RSS

Walikota Moskow Terlama

Yuri Luzhkov

Yuri Luzhkov. Sumber Foto: Wikipedia

Walikota Terlama Moskow Setelah Era 1990

Jabatan Walikota Moskow yang disandang Yury Luzhkov pupus dengan sebuah dekrit pemecatan dirinya. Presiden Rusia Dmitry Medvedev (lengkapnya, Dmitry Anatolyevich Medvedev) mencabut kekuasaannya pada 28 September 2010 setelah Luzhkov menolak permintaan untuk mengundurkan diri dari jabatan walikota. Putusan itu sungguh mengejutkan. Luzhkov yang telah menjabat Walikota Moskow sejak 6 Juni 1992 memimpin ibukota negara Rusia dianggap tidak tersentuh hukum serta menjadi sangat berkuasa. Vladimir Putin (Presiden Rusia ke-2 periode 7 Mei 2000–7 Mei 2008 dan Perdana Menteri Rusia ke-35 periode 9 Agustus 1999–7 Mei 2000dan Perdana Menteri Rusia ke-39 sejak 8 Mei 2008) menyebutnya “tokoh simbolik di zaman Rusia Modern”.

“Luzhkov sudah kehilangan kepercayaan terhadap Presiden Federasi Rusia,” demikian bunyi surat keputusan presiden terkait pemecatan dimaksud. “Ada dua cara seorang pemimpin wilayah meninggalkan posnya sebelum masa jabatannya habis. Pemimpin bisa secara sukarela mengumumkan pengunduran diri atau karena kehilangan kepercayaan. Hari ini (Selasa, 28 September 2010), presiden menandatangani dekrit,” ujar Natalya Tomakova, Jurubicara Presiden Dmitry Medvedev yang juga dirilis pers Indonesia.

Pemecatan terhadap Luzhkov dilatarbelakangi beberapa kejadian, sehingga membuat kecewa pemerintahan Presiden Medvedev. Beberapa pekan sebelum diberhentikan, dia seringkali melontarkan kritik terhadap kebijakan Presiden Medvedev. Perbaikan Bandara di Moskow mengakibatkan kemacetan parah. Luzhkov dianggap gagal mengatasi kemacetan itu. Menurut sebuah dokumentasi televisi, uang penanggulan kemacetan digunakan untuk mengamankan keuangan istrinya, Yelena Baturina (lengkapnya, Yelena Nikolayevna Baturina). Yelena Baturina yang kemudian tercatat sebagai wanita terkaya ketiga sedunia. Luzhkov juga dituduh bertindak secara brutal terhadap aksi massa oposisi dan secara luas dikecam karena meninggalkan Moskow selama krisis asap akibat kebakaran hutan Rusia tahun 2010.

Masa jabatan selama 18 tahun yang digenggam Luzhkov menjadikan dia sebagai Walikota Moskow terlama setelah tahun 1990. Jabatan selama itu juga mencatatkan dia sebagai Walikota terlama kedua setelah Vladimir Dolgorukov (1865–1891, 26 tahun) yang memerintah di era Kekaisaran Rusia. Pejabat walikota lainnya di masa Kekaisaran Rusia adalah Peotr Velyaminov-Zernov (1726–1738 atau sekitar 12 tahun) dan Grand Duke Sergei Alexandrovich Romanov atau Grand Duke Sergei Alexandrovich dari Rusia  (11 Mei 1857–17 Februari 1905). Grand Duke Sergei merupakan putra Kaisar Alexander II (29 April 1818–13 Maret 1881) dari Rusia dan menjabat Gubernur Jenderal (kini Walikota) Moskow selama sekitar 14 tahun (1891–1905).

Di masa Republik Federasi Sosialis Soviet (SFSR: Soviet Federative Socialist Republic) Rusia sejak 1917 hingga 1990, pemimpin Moskow terlama adalah Vladimir Fyodorovich Promyslov atau dikenal Vladimir Promyslov (1908-1993). Vladimir Promyslov adalah seorang tokoh politik Komunis Soviet Rusia. Promyslov lulus dari Institut Teknik Konstruksi (Moscow Construction Engineering Institute). Karena keahliannya di bidang pembangunan, dia diangkat menjadi kepala departemen konstruksi Moskow oleh Nikita Sergeyevich Khrushchev atau dikenal Nikita Khrushchev (15 April 1894–11 September 1971; Ketua Biro Komite Sentral SFSR Rusia periode 27 Februari 1956–16 November 1964, Ketua Dewan Menteri Uni Soviet periode 27 Maret 1958–14 Oktober 1964, dan Sekretaris Pertama Partai Komunis Uni Soviet periode 14 September 1953–14 Oktober 1964).

Pada tahun 1963, Promyslov diangkat sebagai Ketua Komite Eksekutif (Walikota Moskow). Dalam masa jabatannya, Promyslov melakukan pembangunan Menara Ostankino, Hotel Rusia, dan puluhan stasiun kereta bawah tanah baru dibangun serta sejumlah tempat olahraga dibangun seperti Luzhniki Stadium dan Olympic Stadium ketika Moskow terpilih menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas 1980. Promyslov menyelesaikan reformasi administrasi subdivisi dan membagi Moskow dalam 20 rayon. Pada tahun 1977, jabatan walikota (Ketua Komite Eksekutif Deputi Rakyat Dewan Kota Moskow) digantikan oleh Valery Saikin. Praktis, Promyslov memimpin Moskow selama sekitar 14 tahun (1963–1977).

Pada era Moskow setelah tahun 1990 (Moscow after 1990), Gavriil Kharitonovich Popov (dikenal Gavriil Popov) yang terpilih melalui pemilihan langsung pertama sebagai Walikota Moskow pada tanggal 20 April 1990. Popov keluar dari Partai Komunis Uni Soviet (CPSU: Communist Party of the Soviet Union) pada tahun 1990 demi dukungannya pada demokratisasi. Krisis mengakibatkan Popov mengundurkan diri pada 6 Juni 1992. Sesaat kemudian, Boris Nikolayevich Yeltsin atau dikenal Boris Yeltsin (1 Februari 1931–23 April 2007, Presiden Rusia pertama periode 25 Desember 1991–31 Desember 1999) menunjuk Yury Luzhkov sebagai Walikota Moskow. Ketika itu, Luzhkov menjabat Kepala Cabang Eksekutif Dewan Kota di Pemerintahan Kota Moskow. Di Moskow, tingkat kepopuleran Luzhkov ternyata melebihi Popov. Kebijakan kepemimpinan Luzhkov termasuk menyediakan transportasi gratis bagi orangtua serta mendorong sektor bisnis wirausaha. Pada 16 Juni 1996, Luzhkov terpilih pertama kali sebagai Walikota dengan memenangi 95% suara dan terpilih kembali pada tanggal 19 Desember 1999 (69,9% suara). Pada 7 Desember 2003, terpilih untuk ketiga kalinya dengan 75% suara.

Yury Luzhkov (lengkapnya, Yury Mikhaylovich Luzhkov) lahir di Moskow (SFSR Rusia, Uni Soviet) pada tanggal 21 September 1936. Pada tahun 1930-an, Mikhail Andreyevich Luzhkov (ayahnya) pindah ke Moskow dari sebuah desa kecil di Tver Oblast. Luzhkov memiliki hobi bermain tenis dan memelihara lebah. Dengan anggota keluarganya, dia memiliki sebuah rumah di London. Pada 2005, Luzhkov menerima penghargaan dari Dana Internasional untuk Kesatuan dari Kristen Ortodoks. Luzhkov menjaga pandangan konservatif dan tradisionalis. Ia juga menjalin hubungan secara baik dengan Gereja Ortodoks Yunani. Dia sering muncul pada saat Natal dan liturgi Paskah Gereja. Dia juga dikenal dekat dengan Patriark Alexius II atau Alexius II (23 Februari 1929–5 Desember 2008, Patriark Moskow dan Seluruh Rusia ke-15 dari Gereja Ortodok Rusia pada periode 10 Juni 1990–5 Desember 2008 ). Selama periode 1953-1958, ia belajar di Institut Gubkin Petrokimia & Gas Industri Moskow (Gubkin Moscow Petrochemical & Gas Industry Institute). Dia bekerja sebagai peneliti ilmiah di Lembaga Penelitian Ilmiah Plastik Moskow (Moscow Scientific Research Institute of Plastics) pada tahun 1958-1964.

Pada tahun 1958, Luzhkov menikah dengan Marina Bashilova. Dari pernikahan ini, dia memiliki dua anak bernama Mikhail dan Alexander. Pada tahun 1989, Bashilova meninggal karena kanker hati. Pada tahun 1968, Luzhkov bergabung dengan Partai Komunis Uni Soviet (CPSU: Communist Party of the Soviet Union). Selama sekitar 20 tahun berikutnya, ia bekerja sebagai inisiator otomatisasi di berbagai sektor industri kimia (1964-1971: kepala departemen manajemen otomatisasi, Komite Kimia Negara; 1971-1974: kepala departemen sistem manajemen otomatis, Departemen Industri Kimia Uni Soviet; 1974 -1980: CEO, Kantor Desain Eksperimental Otomasi, Industri Kimia Departemen Uni Soviet; 1980-1986: CEO, Asosiasi Industri Ilmiah “Petrochemautomation”). Pada tahun 1977, dia pertama kali terpilih sebagai Anggota Dewan Kota Moskow (Mossovet). Pada 1987, ia dipindahkan ke Cabang Eksekutif Kota Moskow (Mosgorispolkom) dan menduduki jabatan yang berbeda, yaitu satu tingkat di bawah Walikota.

Setelah pertemuannya dengan Yelena Baturina, pada tahun 1991, dia menikahi Baturina yang usianya 27 tahun lebih muda. Baturina adalah seorang wanita pengusaha sekaligus miliarder di Rusia dan tercatat sebagai orang terkaya ke-279 di dunia. Dengan Baturina, Luzhkov memiliki dua anak perempuan bernama Aleona (lahir 1992) dan Olga (lahir 1994).

Pada tahun 1998, Boris Yeltsin sedang mengalami sejumlah masalah akibat krisis ekonomi. Ketika itu, Luzhkov membentuk faksi politik nasional tersendiri, yaitu Otechestvo (Fatherland) sebagai dasar pemilihan presiden. Otechestvo mendapat dukungan sejumlah besar politisi daerah dan terus memperoleh dukungan setelah bergabung dengan Vsya Rossiya (All Russia) untuk membentuk Otechestvo-Vsya Rossiya (Fatherland–All Russia). Sejumlah pengamat politik Rusia mempercayai bahwa Luzhkov dan sekutunya, Yevgeny Maksimovich Primakov atau Yevgeniy Primakov (Perdana Menteri Rusia ke-33 periode 11 September 1998–12 Mei 1999) diyakini akan menggantikan Yeltsin dan lingkaran dalamnya dalam pemilihan umum parlemen dan presiden yang digelar pada akhir 1999 dan pertengahan tahun 2000.

Tetapi, nasib Luzhkov berubah. Pada Agustus 1999, Boris Yeltsin menunjuk Vladimir Putin sebagai Ketua Pemerintah Rusia (predsedatel’ atau perdana menteri). Pengamat politik Rusia berpendapat, ketika pertama kali ditunjuk, Putin hampir tidak dikenal publik. Putin cepat mendapat dukungan rakyat karena berhaluan garis keras dan citra ketertiban serta dukungan media milik negara dan negara sekutu demi kepentingan ekonomi. Kampanye Duma musim gugur tahun 1999 berakhir dengan Otechestvo-Vsya Rossiya berada di urutan ketiga. Luzhkov dan partainya diterima bergabung dengan partai Persatuan yang pro-Putin dan menjadi partai Rusia Bersatu (United Russia). Pada Pemilihan Umum Presiden tahun 2000, Putin yang didukung mendapat kememenangan secara mudah. Meskipun masih menjadi wakil ketua partai Rusia Bersatu, dalam beberapa tahun sebelum pemberhentiannya, Luzhkov kurang aktif dalam politik federal.

Di bawah pemerintahannya, Moskow mengalami kemajuan pembangunan yang sangat tinggi. Menurut PricewaterhouseCoopers, pada tahun 2008, Moskow menjadi kota yang paling menarik untuk berinvestasi real-estate. Sejumlah bangunan kantor dibangun dengan infrastruktur kota secara dramatis meningkat tajam. Setelah runtuhnya Uni Soviet, jumlah mobil pribadi meningkat, dengan rata-rata 150-200 ribu mobil per tahun, sehingga cukup menimbulkan masalah lalu lintas kota. Di bawah Luzhkov, sistem transportasi kota diperluas secara signifikan. Tiga Ring Road dibangun untuk mengurai kemacetan jalan raya darat, jalan lingkar MKAD dibangun kembali untuk menangani peningkatan jumlah pengguna jalan. Ring Road Keempat sedang dibangun untuk tujuan yang sama. Sebagian besar jalan utama kota ditingkatkan dengan peninggian jalan raya. Metro Moskow berkembang hingga di luar batas kota. Sistem transportasi baru diperkenalkan seperti sistem transportasi kereta api massal dan monorel. Konstruksi apartemen murah berkembang pesat dan gedung-gedung apartemen banyak didirikan setiap tahun. Bidang ini menuai kontroversial oleh sejumlah besar kalangan kritikus yang memandang bahwa bahwa perusahaan Inteco dalah milik Elena Baturina, istri kedua Luzhkov yang hampir memonopoli seluruh konstruksi apartemen.

Di bawah kepemimpinan Luzhkov, Moskow telah memodernisasi diri. Gedung pencakar langit, seperti di Moskow-Сity yang menjadi pusat perdagangan internasional berada di bawah konstruksi arahannya. Luzhkov juga membangun kembali Moskow Gostiny Dvor dengan perubahan secara drastis dan tidak pantas seperti pemasangan atap kaca modern. Katedral Kristus Juru Selamat (Cathedral of Christ the Saviour) direnovasi dan taman Moscow Victory dibuka untuk perayaan peringatan 50 tahun kemenangan dalam Perang Dunia II. Pada saat bersamaan, sejumlah landmark Soviet seperti Rossiya Hotel atau Voentorg dibangun kembali atau dipugar. Bangunan bersejarah seperti beberapa bangunan tua di Gereja Kadashi yang berdekatan Kremlin Moskow. Zamoskvorechye juga telah berubah secara signifikan. Pematung Zurab Tsereteli mendapat perhatian secara pribadi oleh Luzhkov dan ditetapkan sebagai sebuah karya dari sejumlah karya-karya kota. Langkah tersebut dinilai salah oleh sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan pemerintah dipandang “menghancurkan sejarah Moskow” serta “pentraktoran warisan arsitektur Moskow dan menggantikan dengan mock-istana”. Majalah Guardian juga menilai miring terhadap pembangunan Istana Catherine II yang tidak terbangun di Tsaritsyno dan rekonstruksi Istana Kolomenskoye Tsar Alexis (dihancurkan pada awal abad ke-18).

Pada April 2001, sebanyak 63% warga Moskow memiliki pandangan yang baik terhadapnya. Namun, peringkat tersebut terus menurun. Menurut jajak pendapat pada Oktober 2009, tingkat kepopuleran yang memandangnya positif tinggal 36%. Menurut jajak pendepat pada September 2010, sebanyak 65% warga cenderung memandang Luzhkov memiliki gaya hidup yang mewah di Moskow. Setelah kembali dari liburan di Austria, Luzhkov diberhentikan pada tanggal 28 September 2010 melalui dekrit presiden. Luzhkov diberhentikan dengan alasan telah “kehilangan kepercayaan”. Dalam beberapa tahun terakhir, Kremlin telah mengganti sejumlah daerah kepala yang sudah lama dan terpilih sewaktu Boris Yeltsin menjabat presiden. Kremlin mengganti pemimpin daerah yang sudah tua dengan yang lebih muda.

Pemberhentian yang dilakukan pada bulan September 2010 dibarengi dengan sejumlah spekulasi jabatan Luzhkov yang disebabkan oleh sebuah pertanyaan mengenai kepemimpinan Medvedev. Luzhkov memang mengkritik keputusan Presiden Medvedev untuk menghentikan pembangunan jalan baru melalui Hutan Khimki yang menunai protes oleh pecinta lingkungan. Luzkhov juga menyerukan perlunya “kepemimpinan yang kuat” di Rusia. Pada tahun 2010, pemerintah yang memegang jaringan program televisi mengkritik kebijakan Luzhkov dalam penanganan kebakaran hutan gambut serta menuduh Luzhkov dan istrinya melakukan korupsi. Sejumlah pengamat memandang bahwa hal itu merupakan langkah Presiden Medvedev dan Perdana Menteri Vladimir Putin untuk melanggengkan kekuasaan untuk dapat terpilih kembali pada pemilihan umum tahun 2012.

Secara resmi, Luzhkov telah menyatakan meninggalkan partai Rusia Bersatu (United Russia) pimpinan Vladimir Putin. Pada tanggal 27 September 2010, Luzhkov mengirim surat dan melontarkan kritik terhadap Presiden Medvedev atas langkah dan kebijakan pemerintahan. Menurut Sekretaris Pers, setelah Presiden Medvedev membaca surat yang dikirimkam kemudian membuat keputusan yang tidak akan mempengaruhi kebijakannya. Dalam wawancara dengan surat kabar Telegraph pada November 2010, Luzhkov menyatakan bahwa ia mengirim anak-anaknya belajar di London guna menghindari serangan politik yang mungkin terjadi. Luzhkov juga mengklaim bahwa pihak berwenang Rusia berencana memecah kerajaan bisnis istrinya. “Kami tidak akan menyerah. Pasti, saya dan istri akan terus memperjuangkan segala usaha demi kehormatan dan harga diri,” katanya. (wkd/Epaphroditus Ph. M.)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: