RSS

Wanita Pertama Pimpin IMF

Christine Lagarde

Direktur IMF Christine Lagarde. Sumber Foto: Wikipedia

Christine Legarde Pimpin Lembaga Dana Moneter Internasional

Christine Lagarde kemudian menjadi Direktur Dana Moneter Internasional (IMF: International Monetary Fund) menyusul penangkapan terhadap Dominique Gaston André Strauss-Kahn atau dikenal Dominique Strauss-Kahn (Menteri Keuangan Perancis periode 1 November 2007–18 Mei 2011 dan Direktur Dana Moneter Internasional periode 1 November 2007–18 Mei 2011) oleh aparat kepolisian New York (Amerika Serikat) pada 15 Mei 2011 atas tuduhan pelecehan seksual. Dominique Strauss-Kahn kemudian mengundurkan diri pada 18 Mei 2011. Sebelum Christine Lagarde terpilih, John Phillip Lipsky atau dikenal John Lipsky menjabat Pelaksana Tugas Direktur Dana Moneter Internasional selama periode 15 Mei 2011–5 Juli 2011.

Christine Lagarde (lengkapnya, Christine Madeleine Odette Lagarde) lahir di Paris (Perancis) pada tanggal 1 Januari 1956. Lagarde dari keluarga akademisi. Ayahnya, Robert Lallouette adalah Profesor Bahasa Inggris di Fakultas Rouen. Ibunya, Nicole adalah seorang guru. Setelah lulus pada tahun 1974 dari Lycée François 1er di Le Havre, dia meraih beasiswa Program Antar Budaya AFS (AFS: American Field Service atau AFS Intercultural Programs) di Holton-Arms School. Ini adalah sekolah putri yang terletak di Bethesda, (Maryland, Amerika Serikat). Dia lulus dari sekolah hukum di Universitas Paris X Nanterre (dekat Paris, Perancis) dan memperoleh gelar Master di bidang ilmu politik dari Institut d’Etudes politiques d ‘ Aix-en-Provence (Sciences Po Aix). Sejak tahun 2010, dia memimpin Dewan Institut Direksi.

Lagarde pernah bekerja magang di Gedung Capitol Amerika Serikat sebagai Asisten William Cohen (Anggota Kongres Distrik 2 dari Maine periode 3 Januari 1973–3 Januari 1979, Senator Amerika Serikat dari Maine periode 3 Januari 1979–3 Januari 1997, dan Menteri Pertahanan Amerika Serikat ke-20 periode 24 Januari 1997–20 Januari 2001). Ketika remaja, Lagarde menjadi anggota tim nasional disinkronisasi renang Perancis.
Dia bercerai dan memiliki dua putra, Pierre-Henri Lagarde (lahir 1986) dan Thomas Lagarde (lahir 1988). Sejak tahun 2006, Xavier Giocanti yang pasangannya adalah pengusaha dari Marseille. Dia seorang vegetarian dan tidak minum minuman beralkohol. Hobinya adalah scuba diving, berenang, dan berkebun. Pada September 2011, majalah fashion Vogue memprofilkan dirinya.

Pada tahun 1981, dia bergabung dengan Baker & McKenzie, sebuah perusahaan yang berbasis hukum internasional di Chicago. Dia menangani kasus antitrust dan tenaga kerja utama. Setelah enam tahun menjalankan pekerjaan tersebut, dia mendapatkan posisi kepala perusahaan di Eropa Barat. Pada 1995, dia bergabung dengan komite eksekutif dan terpilih sebagai pimpinan perusahaan wanita pertama pada Oktober 1999. Pada tahun 2004, Lagarde menjabat presiden komite strategis global. Pusat Hukum Eropa, kantor Baker & McKenzie di Brussels khusus didedikasikan untuk praktek hukum Uni Eropa.

Selama periode 2 Juni 2005–15 Mei 2007, dia menjabat Menteri Perdagangan dan Industri Perancis. Dalam masa kepemimpinan sebagai Menteri dan Perdagangan tersebut, Lagarde memprioritaskan membuka pasar baru untuk produk-produk Perancis dengan memfokuskan pada sektor teknologi. Kemudian, selama periode 18 Mei 2007–18 Juni 2007, ia menjabat di Departemen Pertanian sebagai sebagai Menteri dan menjadi bagian dari pemerintahan pimpinan François Charles Armand Fillon atau dikenal François Fillon (Menteri Urusan Sosial Perancis periode 7 Mei 2002–31 Maret 2004, Menteri Pendidikan Nasional Perancis periode 31 Maret 2004–2 Juni 2005, dan Perdana Menteri Perancis sejak 17 Mei 2007). Sebulan kemudian, dia bergabung dengan kabinet François Fillon di Kementerian Bidang Perekonomian, Industri, dan Ketenagakerjaan, sehingga mencatatkan diri sebagai wanita pertama yang pernah bertanggung jawab atas kebijakan ekonomi Perancis. Pada 3 Agustus 2011, pengadilan Perancis memerintahkan penyelidikan atas perannya dalam sebuah kesepakatan arbitrase € 285.000.000 dalam mendukung Bernard Tapie.

Pada bulan Mei 2011, namanya disebut akan menggantikan Dominique Strauss-Kahn sebagai Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional. Pencalonannya mendapat dukungan dari pemerintahan Amerika Serikat, Rusia, Cina, Inggris, Jerman, dan India. Pada tanggal 25 Mei 2011, namanya resmi diumumkan sebagai calon Pimpinan Dana Moneter Internasional (IMF) setelah pengunduran diri Dominique Strauss-Kahn. Pada 28 Juni 2011, dewan Dana Moneter Internasional memilih Lagarde sebagai managing director berikutnya sekaligus Ketua untuk masa jabatan lima tahun sejak tanggal 5 Juli 2011. Agustín Guillermo Carstens Carstens atau dikenal Agustín Carstens (Menteri Keuangan Meksiko periode 1 Desember 2006–9 Desember 2009 dan Gubernur Bank Meksiko sejak 1 Januari 2010) juga mencalonkan diri untuk jabatan tersebut. Dewan eksekutif Dana Moneter Internasional (IMF) memberikan sanjungan sangat positif atas pencalonan kedua kandidat yang berkualitas dan berdasarkan konsensus memutuskan memilih Lagarde. Di sisi lain, jika Carstens terpilih maka Gubernur Bank Meksiko ini akan menjadi orang pertama non-Eropa yang terpilih menjadi pimpinan IMF. Karena, pencalonan Carstens didukung oleh pemerintah Amerika Latin, Spanyol, Kanada, dan Australia.

Lagarde tercatat sebagai wanita pertama yang menjabat Menteri Urusan Ekonomi G-8 dan wanita pertama yang memimpin IMF. Dalam sebuah catatan pengacara antitrust dan tenaga kerja, Lagarde telah membuat sejarah sebagai wanita pertama yang menjabat Ketua firma hukum internasional Baker & McKenzie. Pada tanggal 16 November 2009, The Financial Times memposisikan dirinya sebagai menteri keuangan terbaik di zona euro. Pada 28 Juni 2011, ia diangkat sebagai Direktur Dana Moneter Internasional. Hal ini menjadikan dia sebagai pimpinan IMF yang ke-11 di Eropa. Pada tahun 2011, Lagarde menduduki peringkat ke-9 sebagai wanita berkuasa oleh majalah Forbes.

Penunjukan Lagarde datang di tengah intensifikasi krisis utang Eropa terutama di Yunani atas dampak negatif atas default pinjaman yang semakin besar. Terkhusus, Amerika Serikat memberikan dukungan atas penunjukannya secara cepat mengingat rapuhnya situasi ekonomi Eropa. Timothy Franz Geithner atau dikenal Timothy Geithner (Presiden Federal Reserve Bank New York ke-9 periode 17 November 2003–26 Januari 2009 dan Menteri Keuangan Amerika Serikat ke-75 sejak 26 Januari 2009) mengatakan bahwa Lagarde memiliki “bakat dan pengalaman yang luar biasa, sehingga memiliki kemampuan memimpin yang sangat berharga untuk lembaga itu. Memang, pribadi seperti  Lagarde yang sangat diperlukan pada saat perekonomian global sedang kritis.” Nicolas Sarkozy (Walikota Neuilly-sur-Seine periode 14 April 1983–7 Mei 2002, Menteri Anggaran Perancis periode 30 Maret 1993–11 Mei 1995, Menteri Keuangan Perancis periode 31 Maret 2004–29 November 2004, Menteri Dalam Negeri periode 7 Mei 2002–30 Maret 2004 dan 2 Juni 2005–26 Maret 2007 serta Presiden Perancis sejak 16 Mei 2007) menysebut janji Lagarde sebagai “kemenangan bagi Perancis”. Lembaga amal Oxfam yang berorientasi di negara berkembang menyebut pemilihan Lagarde sebagai “farcical” (lelucon) dan berpendapat tidak adanya transparansi dalam proses penunjukan cukup melukai kredibilitas IMF.

Pada bulan Juli 2010, kepada televisi PBS NewsHour, Lagarde mengatakan bahwa proyek pinjaman IMF adalah “rencana yang sangat besar, sama sekali tidak terduga, benar-benar kontra-perjanjian, karena tidak dijadwalkan dalam perjanjian tersebut bahwa kita harus melakukan program bailout, seperti yang kita lakukan.” Ditandaskan, “Kami memiliki dasar satu triliun dollar di meja untuk menghadapi setiap serangan yang akan menargetkan pasar negara manapun, apakah itu Yunani, Spanyol, Portugal, atau siapa pun dalam Zona Euro.” Sehubungan dengan ekonomi Perancis, dia menyatakan bahwa selain stimulus upaya jangka pendek. “Kita sangat tegas memotong defisit dan mengurangi utang,” katanya.

Dalam sambutan publik setelah pengangkatannya, dia menyatakan bahwa baik IMF maupun Uni Eropa memerlukan langkah-langkah penghematan bagi Yunani sebagai prasyarat untuk menerima talangan tahap berikutnya. “Jika saya memiliki satu malam untuk menyampaikan pesan terhadap Yunani, saya akan menyerukan kepada oposisi politik Yunani agar mendukung partai yang saat ini berkuasa dalam semangat persatuan nasional,” katanya. Berbeda dari pendahulunya, Lagarde memandang bahwa “IMF telah mengambil tantangan krisis atas langkah Direktur Jenderal Dominique Strauss-Kahn beserta timnya. Pada 25 Desember 2011, Lagarde mengatakan bahwa ekonomi dunia berada pada risiko rawan dan mendesak Eropa untuk menyatukan kekuatan untuk menghadapi krisis utang yang terjadi di berbagai benua. Ketika ditanyakan tentang filsafat ekonominya, Lagarde menggambarkan dirinya sebagai “Adam Smith yang liberal.”

Wawancaranya dalam film dokumenter berjudul Inside Job (2010) dan fim ini kemudian memenangkan Academy Award for Best Documentary Feature. Lagarde yang diperankan oleh aktris Laila Robins dalam film HBO 2011 dengan judul Too Big to Fail. Kisah film berdasarkan buku populer dengan nama yang sama oleh wartawan Andrew Ross Sorkin dari New York Times. Lagarde yang bertindak sebagai Menteri Keuangan Perancis memerankan adegan mengkritik rekannya Hank Paulson dari Amerika itu. (wkd/Epaphroditus Ph. M.)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: