RSS

Wanita Pertama PM Mali

Cissé Mariam Kaïdama Sidibé. Sumber foto: laube ml

Cissé Mariam Sidibe Kaïda yang menjadi wanita pertama Perdana Menteri Mali sejak 3 April 2011 berakhir setelah terjadi kudeta oleh militer yang berlangsung selama 21 Maret hingga 9 April 2012. Pada tanggal 22 Maret, jabatan perdana menteri dihapuskan. Sejak saat itu, dia mengakhiri jabatan perdana menteri. Menurut wikipedia.org, dia dilaporkan ditahan oleh pasukan junta. Pada saat pemilihannya, situs theglobalherald.com mempublikasikan hal itu pada 4 April 2011 pukul 13.20 waktu setempat dengan judul “Cissé Mariam Sidibe Kaïdama is the first Female Prime Minister of Mali“. Presiden Mali ketika itu, Amadou Toumani Touré menunjuk Mariam Kaïdama Sidibé menjadi perdana menteri setelah pengunduran diri Modibo Sidibé (Perdana Menteri periode 28 September 2007–3 April 2011) pada Rabu, 30 Maret 2011 hingga mengakibatkan kepastian pimpinan pemerintahan.

Mariam Kaïdama Sidibé lahir di Timbuktu (Sudan-Perancis, kini Mali), pada tanggal 4 Januari 1948. Nama keluarganya adalah Sidibé, tetapi dia mengambil nama keluarga suaminya, Cissé. Sidibé Cissé belajar di sekolah dasar di Goundam sekolah dasar, dan kemudian menerima baccalauréat di 1970. Dia menerima gelar di bidang Administrasi Sipil dari Sekolah Administrasi Nasional Mali (EDA: Ecole Nationale d’Administration) di Bamako. Selama periode 1974-1989, Sidibé Cissé bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Departemen Pengawasan untuk Perusahaan Negara dan Masyarakat (Ministère de Tutelle des Sociétés et Entreprises d’Etat du Mali) dan menjadi Asisten Menteri (1987). Selama periode ini, Sidibé Cissé juga belajar di Universitas dan Yayasan di Afrika Barat, Perancis, Kanada, Belgia, dan Italia.

Dalam pemerintahan transisi, dia menjabat Menteri Perencanaan dan Kerjasama Internasional (Agustus 1991-Juni 1992), Menteri Pertanian dan Lingkungan serta portofolio Kerjasama Internasional (Mei 1992-Juni 1992). Selama periode Agustus 1993-November 2000, Sidibé Cissé menjadi Sekretaris Eksekutif CILSS (Comité Inter-Etats de lutte contre la sécheresse au Sahel atau Interstate Committee on the Fight Against Desertification in Sahel yang berbasis di Ouagadougou. Pada bulan Agustus 2001, Sidibé Cissé kembali menjadi Penasihat Khusus Presiden untuk Amadou Toumani Touré. Dari bulan Maret sampai Juni 2002, Sidibé Cissé kembali ditunjuk ke posisi menteri dengan menjadi Menteri Pembangunan Pedesaan. Pada tahun 2003, Sidibé Cissé menjabat Presiden Dewan Administratif dari korporasi Tembakau pemerintah Mali, SONATAM (Société nationale des tabacs et allumettes du Mali).

Pada 30 Maret 2011, Presiden Amadou Toumani Touré mengumumkan pengunduran diri Perdana Menteri Modibo Sidibé dan membubarkan pemerintahan. Penunjukan Sidibé Cissé sebagai perdana menteri disampaikan melalui “Keputusan PRM Nomor 2011-173” dan disiarkan melalui televisi pemerintah pada malam 3 April 2011. Dengan penunjukan tersebut, kemudian dia menjadi wanita pertama Mali yang Perdana Menteri dan Perdana Menteri kedua dalam masa jabatan Presiden Amadou Toumani Touré yang kedua.

Menurut pers setempat, antara Sidibé Cissé dan Presiden Amadou Toumani Touré merupakan “old friends” (teman lama), meskipun keduanya telah terlibat secara langsung dalam politik selama beberapa dekade terakhir. Publik Mali menyambut baik begitu mengetahui Sidibé Cissé diangkat menjadi perdana menteri wanita pertama, tetapi menyangsikan langkah-langkah politik berikutnya. Selembar kertas ditulis dengan “unknown to most of the public” (tidak diketahui oleh sebagian besar publik) menggambarkan seperti menggambarkan sosoknya. Selain menunjuk janji bahwa pemerintahan tidak diisi pemimpin-pemimpin yang ingin mencalonkan diri pada Pemilihan Umum Presiden dan Legislatif tahun 2012. Presiden Amadou Toumani Touré yang bukan sebagai anggota partai politik telah memerintahkan koalisi multi-partai dengan ADEMA-PASJ (Alliance pour la Démocratie en Mali-Parti Pan-Africain pour la Liberté, la Solidarité et la Justice). Aliansi untuk Demokrasi Mali ini hadir di bawah tekanan internal karena sejumlah isu bahwa mantan perdana menteri sedang mempersiapkan pencalonannya pada Pemilu Presiden 2012. Perdana Menteri baru dipandang dekat dengan Presiden sebelumnya (dan pemimpin ADEMA) Alpha Oumar Konaré (Presiden Mali ke-3 periode 8 Juni 1992–8 Juni 2002 dan Ketua Komisi Uni Afrika pertama periode 16 September 2003–1 Februari 2008) yang dimungkinkan menjadi “pasangan bertangan bersih” untuk melakukan reformasi pemerintahan yang dijanjikan Presiden Amadou Toumani Touré.

Editor harian berpengaruh Bamako, Le Républicain berspekulasi bahwa pilihan Amadou Toumani Touré menunjuk seorang wanita sebagai Perdana Menteri tak ubahnya seperti simbol belaka demi menjangkau pemilih perempuan menuju pemilu Mali pada bulan Juni 2012 sekaligus memberikan kesempatan Perdana Menteri sebelumnya untuk maju sebagai Presiden. Le Républicain memuji langkah Presiden Amadou Toumani Touré menunjuk Perdana Menteri perempuan di sebuah “negara yang konservatif pada isu gender dan hirarki keluarga”. Suatu panduan atau referensi untuk dapat diusulkan dalam Rancangan Undang-undang Hukum Keluarga pada tahun 2009 guna mempromosikan hak-hak perempuan menjadi terbengkelai setelah aksi protes besar dari kaum konservatif.

Pada tanggal 26 Mei 2011, Cissé Mariam Kaïdama Sidibé menjadi pembicara utama pada peluncuran Kemitraan Global UNESCO untuk Girls’ and Women’s Education. Sebagai Perdana Menteri, Sidibé Cissé menerima kunjungan kenegaraan, termasuk kunjungan dari Pangeran Albert II dari Monako pada Februari 2012. Sidibé Cissé menikah dan ibu dari empat anak. (wkd/Epaphroditus Ph. M.)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: