Times menerbitkan editorial-nya dengan “The Right Head for Unesco” (Pemimpin Tepat untuk UNESCO). Lebih lanjut, dituliskan, “We believe that she was the right choice. She played an active role in Bulgaria’s political transformation from Soviet satellite to European Union member. That should be a strong asset in leading an organization badly buffeted in the past by ideological storms” (Kami percaya bahwa ia adalah pilihan yang tepat. Dia memainkan peran aktif dalam transformasi politik Bulgaria dari satelit Soviet untuk anggota Uni Eropa. Seharusnya itu menjadi aset yang kuat dalam memimpin sebuah organisasi yang di masa lalu menjadi ternoda akibat diterpa badai ideologis).

Irina Bokova (lengkapnya, Irina Bokova Georgieva) lahir di Paris (Perancis) pada tanggal 12 Juli 1952. Dia adalah putri politikus kontroversial di era komunis, Georgi Bokov yang menjadi kepala editor Rabotnichesko Delo, surat kabar resmi dan organ Partai Komunis Bulgaria (BCP: Bulgarian Communist Party). Praktis, dia merupakan keturunan Bulgaria asal Makedonia. Pada tahun 1971, dia belajar di Sekolah Bahasa Inggris Pertama (FELS: First English Language School) di Kota Sofia dan meraih gelar MSc dari Institut Negeri Moskow untuk Hubungan Internasional (Moscow State Institute of International Relations) pada tahun 1976. Selama periode Januari-Agustus 1989, dia belajar di Universitas Maryland (College Park) dan Sekolah Urusan Publik (Washington, DC) untuk program kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Bersama NATO, selama periode 1992-1994, dia mengambil Program Timur Tengah dan Eropa yang berfokus pada mekanisme nasional lembaga-lembaga demokrasi dan hukum perlindungan minoritas. Selama November-Desember 1999, dia belajar di Univerasitas Harvard dan Sekolah Pemerintahan John F Kennedy untuk program eksekutif dalam Kepemimpinan dan Pembangunan Ekonomi. Ia menikah dan memiliki dua anak.

Selama kariernya, dia pernah menjabat Direktur Jenderal Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO), Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Bulgaria ke Prancis, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Bulgaria Kerajaan Monako, Delegasi Tetap Republik Bulgaria untuk UNESCO, Perwakilan Pemerintah Bulgaria di Dewan Eksekutif UNESCO (sejak dipilih Bulgaria pada bulan Oktober 2007), Wakil Pribadi Presiden Republik Bulgaria Organisasi Internationale de la Francophonie (OIF), Wakil Ketua Kelompok Negara-negara Francophone di UNESCO, Ketua Sidang Luar Biasa Kedua Komite Antar Pemerintah untuk Perlindungan Warisan Budaya tidak berwujud (Februari 2008, Sofia), dan Anggota kelompok Prix des Sastra Ambassadeur.

Selama periode November 1996-Februari 1997, ia menjabat Menteri Luar Negeri dalam kabinet Zhan Videnov (Pejabat Perdana Menteri Bulgaria periode 25 Januari 1995–13 Februari 1997) dari Partai Sosialis Bulgaria (Bulgarian Socialist Party) dan jabatan lain dalam kabinet yang sama selama periode Juni 1995–Februari 1997. Ia juga menjabat Deputi Pertama Menteri Luar Negeri yang bertanggung jawab atas PBB, OSCE, Uni Eropa, dan NATO. Selain menjabat Kepala Koordinator Hubungan Bulgaria-Uni Eropa, dia juga menjabat Ko-Ketua Komite Asosiasi Bulgaria–Uni Eropa, Koordinator Phare Nasional, Ketua Komisi Integrasi Eropa Antar-Badan Koordinasi (di tingkat wakil menteril), Kepala Delegasi atau pembicara utama dalam sejumlah forum internasional, dan Anggota Dewan Pengawas Pusat Studi Eropa. Ia juga Wakil Ketua Komite Pertahanan, Kebijakan Luar Negeri, dan Keamanan. Selain sebagai Anggota Komite Integrasi Eropa, dia juga menjabat Wakil Ketua Komite Bersama Parlemen Bulgaria-Uni Eropa serta Pendiri dan Ketua Forum Kebijakan Eropa (didirikan di Sofia pada tahun 1997) sebagai organisasi non-pemerintah non-profit. Ia memiliki pengalaman di Parlemen Bulgaria sejak Juni 2001.

Pada 22 September 2009, Bokova terpilih menjadi Direktur Jenderal UNESCO. Ia unggul atas sembilan calon lain dalam pemilihan yang diselenggarakan di Paris. Saingan utamanya, Farouk Hosny (Menteri Kebudayaan Mesir periode 1987–2011 dalam kabinet Perdana Menteri Ahmed Nazif) akhirnya kalah dengan perbandingan 31:27 pada babak kelima dan terakhir dalam pemungutan suara. Sebelumnya, Hosny diperkirakan memenangi posisi tersebut. Kritikan tajam dari sejumlah tokoh Peraih Nobel Perdamaian seperti Elie Wiesel (Peraih Nobel Perdamaian tahun 1986) atas pernyataan anti-Israel. Bokova kemudian mengambil alih posisi dari Koichiro Matsuura (Sekretaris Jenderal UNESCO periode 15 November 1999–23 Oktober 2009) dari Jepang untuk masa jabatan satu periode empat tahun. Pemilihan Bokova mencatatkan sejarah sebagai wanita pertama dan Eropa Timur pertama yang meraih jabatan tersebut. Pada Sidang ke-35 Konferensi Umum tanggal 15 Oktober 2009, Irina Bokova asal Bulgaria terpilih menjadi Direktur Jenderal UNESCO ke-10. Pelantikannya berlangsung pada Jumat sore hari di Room I tanggal 23 Oktober 2009. (wkd/Epaphroditus Ph. M.)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: