RSS

Walikota Kolombia

Pejuang Anti-Korupsi Terpilih Jadi Walikota Kolombia

Kekalahan pada Pemilihan Umum Presiden Kolombia pada tahun 2010 tidak menyurutkan niat Gustavo Petro untuk mengabdi pada bangsanya. Pada Pemilu Presiden yang berlangsung dua putaran tersebut, dia mewakili Alternative Democratic Pole (Polo Democrático Alternativo) dan kandas di putaran pertama yang dilaksanakan pada 30 Mei 2010 dengan 1.331.267 (9,14%) atau berada di posisi keempat. Kemudian, dia membentuk Gerakan Progresivist (Progressivists Movement).Pada Minggu, 30 Oktober 2011, dia terpilih menjadi Walikota Kolombia. Hasil dari semua tempat pemungutan suara dihitung, dia memenangi 32% suara. Saingan utamanya, Enrique Penalosa yang didukung mantan Presiden Alvaro Uribe mendapatkan 25% suara dan mengakui kekalahan. Pelantikannya sebagai Walikota Kolombia direncanakan pada Januari 2012.

Gustavo Petro Urrego Francisco atau dikenal Gustavo Petro lahir pada tanggal 19 April 1960 di Ciénaga de Oro (Córdoba, Kolombia). Petro belajar di Colegio de Hermanos de La Salle. Di sana, ia mendirikan koran mahasiswa Carta al Pueblo (“Surat untuk Rakyat”). Pada usia 18 tahun, ia menjadi anggota Gerakan 19 April dan terlibat dalam kegiatan militer dan politik. Selama waktu di kegiatan 19 April, Petro menjadi seorang pemimpin yang populer. Pada tahun 1981, dia terpilih di ombudsman dari Zipaquirá dan anggota dewan selama periode 1984-1986.

Setelah Pemilihan Umum Presiden tanggal 19 April 1970, Aliansi Nasional Populer (National Popular Alliance) menuduh Front Nasional (National Front) melakukan kecurangan pemilu. Empat tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1974, Gerakan 19 April (the 19th of April Movement atau M-19) muncul sebagai oposisi terhadap koalisi Front Nasional. Pada tahun 1978, M-19 mencuri pedang “El Libertador”, Simón Bolívar (24 Juli 1783-17 Desember 1830, Presiden Venezuela ke-2 periode 6 Agusus 1813–7 Juli 1814, 15 Februari 1819–17 Desember 1819, dan 17 Desember 1819–4 Mei 1832, Presiden Peru periode 17 Februari 1824–28 Januari 1827, dan Presiden Bolivia Pertama periode 12 Agustus 1825–29 Desember 1825) dan sekitar 5.000 senjata dari sebuah garnisun militer, El Canton Norte. Petro yang saat itu berusia 18 tahun mungkin telah menunjukkan militansi untuk kelompoknya setelah pemilihan anggota dewan dari Zipaquirá yang membantu menyembunyikan senjata di kota. Hal ini belum pernah terbukti, karena kurangnya bukti. Bertahun-tahun kemudian, gerakan gerilya memulai proses perdamaian dengan pemerintah.

Setelah M-19 dibubarkan, Petro lulus dengan gelar di bidang Ekonomi dari Universidad de Externado Colombia dan memulai studi pasca-sarjana di Escuela Superior de Administración Publica (ESAP). Kemudian, ia memperoleh gelar master di bidang ekonomi dari Universidad Javeriana. Dia kemudian pergi ke Belgia untuk mendaftarkan diri dalam studi pasca-sarjana di bidang Ekonomi dan Hak Asasi Manusia di Lovaina. Dia memperoleh gelar doktor di bidang Administrasi Bisnis Modern di Universidad de Salamanca di Spanyol.

Setelah demobilisasi gerakan gerilya M-19, mantan anggota kelompok termasuk Petro membentuk sebuah partai politik yang disebut Alianza Democrática M-19 dan memenangkan sejumlah besar kursi di Kamar Perwakilan Rakyat Kolombia (Spanyol: Cámara de Representantes) pada tahun 1991. Ia kemudian menjadi Anggota Perwakilan Rakyat dari departemen Cundinamarca selama periode 1 Desember 1991–20 Juli 1994. Pada tahun 2002, Petro terpilih kembali sebagai Anggota Perwakilan Rakyat dari Kota Bogota. Pada kesempatan ini, dia terpilih mewakili anggota gerakan politik Vía Alterna yang didirikan bersama mantan rekan gerilya Antonio Navarro Wolff dan mantan anggota gerilyawan M-19 lainnya. Praktis, dia menjabat selama periode 20 Juli 1998–20 Juli 2006. Selama periode ini, ia menjadi “Anggota Kongres Terbaik” (“Best Congressman”), baik oleh rekannya sendiri di Kongres maupun pers.

Sebagai anggota Vía Alterna, Petro menciptakan koalisi elektoral politik dengan Front Sosial dan Politik (dalam bahasa Spanyol disebut FSP: Frente Social y Político) dengan membentuk Independent Democratic Pole (PDI: Polo Democrático Independiente). Pada tahun 2005, partai politik tersebut melebur dengan Alternativa Democrática untuk membentuk Alternative Democratic Pole dengan bergabung sejumlah besar tokoh politik kiri. Pada tahun 2006, Petro terpilih menjadi Senator Kolombia yang memobilisasi partisipasi pemilih tertinggi kedua di negaranya. Ia menjadi anggota Senator selama 20 Juli 2006–20 Juli 2010. Selama periode tersebut, ia juga terganjal skandal Parapolitik yang menuduh anggota dan pendukung pemerintah menyatu dengan kelompok-kelompok paramiliter untuk Kolombia “kembali”.

Senator Petro secara tegas menentang pemerintah Álvaro Uribe Vélez (Presiden Kolombia ke-58 periode 7 Agustus 2002 – 7 Agustus 2010). Pada tahun 2005, sementara menjadi anggota Perwakilan Rakyat Kolombia, Petro mengecam pengusaha lotre Enilse Lopez (juga dikenal sebagai “La Gata” atau kucing). Sejak Mei 2009, dia mendekam dipenjara dan sedang diselidiki untuk hubungan dengan (telah dibubarkan) kelompok paramiliter Serikat Pasukan Bela Diri Kolombia (AUC: Autodefensas Unidas de Colombia). Senator Petro menduga AUC memberikan dukungan secara finansial kampanye presiden Alvaro Uribe pada tahun 2002. Uribe membantah pernyataan-pernyataan Petro, tetapi selama kampanye pemilihan presiden tahun 2006 mengaku memiliki dukungan keuangan yang diterima dari Enilse Lopez.

Selama periode kedua Alvaro Uribe sebagai presiden, Petro mendorong perdebatan tentang skandal Parapolitik. Pada bulan Februari 2007, Petro memulai perselisihan secara lisan di depan publik dengan Presiden Uribe ketika Petro menyarankan bahwa presiden seharusnya menarik diri dari negosiasi proses demobilisasi kelompok paramiliter di Kolombia. Tuduhan yang sama dilayangkan juga kepada saudara Uribe, Santiago Uribe yang adalah mantan anggota kelompok paramiliter 12 Rasul pada pertengahan 1990-an. Presiden Uribe menanggapi tuduhan itu dan menyebut Petro sebagai seorang “teroris berpakaian sipil” dan mengajak pihak oposisi untuk melakukan debat terbuka.

Pada tanggal 17 April 2007, Senator Petro memulai perdebatan di Kongres tentang CONVIVIR dan pengembangan departemen paramiliter di Antioquia. Selama pidato dua jam, ia mengungkapkan berbagai dokumen yang menunjukkan hubungan antara anggota militer Kolombia, pemimpin politik, penyelundup narkoba dan kelompok paramiliter. Petro juga mengkritik tindakan Alvaro Uribe sebagai Gubernur di Departemen Antioquia selama beberapa tahun CONVIVIR. Juga ditampilkan sebuah foto tua dari saudara Alvaro Uribe, Santiago bersama pengedar narkoba Kolombia Fabio Ochoa Vázquez.

Menteri Dalam Negeri dan Kehakiman Carlos Holguin Sardi dan Menteri Transportasi Andres Uriel Gallego diminta untuk membela presiden dan pemerintahannya. Keduanya mempertanyakan masa lalu Petro sebagai anggota gerilya. Sehari setelah perdebatan ini, presiden mengatakan, “Saya akan menjadi gerilya yang hebat, karena saya tidak akan menjadi gerilyawan lumpur, tetapi gerilyawan senapan. Aku akan menjadi sukses militer, bukan protagonis palsu”. Saudara Presiden Uribe, Santiago Uribe menegaskan bahwa ayahnya dan saudara-saudara Ochoa telah tumbuh dalam bisnis kuda Paso Fino secara bersama-sama. Dia kemudian menyebutkan bahwa ia juga punya banyak foto yang diambil dengan banyak orang.

Pada tanggal 18 April 2007, Kewaspadaan dan Keamanan Superintendency merilis sebuah komunike yang menolak tuduhan Petro sebagai bagian dari kelompok CONVIVIR. Superintendency mengatakan bahwa banyak kelompok yang disebutkan itu disahkan oleh Departemen Sucre dan Córdoba, tetapi tidak oleh pemerintah Antioquia. Bahwa Álvaro Uribe sebagai Gubernur Antioquia telah menghilangkan tanggung jawab hukum dari delapan kelompok CONVIVIR pada tahun 1997. Hal itu juga disebutkan bahwa pemimpin paramiliter yang dikenal sebagai “Julian Bolivar” belum diidentifikasi dan tidak berhubungan dengan CONVIVIR apapun selama otorisasi dari kelompok-kelompok.

Senator Gustavo Petro secara terbuka mengecam kelompok gerilyawan Revolusioner Angkatan Bersenjata Kolombia (dalam bahasanya Spanyol FARC: Fuerzas Armadas Revolucionarias de Colombia). Pada demosntrasi tanggal 4 Februari 2008, Petro berada di antara mereka di seluruh dunia melawan FARC. Pemimpin partai politik secara resmi memutuskan tidak melakukannya, dari 18 hanya 3 suara yang menentang proposal awal yang dibuat Petro. Senator sebelumnya bertemu dengan penyelenggara dan mempertanyakan mengapa acara ini hanya diperlakukan terhadap FARC dan bukan pasukan paramiliter atau Tentara Pembebasan Nasional (ELN: Ejército de Liberación Nacional). Setelah memutuskan untuk berpartisipasi, menurut Petro, “tradisional kiri” mencap sebagai “Uribist”. (wkd/Epaphroditus Ph. M.)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: